
Kini terlihat imelda tengah tersenyum bahagia ketika membayangkan ekspresi mantan suaminya ketika menerima hadiah dari imelda.
---------------------------------
Malam yang hari yang tenang tak ada suara bising sedikit pun, terlihat pak wijoyono tengah bersiap untuk segera tidur.
Tok, tok, tok..
"Masuk."
"Tuan."
"Ada apa?"
"Di depan ada sebuah paket untuk anda."
"Paket dari siapa."
"Tak tahu, karena di sana tak tercantum namanya."
"Hmm... Bawa kemari."
Lalu pelayan tersebut membawa sebuah kotak berwarna merah yang berukuran sedang,serta tak lupa dengan sebuah pita merah menghiasi kota tersebut.
"Ini tuan."
__ADS_1
"Simpan di sana."
Lalu pelayan itu menyimpan kotak tersebut di atas meja, dan pelayan itu langsung keluar dari kamar pak wijoyono.
Terlihat pak winoyono mendekati kotak tersebut, dia melihat-lihat mungkin ada nama yang tertera di atas kota itu, tapi tak ada identitas pengirimnya.
Karena rasa penasaran pak wijoyono langsung membuka kotak tersebut tanpa rasa curiga, setelah kotak itu di buka, netral pak wijoyono langsung membulat ketika melihat isi dari kotak itu.
Bukan hadiah atau apa, melainkan sebuah kepala dengan darah yang masih segar. Dan dia sangat mengenal wajah pemilik kepala tersebut, dia adalah orang suruhan pak wijoyono untuk mencari tahu informasi tentang imelda.
Dan di mulutnya terdapat sebuah surat, pak wijoyono langsung mengambil surat tersebut, netralnya langsung membulat ketika membaca isi dari surat itu.
"***Agus cahyanto wijoyono tersayang, aku mengembalikan bawahan mu, karena dia terus saja mengikutiku, jadi aku merasa risih dan ku kembalikan saja padamu sebagai hadiah.
Oh.. iyah wijoyono ku tersayang jika kau sudah mendapatkan hadiah ini, maka aku sudah berada di jakarta, dan aku sangat menantikan pertemuan kita dan juga putra kesayanganku.
Salam sayang.
Imelda***."
Pak wijoyono langsung meremas surat tersebut dan melemparkannya.
"PELAYAN..." Teriak pak wijoyono.
Dan tak beberapa lama seorang pelayan langsung datang.
__ADS_1
"Iyah tuan."
"Kubur benda itu." Sambil menunjukkan kotak yang ada di atas meja.
Dan pelayan itu langsung terkejut ketika melihat isi kotak itu.
"Dan jangan lupa, kubur dengan layak." Ucap pak wijoyono seraya melenggang pergi.
Kini pak wijoyono berencana akan pergi ke rumah sakit untuk menjemput aditia, dia tak sudi jika anaknya bertemu dengan wanita gila itu.
Dan pasti wanita itu akan menghasut aditia untuk melakukan hal-hal gila.
Skip.
Kini pak wijoyono tengah berjalan cepat di koridor rumah sakit, di pikirannya sekarang adalah menyembunyikan keberadaan aditia dari wanita gila itu.
Dan dia akan berusaha sekuat tenaga melindungi aditia dari wanita itu, dan dia juga harus melindungi delia karena pasti wanita gila itu akan menyakiti delia ketika dia tahu jika delia adalah putri dari wanita yang telah merebut posisinya.
Dan kini pak wijoyono sudah berada di depan pintu kamar rawat aditia, dia cukup ragu untuk membuka pintu itu, dia takut jika aditia tak percaya dengan semua ucapannya. Tapi pak wijoyono akan mencoba sebisanya untuk membujuk aditia.
Pak wijoyono langsung membuka pintu kamar rawat aditia, dan terlihat aditia tengah bersama delia. Saat pintu terbuka aditia dan delia langsung melihat siapa yang membuka pintu, sontak mereka terkejut ternyata yang mengunjunginya malam-malam adalah pak wijoyono.
***
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
__ADS_1
Dan makasih udah luangin waktu buat baca novel author.~