Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
CP. S2-3


__ADS_3

Sudah sekian lama Via menunggu namanya di panggil, dan nampak dia sudah sangat bosan dan lelah menunggu.


"Via." Kini namanya telah di panggil lalu Via dengan semangat langsung berdiri dari kursinya.


"Saya." Ucapnya, lalu wanita yang memanggilnya langsung menyuruhnya untuk masuk ke dalam. Saat Via tengah berjalan nampak banyak wanita yang mencibir tampilannya itu.


"Cih, tampilannya kaya orang kampung."


"Memangnya dia bakal di terima dengan tampilan seperti itu."


"Paling-paling dia langsung di usir dengan tampilan kumuh seperti itu."


Begitulah cibiran yang di lontarkan beberapa wanita untuknya, dan nampak Bianca hanya menatapnya puas.


Tak ingin ambil pusing Via langsung masuk ke dalam ruangan yang sudah di sediakan. Dan kini dia sudah berada di dalam ruangan yang hanya berisi satu orang yang tak lain adalah Bagas.


Lalu Via menundukkan badan tanda untuk memberikan hormat padanya. "Perkenalkan nama saya Via." Ucapnya.


Tak menjawab ucapan Via, Bagas langsung melihat berkas-berkas milik Via.


"Jadi kau lulusan terbaik di salah satu universitas di Indonesia?" Tanya Bagas.

__ADS_1


"Iya." Jawab Via.


"Apa berkas-berkas ini palsu atau asli." Tanya Bagas sambil menatap sombong pada Via.


"Apa maksud ucapan anda ini?" Tanya Via.


"Tidak, lupakan pertanyaanku yang barusan." Ucap Bagas. Lalu matanya melihat Via dari atas sampai bawah.


"Ada apa dengan tampilanmu?" Tanya Bagas.


"Maksud anda?" Tanya Via.


"Saya di sini untuk melamar pekerjaan bukan untuk memamerkan kecantikan." Jawab Via.


Lalu Bagas hanya memainkan bolpoin miliknya, sunggu wanita yang ada di hadapannya itu sangat berbeda dengan wanita-wanita yang dari tadi melamar pekerjaan. Mereka tanpa malu merayu Bagas dengan tubuh mereka tapi dari segi kemampuan, mereka tak punya kemampuan.


Kini Bagas menatap Via dengan tatapan serius, lalu di melontarkan beberapa pertanyaan dan tak di sangka via menjawabnya dengan sangat mudah.


Setelah puas mengetes kemampuan Via, Bagas langsung berdiri dan menyodorkan tangannya.


"Selamat kamu di terima." Ucap Bagas.

__ADS_1


Dan nampak via sangat kegirangan, lalu dia langsung membalas jabat tangan dari Bagas


"Terimakasih pak Bagas." Ucap via.


"Kalau begitu kau bisa keluar dan besok kau bisa datang ke sini." Ucap Bagas.


Lalu Via langsung keluar dari ruangan tersebut, nampak wanita yang merupakan asisten Bagas langsung mengumumkan jika pendaftaran nya sudah selesai.


"Maaf semuanya, pendaftaran nya sudah selesai dan Pak Bagas sudah menemukan sekertaris barunya." Ucapnya.


Nampak wajah kecewa dari para wanita yang sudah lama menunggu, dan begitu juga dengan Bianca di sangat kesal saat mendengar pengumuman tersebut. Lalu matanya melirik ke arah Via yang tengah tersenyum gembira tanpa pikir panjang Bianca langsung meninggalkan perusahaan tersebut, dia ingin segera mengadu kepada ayah dan ibunya.


Sementara itu.


Nampak Bagas terus teringat akan jawaban dari gadis yang tampilannya sangat jelek itu. "Dia terlalu berani untuk tampilan wanita culun seperti itu." Ucap Bagas pada dirinya.


Sebenarnya Bagas menarima Via karena kemampuannya, dan di tambah Via yang terlihat biasa saja pada saat berhadapan dengannya tidak seperti wanita-wanita yang sebelumnya. Dan hal itu membuat Bagas tak suka.


Dan entah kenapa ada perasaan tak asing saat menjabat tangan Via, seperti ada sebuah ikatan yang mendalam antara mereka berdua tapi Bagas tak tahu ikatan apa itu.


•Apakah ada yang tahu ikatan apa yang Bagas maksud?????

__ADS_1


__ADS_2