Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#56 Hari yang di tunggu


__ADS_3

Setelah cukup lama mengendari mobilnya, kemudian mobil aditia sudah sampai di hotel tempat delia (sherly), lalu delia (sherly) langsung turun dari mobil. Dan aditia langsung menancap gas meninggalkan delia (sherly) yang tengah memandang mobil aditia sampai mobil aditia tidak terlihat lagi.


----------------------------------


Hari yang di tunggu telah tiba, kini terlihat delia (sherly), sedang di rias oleh perias profesional, terlihat raut wajah bahagia terukir jelas di wajah delia (sherly).


"Bahagia banget hari ini yah mbak." tanya seorang perias.


"iyah hari ini aku akan menikahi pria yang ku cintai." jawab delia (sherly).


"Selamat yah mbak, moga pernikahannya langgeng."


"Amin."


Merias delia (sherly) cukup memakan waktu yang lama, tapi itu semua terbayarkan dengan hasil yang sangat memuaskan.


"Ih, mbak cantik banget." Ucap kagum para penata rias.


"Hmm. Mbak-mbak ini bisa aja, aku bisa cantik kaya ginikan berkat kalian semua yang udah ngedangdanin aku."


"hmmm. Si mbak ini merendahkan diri banget yah." terdengar pujian dari para penata rias karena sikap lemah lembut delia (sherly).


Sherly kemudian melihat jam di handphonenya, dan jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.

__ADS_1


"Mbak tolong bantu saya keluar yah, karena supir suruhan calon suami saya pasti udah nunggu."


"Baik mbak delia."


Kemudian para penata rias membantu mengangkat gaun pengantin delia (sherly) yang sangat panjang, sehingga butuh bantuan orang untuk mengangkat gaun itu agar tak kotor oleh debu.


Dan di parkiran sudah terlihat supir suruhan aditia sudah menunggu kedatangan delia (sherly).


"Mari nona." Sambil membukakan pintu belakang mobil.


Lalu delia (sherly) memasuki mobil tersebut, tak lupa dia juga melambaikan tangan dan memberikan senyuman kepada para perias yang telah membantunya berdandan sehingga membuatnya menjadi cantik di hari yang sangat istimewa ini.


Di tengah perjalanan delia (sherly) terlihat senyum-senyum sendiri, dia kini tengah membayangkan ketika dirinya dan aditia mengucapkan janji suci dan membayangkan bagaimana kebahagiaannya nanti ketika dia dan aditia sudah berumah tangga, membayangkan ketika mereka memiliki sepasang anak-anak yang lucu. Ah, delia (sherly) sudah tak sabar menanti semua itu.


Dan sherly harus memikirkan rencana agar delia tak datang lagi ke dalam kehidupan aditia dan menghancurkan kebahagiaan sherly.


Tittttt...


Suara klakson mengagetkan delia (sherly) dari khayalannya.


"Ih, pak ngagetin aja." Tegur delia (sherly)


"Maaf non di depan macet banget."

__ADS_1


Lalu delia (sherly) melihat kesekeliling dan terlihat kemacetan kota jakarta yang menjadi rutinitas sehari-hari.


"Hmmm. kira-kira jam berapa yah sampe ke gedung pernikahannya."


"Pasti akan memakan waktu yang lama non, maklum kan macet kalau gak macet pasti cepet."


Tanpa pikir panjang delia (sherly) langsung menelpon aditia.


"Hallo."


"iyah, hallo juga."


"Sayang maaf aku pasti datangnya telat, di jalannya macet banget."


"Gak papa kok, kamu tenang aja mau kamu datang jam berapa pun aku pasti akan menunggu kedatanganmu delia."


"Hmm. Makasih yah sayang."


"Ya udah, aku tutup dulu yah."


"iyah sayang."


Lalu aditia langsung menutup telpon dari delia (sherly), dia kini tengah duduk sambil melihat dekorasi gedung pernikahannya yang sangat indah baginya, dan itu pasti akan membuat delia (sherly) itu sangat terkejut dan tak bisa berkata-kata lagi untuk mengungkapkan rasa senangnya.

__ADS_1


__ADS_2