
Hari ini nampak Via dan Bianca tengah bersiap untuk melamar pekerjaan di salah satu perusahaan yang cukup besar. Dan menurut desas desus yang beredar kalau pemimpin perusahaannya yang baru seorang pria muda dan tampan, hal itulah yang membuat bianca semangat untuk melamar kerja di perusahaan itu.
"Kamu sudah siap sayang." Tanya ibunya bianca.
"Udah kok mah, aku cantik gak." Tanya bianca sambil memutar tubuhnya.
"Cantik dong sayang, namanya juga anak mamah pasti cantik." Puji ibunya.
"Kalau begitu aku berangkat dulu yah mah." Ucap bianca sambil mencium pipi ibunya.
"Iya, sayang. Semoga berhasil yah." Ucap ibunya menyemangati bianca.
"Mah Via juga berangkat yah." Ucapnya sambil tersenyum.
"Ya, sudah sanah pergi." Ucap ibunya sambil menatap sinis Via.
Dan Via hanya bisa diam sambil tersenyum kaku saat mendengar ucapan dari ibunya itu.
Lalu Via langsung berjalan keluar dari rumahnya itu, lalu langkahnya tertuju pada mobil yang akan mengantarkan Via dan Bianca ke perusahaan tempat mereka akan melamar pekerjaan.
Saat Via sudah masuk ke dalam mobil.
"Hey, tunggu dulu. Apaan kamu main masuk ke dalam mobil aja." Maki Bianca.
"Tapikan kita satu tujuan." Ucap Via.
__ADS_1
"Gak, aku gak mau satu mobil sama kamu. Sekarang kamu turun, nanti mau di taruh dimana muka ku saat orang lain lihat aku turun bareng orang kampungan kaya kamu." Maki Bianca.
Lalu Via langsung turun dari dalam mobil, dan mobil tersebut langsung pergi meninggalkannya. Via hanya bisa menatap sendu kepergiaan mobil itu, entah kenapa semua orang yang ada di rumah tak pernah menyukai dirinya.
Tak ingin terus memikirkan hal itu, Via langsung mencari angkutan umum untuk pergi ke tempatnya bekerja. Yaitu di Saputra Entertainment, yakni perusahaan milik Aditia yang sekarang di pegang oleh anaknya yaitu bagas.
Di tempat lain...
Nampak bagas sudah siap dengan baju kantorannya itu, yang menambah kesan tampan dan mampu membuat para wanita berteriak histeris.
"Aku sangat bersyukur kau mau mengurus perusahaan milik mendiang ayahmu." Ucap Yoga.
"Hem, jika bukan karena ingin balas aku tak mau harus mengurus perusahaan." Ucap bagas.
"Jadi?" Tanya Bagas.
"Tak ada, sekarang kau harus berangkat ke kantor." Ucap yoga.
"Hem." Lalu Bagas langsung menaiki mobil sport miliknya.
Kemudian Bagas langsung tanjab gas, dan segera meninggalkan rumah megahnya itu.
Sementara itu...
Nampak Via tengah berlari menuju ke tempat kerjanya itu, sudah sangat lama Via menunggu angkutan umum tapi dia tak ada dengan terpaksa Via harus berlari cepat.
__ADS_1
Tak terasa kini Via sudah ada di depan perusahaan Saputra Entertaiment.
"Hah... Akhirnya sampai juga." Ucap Via, lalu tangannya mengusap keringat yang bercucuran di keningnya.
Dengan langkah pelan Via berjalan ke dalam kantor yang sangat besar, dan di sana sudah banyak orang yang akan mendaptar menjadi sekertaris CEO baru.
"Banyak bangat yang daftarnya." Pikir Via, lalu matanya melihat ke semua wanita yang hendak daftar dan rata-rata mereka seperti anak orang kaya. "Kebanyakan anak orang kaya, kalau udah kaya kenapa mau bekerja jadi sekertaris." Pikir Via.
"Hallo." Sapa seorang wanita pada semua orang yang akan daftar menjadi sekertaris.
Dan semua orang langsung melihat ke arahnya, "Baiklah sekarang kalian ikut saya ke lantai 2. Dan di sana kalian akan menunggu panggilan untuk enterview."
Setelah mendengar intruksi, semua orang yang akan mendaftar langsung pergi ke lantai dua.
Di lantai 2.
Nampak sudah di sediakan kursi, dan Via langsung duduk di salah satu kursi yang kosong. Kemudian matanya melihat ke wanita-wanita yang ada di sampingnya pakaian mereka, tampilan, dan riasan wajah mereka sangat bagus. Lalu mata Via melirik pakaian yang dia kenakan hanya sebuah rok mini hitam dan baju putih dan rambut yang hanya di kepang ekor kuda. Dan make up, via hanya memoleskan sedikit bedak dan lipstik.
Entah kenapa rasa percaya dirinya langsung hilang seketika, lalu matanya sekilas melihat bianca yang sangat cantik dengan baju yang bagus dan juga dandanan yang sangat cantik.
"Apakah aku akan di terima kerja? Hais, bagaimana kalau tidak." Itulah yang ada di pikiran Via.
"Baiklah sekarang kita mulai enterviewnya, dan nama yang di panggil langsung masuk ke dalam. Sofia." Ucap wanita itu sambil mengabsen. Kemudian wanita yang di panggil langsung masuk ke dalam ruangan itu.
Jantung Via berdetak sangat kencang dia takut jika dia sampai tak lolos.
__ADS_1