
Aditia menyeringai saat buaya-buaya tersebut memakan daging-daging yang di bawa oleh nya.
----------------------------------
3 Hari setelah aditia menghabisi tari, berita hilangnya tari pun menyebar. Beberapa polisi di kerah kan untuk mencari keberadaan tari tapi hasil nya nihil tari tak kunjung di temukan.
Aditia yang mendengar berita hilangnya tari hanya tersenyum.
"Bagimana bisa di temukan, mungkin sekarang dia sudah di cerna dan jadi kotoran buaya." Pikir aditia sambil sesekali menahan tawa ketika memikirkan orang-orang bodoh yang terus mencari keberadaan tari.
Setelah puas menertawakan para polisi yang mencari keberadaan tari, aditia kemudian bersiap menuju kampus nya, dia tak sabar ingin bertemu delia karena beberapa hari ini dia tak bertemu dengan dewi nya itun, dan juga delia sudah keluar dari rumah sakit 2 hari yang lalu.
Skip.
Tak memakan waktu yang lama di perjalanan aditia sudah sampai di kampus nya, seperti biasa sorak-sorak kaum hawa ketika melihatnya datang ke kampus.
Lalu dari kejauhan sherly berlari dan memeluk aditia.
"Hiks, hiks, hiks, tari menghilang kak aditia." Ucap sherly.
"Tenang lah, pasti tari akan segera di temukan." Ucap aditia menenangkan sherly sambil melepas pelukan sherly.
Delia yang melihat aditia dan sherly berpelukan langsung berjalan menjauh.
"Jadi semua perhatian nya dan ucapan manis nya hanyalah omong kosong." Ucap delia. "Kau wanita bodoh delia yang percaya bahwa pria gila itu mencintaimu." Oceh delia pada dirinya sendiri.
Brukkk.
Delia menabrak seorang pria.
"Maaf aku tak sengaja." Ucap delia sambil membantu pria itu berdiri.
__ADS_1
"Tak perlu minta maaf, Aku juga tak melihatmu ketika kau berjalan." Ucap pria itu. " perkenalkan aku Rido Mahendra." Ucap nya sambil menyodorkan tangan nya pada delia.
"Delia putri." Sambil membalas jabatan tangan rido.
"Maaf bisa kau beri tahu jalan menuju kelas jurusan kedokteran." Ucap rido.
"Kau mahasiswa baru jurusan kedokteran? Saya juga jurusan kedokteran." Ucap delia.
"Kebetulan sekali." Ucap rido.
"Mari." Ajak delia.
Kemudian mereka berdua pergi ke kelas nya, sambil sesekali bercanda tawa tanpa mereka sadari aditia sedang melihat rido yang tengah bersama delia dengan tatapan benci.
"Berani sekali kau mendekati wanita milik ku." Ucap aditia, lalu melenggang pergi.
Di dalam kelas jurusan kedokteran.
"Siang."
"Sebelum mulai pelajaran hari ini kita kedatangan mahasiswa baru pindahan dari bandung, silahkan perkenalkan diri."
Kemudian rido memperkenalkan diri nya.
"Perkenalkan nama saya rido mahendra, Saya pindahan dari bandung." Ucap nya.
"Widih, cakep banget." Ucap beberapa mahasiswi.
Memang rido memiliki paras yang sangat menawan, tak heran banyak wanita yang ingin menjadi pacar nya.
Setelah memperkenalkan diri rido kemudian duduk di belakang delia dan Saat dosen mengajarkan materi bukan nya pokus pada pelajaran rido malah terus memperhatikan delia.
__ADS_1
Skip.
Saat pelajaran berakhir, delia bergegas pergi tapi tangan nya di tahan oleh rido.
"Mau ku antar pulang." Tawar nya.
"Tidak, aku harus bekerja." Ucap delia.
"Kalau begitu mari ku antar." Ucap rido.
"Tidak usah, aku bisa jalan sendiri." Ucap delia.
"Aku tak suka penolakan." Ucap rido.
"oke, baiklah."
Lalu mereka pergi ke parkiran dan rido menyalakan motor ninja nya.
"Ayo naik, tunggu apa lagi." ucap rido sambil menyodorkan sebuah helm untuk delia. "Pakai ini."
Delia memakai helm yang di berikan rido, lalu setelah memakai helm delia menaiki motor rido.
"Sudah." Tanya rido.
"Iyah." Jawab delia.
"Oke kita berangkat."
Kemudian motor rido meninggalkan area parkiran kampus, tanpa di sadari dari dalam mobil aditia melihat mereka berdua dengan tatapan membunuhnya.
"Awas kau." Ucap aditia, lalu pergi meninggalkan kampus.
__ADS_1