Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#29 kediaman keluarga wijoyono


__ADS_3

Lalu aditia memeluk delia dalam pelukannya tak lupa dia pun mengecup kening delia dan memejamkan matanya dan terlelap tidur bersama delia.


--------------------------------


Kabar tentang aditia sudah memiliki pasangan terdengar hingga ke telinga ayah aditia.


"Selidiki latar belakang perempuan yang menjadi kekasih aditia." Ucapnya pada bawahannya.


Tak beberapa lama bawahan ayah aditia datang membawa informasi.


"Namanya delia putri tuan, orang tua nya sudah meninggal akibat kecelakaan dan dia tinggal di apartemen kumuh di jakarta." Ucap bawahan ayah aditia.


"Orang miskin rupanya, panggil aditia sekaligus bilang ajak kekasihnya ke rumah." Ucap ayah aditia.


*D**i rumah aditia*.


Kring... Kring... Kring...


Telpon aditia berbunyi yang membuat aditia terbangun. Di lihat nya nama yang tertera di layar ponselnya.


"Mau apa orang ini menelpon."


"Hallo, ada apa kau menelpon ku."


"Tuan besar meminta tuan muda untuk datang ke rumah sekalian ajak kekasih tuan muda."


"Dari mana tua bangka itu mengetahui aku mempunyai kekasih."

__ADS_1


"Saya kurang tahu, saya hanya di suruh menyampaikan pesan dari tuan besar."


Lalu aditia mematikan telpon nya sebelah pihak.


"Kurang ajar, berani-berani nya dia memata-matai ku." Ucap aditia kesal.


Aditia melihat delia yang tengah tertidur pulas, tak tega untuk membangunkannya aditia membiarkan delia melanjutkan mimpi indahnya.


Lalu aditia berpikir, apakah dia harus ke rumah tua bangka itu dan membawa delia, dia takut si tua bangka itu menyakiti perasaan delia dengan ucapannya. Setelah bergelut dengan pemikiran nya aditia memutuskan untuk pergi ke tempat tua bangka tersebut dengan delia, dia ingin tahu apa yang akan si tua bangka itu lakukan pada delia.


Tak berselang beberapa lama delia terbangun dari tidurnya, dia mencari aditia dan di lihatnya aditia sedang berada di ruang tamu.


"Kau sedang apa." Tanya delia.


"Kelihatannya." jawab aditia. "Oh.. Iyah bersiaplah nanti malam kita akan pergi ke rumah ayahku." Ucap aditia.


"Kenapa aku harus ikut." Tanya delia.


"Bagaimana kalau dia tak suka dengan ku." Ucap delia.


"Tenang saja, ada aku." Ucap aditia.


"Hmmmm... "


Skip.


Tak terasa siang sudah berganti menjadi malam kini delia sedang bersiap untuk pergi menuju kediaman keluarga aditia, ada perasaan buruk dia takut jika ayah aditia tak menyukainya.

__ADS_1


"Delia, apakah kau sudah siap." Tanya aditia.


"Iyah sudah." jawab delia lalu delia turun dan menemui aditia yang sudah siap.


"Kau sangat cantik malam ini." Ucap aditia sambil mencium rambut delia.


"Kebiasaan mu, menggombal dan menggombal." Ucap delia.


"Aku tak menggombal itu memang kenyataan." Ucap aditia. "Ya sudah ayo." Ajak aditia.


Di perjalanan menuju kediaman keluarga aditia suasana terasa canggung.


"Kau kenapa?" Tanya aditia.


"Tak apa-apa." Jawab delia.


Tak terasa mereka sudah sampai di kediaman keluarga Wijoyono dan aditia menuntun delia memasuki rumah yang dulu pernah ia tinggali.


Di ruang tamu terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk sambil menyilangkan kakinya, tatapannya terus mengarah ke delia.


"Jadi ini kekasihmu aditia." Ucapnya sambil terus memandang rendah delia.


"seperti yang kau tahu." Ucap aditia.


"Lebih baik kau tinggalkan wanita miskin seperti dia, masih banyak wanita-wanita yanh kaya dan lebih sederajat dengan kita, tidak seperti wanita ini yang tak pantas bersanding denganmu." Ucap ayah aditia.


Delia yang mendengar ucapan ayah aditia, langsung berlari keluar dari rumah ayah aditia dia sakit hati. Dia tak menyangka ayah aditia bisa menghina nya seperti itu dan aditia yang melihat delia berlari keluar langsung mengejarnya.

__ADS_1


"Awas kau tua bangka." Ucap aditia sambil menunjuk ayahnya.


Dan orang yang di tunjuk hanya tersenyum, seperti orang yang tak mempunyai salah.


__ADS_2