
"Gitu dong." Ucap sherly. "Dasar bodoh mau aja di jadikan kambing hitam dan pada akhir nya kak aditia akan jatuh ke dalam pelukan ku." Ucap sherly dalam hati.
----------------------------------
Saat jam pelajaran sudah habis terlihat delia tengah membereskan buku-bukunya yang berada di atas meja.
"Heh kamu." Ucap seorang wanita.
"Saya?" Tanya delia.
"Iyah siapa lagi, emang kamu kira di sini ada orang lagi selain kamu." Ucapnya.
"Ada apa." Tanya delia.
"Kamu sebaiknya jauhin kak aditia, kak aditia itu tunangan ku." Ucapnya.
Delia yang mendengar hal itu sangat terkejut.
"Bagaimana mungkin, dia tak pernah bilang punya tunangan." Ucap delia.
"Kami di jodohkan dan lagi kamu gak pantes buat kak aditia, kamu udah jelek, miskin lagi." Ucap wanita itu. "Oh iyah, kenalkan aku tiara." Lalu melenggang pergi meninggalkan delia.
"Hikks, hiks, hiks..... Kenapa aku begitu bodoh bisa percaya pada pria itu." Ucap delia pada diri nya sendiri.
*D**i parkiran*...
"Kenapa delia lama sekali." Ucap aditia sambil sesekali melirik jam tangannya lelah menunggu aditia berlari menuju kelas delia.
__ADS_1
Saat menuju ke kelas delia aditia berpapasan dengan tiara tapi dia tak menghiraukan keberadaan tiara.
"Delia." Panggil aditia dan terlihat delia tengah duduk sendiri.
"Ayo kita pulang." Ajak aditia sambil menarik tangan delia tapi tangan aditia langsung di tepis oleh delia.
"Jangan sentuh aku." Ucap delia.
"Ada apa denganmu perasaan kau tadi siang tak seperti ini." Tanya aditia keheranan.
"Ku bilang pergi! aku tak mau berhubungan dengan pria yang sudah memiliki tunangan." Ucap delia.
"Siapa yang sudah memiliki tunangan, aku tak memiliki tunangan." Ucap aditia.
"Jangan terus menyangkal aditia, tadi tunangan mu sendiri yang datang pada ku." Ucap delia.
"Tiara, kalian sudah di jodohkan oleh orang tua kalian." Ucap delia dengan mata yang berkaca-kaca.
"Oke, dengarkan aku memang orang tua itu menjodohkan aku dengannya tapi aku tak mau. Karena aku hanya mencintai kamu delia." Ucap aditia menyakin kan delia. "Percayalah." Ucap nya lagi sambil memegang tangan delia dan menarik tubuh delia ke dalam pelukannya.
"Ku mohon percayalah." Ucap aditia.
Delia tak menjawab ucapan aditia, dia bingung apakah harus percaya atau tidak.
Tanpa di sadari seseorang tengah memperhatikan mereka sambil mengepalkan tangannya.
"Awas kau delia, aku akan membuat mu menyesal telah merebut kak aditia." Ucapnya sambil melenggang pergi.
__ADS_1
..
"Ayo kita pulang." Ajak aditia.
"Aku akan pulang sendiri." Jawab delia.
"Tidak, aku tak akan membiarkan mu pulang sendiri." Ucap aditia sambil menarik tangan delia.
Skip.
Setelah mengantarkan delia, aditia langsung pergi terlihat mobil aditia semakin menjauhi apartemen delia, di dalam kamar delia langsung merebahkan tubuhnya
Tring, tring.
Suara pesan masuk dari handphone delia.
"Temui aku besok di gedung bekas pabrik plastik di jln.XXX jam 5 sore."
"Siapa ini." Balas delia.
Tring, tring.
"Kau tak perlu tahu aku siapa, nanti juga kau akan tahu sendiri."
Delia penasaran siapa yang mengirimi nya pesan seperti ini dan delia memutuskan untuk menemuinya besok tak ingin ambil pusing delia langsung beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.
Skip.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, delia langsung berjalan menuju lemari untuk mengambil piyama miliknya dan langsung memakai piyama tersebut lalu delia langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur kesayangannya dan terlelap menuju alam mimpinya .