Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#21 Masa lalu aditia


__ADS_3

Delia hanya diam membisu entah apa yang harus dia katakan, entahlah delia hampir menangis membayangkan perselingkuhan ayah aditia.


-------------------------------


"Kenapa." Tanya aditia.


"Tidak, aku hanya membayangkan pasti sakit rasa nya ketika orang yang kita cintai berselingkung dengan sahabat kita sendiri." Ucap delia.


"Perselingkuhan itu tak seberapa." Ucap aditia.


"Maksud mu." Tanya delia penasaran.

__ADS_1


Aditia menghela nafas sebelum melanjutkan cerita nya.


"Kau tahu, ketika ibu ku keluar dari rumah sakit. Betapa terkejutnya dia ketika melihat ayah sedang bercumbu dengan sahabatnya itu, bukannya merasa bersalah ayah malah memukul ibu dan mendorong nya hingga terjatuh. Aku yang saat itu ingin membantunya, tapi tak bisa karena di halangi oleh para penjaga. Lalu ayah membawa pergi wanita simpanan nya itu entah kemana meninggalkan ibu yang terus menangis." Ucap aditia dengan nada yang serak.


Lalu dia melanjutkan cerita nya.


"Seminggu ayah tak pulang ke rumah dan sakit ibu semakin hari semakin parah. Dan pada suatu hari ayah pulang membawa wanita simpanannya dan dia bilang wanita simpanan nya itu akan tinggal di rumah bersama kami. Ibu ku yang saat itu protes dan ingin menampar pipi wanita itu di halangi oleh ayah ku, dan ayah ku langsung menampar pipi ibu. Dan ku lihat air mata nya mengalir, ibuku tak menyangka bahwa orang yang selama ini dia cintai tega menyakiti nya karena wanita murahan itu." Ucap aditia. Terlihat dari ujung mata aditia mengeluarkan air mata.


"Kau tahu apa yang lebih parah?" Ucap aditia.


"Memang nya apa?" Tanya delia dengan suara nya yang sedikit serak.

__ADS_1


"Saat itu di rumah terjadi pertengkaran hebat, ayah terus memukul ibu, dia juga menyiram nya dengan air dingin dan ayah menyeret ibu ke gudang dan mengurung nya tanpa di beri makan dan minum. Dan wanita licik itu hanya terseyum puas melihat penderitaan ibu ku. Keesokan harinya ayah mengeluarkan ibu dari gudang, ibu terlihat sangat lemas. Tubuhnya yang tadi nya berisi sekarang menjadi kurus kering. Lalu ayah menyered ibu dengan paksa, dan ibu melihat ke arah ku dengan tatapan yang sangat menyedihkan. Hati ku hancur ketika aku tak bisa melakukan apa-apa untuk menolong nya. Lalu ku lihat ayah menyered ibu ke belakang rumah dan di sana sudah menunggu wanita licik itu dengan sebuah pecut di tangan nya. Kemudian ayah mengingat ke dua tangan ibu di tiang dan wanita itu memecut tubuh ibu ku hingga mengakibatkan luka-luka. Dan ibu hanya bisa menangis dan sesekali menjerit, para pembantu dan penjaga hanya bisa diam mereka tak berani membantu ibu ku karena mungkin takut di pecat. Setelah cukup puas menyiksa ibu ku, ayah dan wanita itu pergi meninggalkan ibuku, Saat mereka pergi aku langsung berlari menghampiri nya ku lihat wajah nya sudah pucat pasih dan para penjaga membantu membawa ibu ke kamar." Suara aditia semakin serak,tak terasa beberapa tetes air mata lolos dari mata aditia."Beberapa hari ayah dan wanita itu tak mengganggu ibu, tapi perkiraan ku salah. Suatu hari ayah bertindak sangat berbeda dia bersikap lembut dan terlihat sangat menyayangi ibu tapi ternyata hari itu adalah hari terakhir ibu ku berada di dunia ini." Ucap aditia.


Delia hanya terdiam, hati nya ikut sedih ketika mendengar cerita aditia.


"Apakah kau tahu bagaimana cara ayah ku membunuh ibu ku?" Ucap aditia sambil melihat delia.


"Memangnya bagimana." Ucap delia.


"Hari itu ayah bersikap berbeda dia memanjakan ibu, memeluk nya dan bercanda tawa dengan nya. Dan ayah memberi makanan untuk ibu. Dan kau tahu, ayah menaruh racun di makanan ibu ku." Ucap aditia. "Setelah selesai makan ibu ku langsung kejang-kejang dan ayah ku hanya diam saja melihat ibu ku yang kejang-kejang, aku yang saat itu panik hanya bisa menjerit dan menangis. Setelah itu keluar busa dari mulut nya dan ibu ku meninggal." Ucap aditia. Dan tangisan aditia pun pecah dia langsung memeluk delia.


"Mereka membunuh ibuku delia, mereka membunuhnya." Ucap aditia dengan suara seraknya.

__ADS_1


Delia ikut menangis, dia tak kuasa menahan tangisan nya ketika mendengar cerita aditia, dia tak habis pikir ternyata masa lalu aditia begitu suram.


__ADS_2