
Delia tak mendengarkan ucapan putranya, sementara aditia hanya bengong memikirkan ucapan bagas yang ingin melihatnya bersama delia membuat seorang adik.
----------------------------------
Di meja makan terlihat delia memasang wajah cemberut, sementara aditia hanya bersikap biasa saja tapi bagas terlihat keheranan ketika melihat delia seperti itu.
Lalu bagas beranjak pergi menuju kamar mandi karena dia ingin buang air kecil.
Skip.
Saat bagas hendak kembali ke ruang makan, dia tak sengaja berpapasan dengan yoga.
"Om yoga." Teriak bagas.
"Eh, keponakan om rupanya, kamu udah gede sekarang yah." Ucap yoga sambil menggendong tubuh bagas.
"Om, sekarang aku udah punya papi loh." Ucap bagas senang.
"Oh, yah?" Ucap yoga. "Berarti kak aditia sudah pulang." Pikir yoga.
"Iyah om dan aku seneng banget." Ucap bagas.
"Bagus dong." Jawab yoga.
"Tapi om," Terlihat bagas sedikit menundukkan kepala.
"Tapi apa?" Tanya yoga.
"Mamih sekarang mukanya cemberut banget." Ucap bagas.
"Kok bisa." Tanya yoga.
Lalu bagas menceritakan semua kejadian saat dia meminta seorang adik, terlihat yoga hanya bisa menahan tawa mendengar cerita bagas yang terbilang sangat lucu.
__ADS_1
"Untuk membuat adik sebenarnya sangat gampang dan hanya di butuhkan beberapa bahan." Ucap yoga.
"Apa itu om." Tanya bagas semangat.
Terlihat yoga sedikit berpikir sejenak, bagaimana menjelaskannya pada bagas yah? Karena bagas masih polos, lalu terselip ide cemerlang di otaknya.
"Kamu cukup berikan...." Terlihat yoga membisikkan sesuatu di telinga bagas dan bagas hanya mengangguk-ngagguk tanda mengerti.
"Makasih yah om udah kasih tahu caranya." Ucap bagas.
"Iyah ponakan om, kalau gitu om ke kamar dulu yah." Ucap yoga sambil berjalan menuju kamarnya.
Lalu bagas segara berlari menuju ruang makan, terlihat kakek, papih dan mamihnya sedang menyantap makan malam.
"Kamu abis dari mana sayang." Tanya delia.
"Aku udah dari kamar mandi mih. Oh, iyah tadi aku juga bertemu dengan om yoga." Ucap bagas.
"Oh, yah? sekarang dimana om yoganya." Tanya kakeknya.
"Kok kamu gak ajak makan malam om yoganya sayang." Tanya aditia.
"Om yoganya gak mau, mungkin dia harus ganti baju dulu pih." Ucap bagas.
Lalu bagas berjalan menuju kulkas dan mengambil sesuatu dari sana.
"Kamu lagi ngambil apa sayang." Tanya delia.
Tapi bagas tak menjawab pertanyaan delia, dia lebih asik melihat-lihat isi kulkas dan setelah menemukan yang dia inginkan, bagas langsung membawanya ke meja makan.
"Mamih." Panggil bagas.
"Iyah sayang." Jawab delia sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ini buat mamih." Sambil menyodorkan makanan yang ada di piring.
"Gak ah, mamih gak suka." Ucap delia.
"Tapi mamih, aku ingin punya adik jadi mamih harus makan ini." Ucap bagas.
"Apa hubungannya sayang, makanan ini sama kamu pengen punya adik." Ucap delia.
"Jelas ada mamih, kalau aku pengen punya adik mamih harus makan ini." Ucap bagas.
Sementara pak wijoyono dan aditia hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu yoga.
"Kata siapa." Tanya delia.
"Kata om yoga mamih." Ucap bagas.
"Om yoga, emang om yoga bilang apa sama kamu." Tanya delia penasaran.
"Kata om yoga kalau aku pengen punya adik, mamih harus makan 1 buah sosis, 2 buah telur dan sedikit mayones. Nanti aku bakal punya adik." Ucap bagas polos.
Dan seketika aditia langsung tersedak.
"Om yoga bener bilang seperti itu?" Tanya aditia.
"Bener papih, dan mamih gak perlu bantuan papih buat ngasih adik ke aku cuman makan ini aja." Ucap bagas.
Dan pak wijoyono hanya biasa menahan tawa mendengar ucapan polos dari cucu kesayangannya itu.
Sementara delia terlihat tengah menahan kejengkelannya, tak suami dan adik iparnya mereka berdua selalu memberikan ajaran-ajaran kotor pada anaknya.
***
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊
__ADS_1
Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.