Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#25 Villa cirata 2


__ADS_3

"Aku tak akan melepaskan mu sampai kau memuaskan ku." aucap aditia. Lalu dia mengangkat tubuh delia dan membawa nya ke atas ranjang dan aditia langsung memulai aksi nya.


---------------------------------


Setelah melewati malam yang panas, delia terbangun dengan beberapa tanda merah di sekujur tubuhnya, di lirik nya jam menunjukan pukul 8 pagi. Dia melihat ke sekeliling kamar tidak di temukan keberadaan aditia lalu delia mengambil handuk untuk menutupi tubuh telanjangnya.


Sebelum delia beranjak ke kamar mandi delia mendengar suara tawa beberapa wanita, karena penasaran delia mendekati jendela kamar nya dan di lihat nya aditia sedang berfoto dengan beberapa wanita.


"Dasar playboy, tadi malam meniduriku sekarang sudah mencari wanita lain." Ucap delia kesal.


Tak ingin terlalu lama melihat aditia bersama beberapa wanita, delia langsung pergi menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri. Tak selang beberapa lama delia keluar dari kamar mandi dan langsung memilih baju santai untuk di kenakannya hari ini.


Setelah selesai berpakaian dan berdandan, delia keluar dari kamar nya. Entah kenapa bulu kuduk delia berdiri, di rasakan hawa menjadi dingin,delia tak mau berlama-lama langsung berjalan menuju pintu keluar. Saat di luar delia masih melihat aditia dengan beberapa wanita delia tak peduli dia lebih memilih mengacuhkan aditia.


Aditia yang melihat delia langsung mengerjar delia, tak peduli dengan ocehan beberapa wanita yang tadi bersamanya.


"Hey, kau kenapa pagi-pagi sudah cemberut." Tanya aditia.


"Bukan urusan mu. Sana pergi temani tuh !!! cewe-cewe baru mu." Ucap delia lalu melenggang pergi.


"Kau cemburu." Tanya aditia.


"Cemburu? buat apa aku cemburu, gak ada guna aku cemburu sama mereka." Jawab delia.


Aditia hanya tersenyum ketika melihat tingkah delia yang sedang cemburu.


"Ayo." Ajak aditia.


"Kemana." Tanya delia.

__ADS_1


"Kau tak ingin sarapan." Ucap aditia.


Entah kenapa seperti ada yang memperhatikan delia dari arah villa.


"Mungkin perasaan ku saja." Pikirnya.


Tempat makan dengan villa yang mereka tempati jarak nya lumayan jauh di tambah dengan jalannya yang menanjak membuat delia kecapean.


"Cape..." Teriak delia.


"Baru jalan segini aja udah cape, sini aku gendong." Ucap aditia sambil membungkukan tubuhnya.


"Iyah, iyah." Ucap delia langsung naik ke punggung aditia.


Tak sedikit orang yang melihat mereka berdua banyak yang kagum pada mereka, karena delia yang cantik dan aditia yang tampan.


"Uh.. kasep pisan lalaki teh." (uh.. Tampan banget pria itu).


seperti itulah omongan beberapa orang.


"Mereka bicara apa sih." Tanya delia.


"Tak tahu." Ucap aditia.


"Kirain kamu ngerti." Jawab delia.


"Sudah sampai, turun." Ucap aditia.


Lalu delia turun dari punggung aditia, dan aditia menemui pemilik warung makan tersebut.

__ADS_1


"Mbak, ada apa aja." Tanya aditia.


"Banyak kang, aya sate, ikan bakar, nasi liwet." Ucap si pemilik warung makan.


"Pesan sate aja 30 tusuk yah, terus minuman nya teh manis aja."


"Enya, Antosan helanya kang." Ucap pemilik warung tersebut meski aditia tak mengerti, Aditia hanya membalasnya dengan senyuman.


"Kamu pesen apa." Tanya delia.


"Sate 30 tusuk." Ucap aditia.


"Hah? Banyak banget pesennya." Ucap delia.


"Iyah aku takut nanti kamu gak kenyang delia." Jawab aditia.


"Oh. Anu aditia." Ucap delia


"Apa." jawab aditia.


"Aku takut kalau harus nginep lagi di villa itu." Ucap delia.


"Apa yang harus di takutin." Tanya aditia.


"Ah... kamu gak akan ngerti." Ucap delia.


"Tenang aja gak perlu takut, kan ada aku." Ucap aditia.


"Dasar." Jawab delia

__ADS_1


Tak berselang beberapa lama pesanan mereka pun sampai lalu delia langsung menyantap sate yang di pesan aditia dan aditia hanya bisa tersenyum melihat delia.


__ADS_2