Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#105 Ajakan untuk pulang.


__ADS_3

Tak beberapa lama datang seorang wanita cantik dengan dress berwarna merah dan tampilan yang sangat elegan. Tak lupa wanita itu memasang senyuman yang mampu membuat para pria terpesona melihat kecantikannya.


----------------------------------


"Imelda." Nama itu yang terucap di bibir aditia.


Dan delia langsung menatap wanita yang merupakan ibu dari suaminya, sebenarnya delia tak pernah mengetahui wajah asli imelda, karena delia hanya tahu namanya saja tapi tak tahu wajahnya.


"Jadi ini sambutan untuk ibumu aditia." Ucap imelda sambil menatap aditia dan delia.


Sementara para tamu hanya menatap imelda dengan raut wajah bingung, mereka tak tahu siapa wanita yang mengaku sebagai ibu aditia.


Lalu imelda memberi isyarat dengan jarinya agar anak buahnya mengusir semua tamu agar keluar dari aula ini.


Dan kemudian anak buah imelda langsung mengusir para tamu, dan kini hanya tersisa aditia, delia, imelda, ayah aditia dan beberapa anak buah imelda. Sementara yoga dan bagas sudah sembunyi di lantai dua, kini mereka tengah mengintip dari lantai dua.


"Dan ini istrimu aditia?" Tanya imelda.


"Seperti yang kau lihat." Jawab aditia.


Delia hanya tersenyum sambil memegang tangan aditia, sementara ayahnya hanya duduk di dekat aditia sambil terus menatap imelda.


"Ah, aku sampai melupakanmu." Ucap imelda sambil berjalan mendekati pak wijoyono.


"Tak ku sangka sekarang kau sudah jadi bandot tua." Ejek imelda.

__ADS_1


"Meski aku tua tapi aku tak sepertimu yang awet muda dengan cara hina imelda." Ucap pak wijoyono sambil tersenyum mengejek.


Imelda langsung menatap tak suka ketika mendengar ucapan mantan suaminya itu.


"Apa tujuanmu datang kemari IBU." Ucap delia sambil menekankan kata ibu.


Imelda hanya tersenyum sambil melipat kedua tangannya di dada. "Aku kemari jelas ingin membawa putraku."


"Tapi aku tak mau pulang bersamamu." Ucap aditia.


"Maka aku akan memakai cara kasar agar bisa membawamu pulang aditia." Jawab imelda.


"Kenapa kau memaksanya untuk ikut bersamamu, dia putraku. Jadi haknya untuk tinggal disini. Lagi pula kenapa kau tak membuat anak lagi dengan suami barumu itu imelda, apa kejantanan suamimu sudah tak berfungsi sehingga kau tak mampu punya anak lagi." Ucap pak wijoyono sambil tersenyum.


"Jaga biacarmu tua bangka." Bentak imelda.


"Kau menyebutku tua bangka, lalu sebutan apa yang pantas untukmu? Nenek peot." Jawab pak wijoyon sambil tertawa, dia tahu tempramental imelda dan dia tahu imelda mudah marah ketika ada yang menghinanya. Tapi wijoyono sangat suka ketika membuat imelda murka.


Sementara delia dan aditia hanya tertawa ketika mendengar ayah mereka tengah menggoda imelda.


"Kau..." Tunjuk imelda kepada pak wijoyono.


"Iyah, ada apa." Jawab pak wijoyono.


"Beraninya kau menghinaku." Ucap imelda.

__ADS_1


"Aku tak menghinamu aku hanya bertanya kepadamu, apa itu salah?"


Imelda sudah kehilangan kata-kata, percuma meladeni wijoyono karena dia tahu jika wijoyono pintar membolak-balikkan kata.


"Ayo aditia kita pulang." Ucap imelda sambil menarik tangan aditia.


"Aku tak mau pulang." Jawab aditia tegas.


Imelda hanya diam mematung ketika mendengar jawaban dari anaknya.


"Apa kau yakin tak mau pulang?" Tanya imelda.


"Iyah aku yakin." Jawab aditia.


"Baiklah, jika cara halus tak mempu membawamu pulang maka jangan salahkan aku menggunakan cara kasar untuk membawamu pulang aditia." Ucap imelda.


Lalu imelda melenggang pergi, tapi sebelum dia melenggang pergi. Imelda menyuruh anak buahnya untuk membunuh delia dan pak wijoyono.


Dan kini anak buah imelda sudah siap dengan senjata yang ada di tangan mereka untuk membunuh delia dan pak wijoyono.


***


Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊


Dan makasih sudah meluangakan waktu buat baca novel author.~

__ADS_1


__ADS_2