
Sudah cukup dengan segala pemikirannya, aditia memilih langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur kesayangannya yang membarikan kenyamanan untuknya dan aditia langsung memejamkan kedua mata nya dan pergi menuju alam mimpi.
-----------------------------------
Di pagi hari yang cerah terlihat wajah aditia lebih berseri hari ini lalu di langsung pergi menuju kediaman delia, dia tak sabar untuk melihat bidadari kesayangannya itu.
Aditia memacu mobil nya dalam kecepatan sedang, entah kenapa hari ini suasana hatinya dalam keadaan sangat baik.
Skip.
Aditia memberhentikan mobil nya di depan apartemen delia lalu aditia berjalan menuju apartemen delia dengan tak lupa menebar senyum ramah ke setiap orang yang dia temui.
Tok, tok, tok, tok.
Lama delia tak membukakan pintu membuat aditia marah karena harus menunggu delia lalu aditia membuka paksa pintu apartemen delia, sontak mata nya terkejut dengan kondisi apartemen delia yang acak-acakan.
"Delia, kau di mana sayang."
__ADS_1
Aditia terus mencari keberadaan delia tapi tak ada tanda-tanda keberadaan delia.
Lalu aditia berpikir keras, ketika dia melihat kondisi apartemen delia yang seperti ini kemungkinan delia di culik oleh beberapa orang.
Lalu aditia keluar dari apartemen delia dengan keadaan marah, dia akan mencari keberadaan delia sampai ke ujung dunia sekali pun dan akan membalas untuk orang yang telah menculik delia.
Tak ingin berpikiran negatif dulu, aditia langsung mengendarai mobil nya menuju ke tempat tinggal sarah untuk memastikan keberadaan delia, jika delia tak ada di sana maka aditia akan langsung mengambil tindakan untuk mencari keberadaan delia.
Tak memakan waktu lama untuk pergi ke rumah sarah, aditia langsung memarkirkan mobilnya dan langsung berjalan menuju kediaman sarah.
Tok, tok, tok, tok...
Lalu pintu terbuka, memperlihatkan sarah dengan wajah orang khas bangun tidur.
"Eh, aditia, ada apa tumben kemari."
"Apa delia ada di sini."
__ADS_1
"Delia? delia gak ada di sini, emang kenapa?"
"Oke, kalau begitu aku pergi dulu." Lalu aditia langsung meninggalkan rumah sarah tanpa mendengarkan teriakan sarah yang bertanya tentang delia.
Aditia sangat khawatir pada delia, dia juga sangat marah pada orang yang berani menculik delia.
Aditia langsung pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan hilangnya delia, tapi laporan aditia belum bisa di terima karena delia belum hilang selama 24 jam.
Setelah kekecewaan nya pada pihak kepolisian aditia langsung mengendarai mobil nya menuju rumahnya.
"Bedebah." Teriak aditia marah karena polisi tak bisa menindak lanjuti hilangnya delia.
Lalu aditia memanggil seluruh anak buahnya untuk berkumpul di tempatnya sekarang.
Tak beberapa lama anak buah aditia sudah berada di tempat aditia, mereka melihat aditia dengan tatapan marah melihat mereka, mereka semua meneguk ludahnya karena takut melihat kondisi aditia sekarang.
"Cari keberadaan delia, sekarang juga dan jika kalian tak bisa menemukan keberadaan nya maka kepala kalian akan menjadi hiasan dingding kamar ku." Teriak aditia dengan penuh emosi.
__ADS_1
Anak buah aditia yang mendengar ucapan dan ancaman aditia langsung melaksanakn perintahnya, mereka akan berusaha keras mencari keberadaan delia karena mereka tak ingin kehilangan nyawa mereka karena amarah aditia.
Aditia yang melihat anak buah nya pergi mencari keberadaan delia. Dia berjalan menuju tempat tidur nya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur miliknya , pikirannya terus melayang memikirkan keberadaan delia.