
Aditia yang melihat tiara pingsan, langsung melepas tali yang mengikat kedua tangan dan dia langsung membawa tiara pergi ke rumah sakit.
----------------------------------
Terlihat wajah panik aditia sambil berteriak seraya memanggil dokter.
"DOKTER, DOKTER, tolong teman saya."
Lalu beberapa perawat membawa ranjang dan aditia langsung menaruh tubuh tiara di atas ranjang dan kemudian langsung di bawa ke ruang UGD.
"Maaf tuan, anda tak boleh masuk." Sambil menutup pintu ruang UGD .
Wajah yang tadi nya panik, berubah seketika terukir sebuah seringaian yang menghiasi wajah aditia.
"Oke sekarang kita akan menelpon kediaman tiara."
Setelah menelpon kediaman tiara, aditia duduk santai sambil menunggu kedataangan orang tua tiara.
Cukup lama aditia menunggu, terlihat keluarga tiara tengah berlari menghampiri aditia lalu aditia langsung mengubah ekspresi wajahnya.
"Ada apa dengan tiara, aditia?" Ucap ayah tiara panik.
"Ini salah aditia, om."
"Cerita kan bagaimana kejadiannya." ucap ibu tiara.
__ADS_1
"Saat itu, saya mengajak tiara untuk jalan-jalan tapi di tengah jalan mobil yang aku kendarai di hadang oleh orang berpakaian serba hitam dia bilang bahwa dia suruhan dari orang yang tak suka dengan om lalu saya berusaha keras untuk melindungi tiara tapi saya tak bisa, saya gagal menjaga tiara sehingga tiara menjadi seperti ini. Maaf kan saya." Lirih aditia sambil bersujud di kaki ayah dan ibu tiara. "Hukum saya karena ulah saya tiara menjadi seperti ini."
Ayah dan ibu tiara yang tersentuh dengan pengakuan dan rasa tanggung jawab aditia tak tega melihat aditia bersujud di kaki mereka.
"Berdirilah nak, berdiri ini bukan kesalahanmu." Ucap ayah tiara.
"Tapi jika saya tidak mengajak tiara jalan, mungkin tiara tak akan menjadi seperti ini."
"Ini bukan kesalahanmu, ini sudah suratan takdir nak."
Saat aditia dan ayah tiara tengah mengobrol, keluarlah dokter dari ruang UGD tempat tiara di rawat.
"Apa di sini ada keluarga pasien."
"Saya ayah nya dok."
"Luka di bagian ****** anak ibu sangat parah kemungkinan bagian itu akan mengalami kerusakan serius dan sepertinya dia di beri obat-obat tan dengan dosis yang sangat tinggi dan itu berakibat fatal pada syaraf otaknya."
Terdengar tangisan dari ibu tiara, dia tak kuasa mendengar keadaan anak semata wayangnya.
"Lantas bagaimana keadaannya."
"Keadaannya sangat keritis sekarang dan jika ada kemungkinan untuk sembuh pun tak akan bisa normal seperti dulu lagi."
"Apa maksud nya dok."
__ADS_1
"Karena kerusakan pada vaginanya mungkin pasien tak akan bisa melakukan hubungan badan lagi dan karena efek obat-obat itu kemungkinan pasien akan mengalami gangguan jiwa."
"Anak kita tak mungkin menjadi gila, pah!"
"Sabar mah sabar."
Tangisan terus terdengar dari mulut ibu tiara. Aditia yang menyaksikan kejadian itu memasang wajah yang sedih nya tapi dalam hati nya dia sangat puas bisa membuat tiara menderita.
"Maaf kan aditia om."
"Tak nak tak, ini bukan salahmu."
"Iyah sayang ini bukan salahmu."
"Tapi.."
"Tak ada tapi-tapian nak, om akan cari tahu siapa pelaku sebenarnya."
"Tapi apa om punya seorang musuh di dunia bisnis."
"Sebentar ku pikir-pikir dulu, ada satu orang dia salah satu musuh terbesar om, apa jangan-jangan dia orangnya ."
"Mungkin saja om."
"Jika benar dia, aku akan membalas nya berkali-kali lipat."
__ADS_1
Aditia yang mendengar ucapan ayah tiara langsung tersenyum. Setidaknya sekarang dia terhindar dari kecurigaan ayah tiara.