
Untuk memecahkan keheningan Robby mencoba menarik perhatian dengan cara mengajak Arneta berbicara.
"Neta kamu mau aku antar langsung ke rumah atau ke toko mu?" ucap Robby.
"Anterin ke toko saja. Mobil ku aku tinggal di sana," jawab Arneta.
Setelah pembicaraan singkat itu kembali terjadi keheningan terjadi di dalam mobil.
"Neta kamu kenapa?" tanya Robby, tiba-tiba. Robby merasa Arneta menjadi pendiam sejak keluar dari restoran tadi.
"Aku nggak apa-apa," balas Arneta singkat.
"Tapi kamu dari tadi diam saja, tidak seperti biasanya," ucap Robby.
"Mungkin aku lelah, pekerjaan ku tadi di toko lumayan banyak," ucap Arneta beralasan.
"Beneran kamu tidak kenapa-kenapa? bukan karena pembahasan kita tadi kan?" ujar Robby.
"Aku baik-baik saja, antara kan aku ke toko saja," balas Arneta lagi. Robby yang melihat moodnya Arneta yang sedang tidak baik memilih untuk diam tidak melanjutkan obrolan mereka berdua.
Sejam sudah Robby mengendarai mobilnya hingga tiba di jakarta. Gedung-gedung tinggi kini menghiasi pemandangan mata selama menujuh ke toko milik Arneta. Mobil Robby kini memasuki sebuah komentar komplek ruko tingkat dua, toko Arneta terletak di salah satu ruko tersebut.
"Neta kita sudah sampai," ujar Robby.
"Iya, terimakasih sudah mengantar aku ke toko," ucap Arneta sambil melepaskan tali pengaman. Arneta segera turun dari mobil milik Robby.
"Sekali lagi makasih ya," ujar Arneta sekali menyampaikan terima kasihnya.
"Kamu nggak ajak aku turun gitu mampir ke toko?" tanya Robby. Robby berharap masih bisa menikmati waktu bersama dengan kekasihnya.
__ADS_1
"Kamu pasti capek pulang pergi jakarta bogor, aku juga lagi capek. Sebaiknya segera pulang dan istirahat," ujar Arneta. Arneta sengaja mencari alasan agar Robby segera pergi. Moodnya Arneta bener-bener sedang tidak baik-baik saja saat ini.
"Sayang kamu beneran marah ya sama aku?" tanya Robby.
"Emang aku punya alasan apa untuk marah sama kamu?" Arneta balik bertanya bukan memberikan jawaban atas pertanyaan Robby.
"Neta aku tahu kamu kecewa dengan keputusan ku tadi, tapi aku kan sudah menjelaskannya pada mu," tutur Robby dengan raut wajah sedih.
"Sudahlah aku tidak ingin membahas masalah ini lagi, sebaiknya kamu pulang sekarang dan istirahat," ucap Arneta, Arneta meninta agar Robby segera pergi.
"Neta aku minta maaf, aku sayang banget sama kamu," ujar Robby yang masih duduk di balik kemudi.
"Rob aku lelah banget saat ini, aku butuh istirahat. Kamu juga kan pasti capek. Pembahasan kita tentang masalah ini cukup sampai di sini ya," balas Arneta. Arneta mengucapkan kata-kata itu dengan raut wajah Arneta tak kalah sedihnya dengan Robby.
"Neta sayang kita butuh bicara, dan masalah ini harus di selesaikan saat ini juga," ujar Robby ingin memaksa Arneta untuk menyelesaikan permasalah mereka saat ini.
"Neta tapi...," Belum selesai ucapan Robby kata-kata Robby langsung di potong oleh Arneta.
"Rob pliss aku capek," ucap Arneta. Melihat sikap Arneta Robby tahu saat ini tidak mungkin lagi mengajak Arneta untuk berbicara. Robby memutuskan untuk pulang.
"Ya sudah aku pamit ya, kamu habis ini langsung pulang istirahat ya," ujar Robby.
"Iya, habis ini aku langsung pulang. Kamu hati-hati di jalan," balas Arneta.
"Neta aku sayang kamu," ujar Robby lagi sebelum menyalakan mesin mobilnya. Arneta tidak menjawab ucapan Robby, Arneta hanya tersenyum kecil yang terlihat jelas senyum yang di paksakan.
"Neta aku pamit ya," ucap Robby, setelah mengucapkan kalimat itu Robby segera menjalankan mobilnya keluar dari halaman ruko toko Arneta.
Setelah melihat Robby pergi Arneta segera masuk ke dalam tokonya dengan langkah gontai. Hari ini pikirannya Arneta bisa memperkenalkan Robby ke orang tuanya berakhir kecewa. Meskipun Robby memiliki alasan yang jelas dan juga Robby sudah berjanji kepada Arneta akan segera melamarnya jika sudah dapat pekerjaan,tapi hati Arneta tetap tidak bisa menerima alasan Robby.
__ADS_1
Arneta juga punya alasan kenapa dirinya kecewa, Arneta hanya ingin menagih janji yang telah mereka sepakati bersama tapi nyatanya janji itu tidak bisa di tepati oleh Robby, Arneta juga menyimpan perasaan bersalah kepada ayah dan ibunya pasalnya Arneta sudah beberapa kali berbohong kepada orang tuanya tentang hubungannya dengan Robby. Setiap kali ayahnya bertanya tentang hubungannya Arneta dan Robby, Arneta selalu mengatakan bahwa Robby hanya teman baiknya.
Setelah berada dalam tokonya Arneta langsung mendaratkan bokongnya di sofa yang ada di salah satu sudut toko tersebut.Saat ini di toko ada Rika dan dua orang karyawan. Rika yang melihat kedatangan Arneta segera menghampiri dan duduk di samping sahabatnya itu.
"Neta kamu sudah datang, gimana acaranya tadi? Sukses?" tanya Rika. Arneta hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
"Hei...di tanya bukannya di jawab malah di diemin," ujar Rika. Rika belum sadar saat kalau saat ini Arneta sedang merasa sedih.
"Neta...kamu baik-baik aja kan?" tanya Rika lagi. Arneta masih diam tidak menjawab pertanyaan Rika.
"Hei Neta kamu kenapa? Biasanya habis ketemu Robby kamu pulang dengan wajah ceria. Kenapa sekarang murung?" Rika kini mulai memperhatikan kondisi Arneta setelah beberapa kali bertanya tapi tak di jawab oleh Arneta. Kepala Arneta terdunduk airmatanya kini sudah menggantung di pelupuk matanya.
"Neta..." Rika memangil Arneta dengan sangat lembut. Tanpa bertanya lagi Rika langsung memeluk tubuh sahabatnya itu, dan tangis Arneta pun pecah.
"Hiks...hiks..hiks... Arneta menangis suguhkan di pelukan Rika. Rika mengusap punggung Arneta mencoba memberikan kekuatan. Rika sadar saat ini hati Arneta sedang tidak baik-baik saja.Rika membiarkan Arneta menangis sepuasnya sebelum dirinya bertanya apa yang sebenarnya yang terjadi. Setelah tangis Arneta redah Rika memberanikan diri untuk bertanya.
"Neta ada apa, kenapa kamu menangis?" ucap Rika. Arneta mengusap air mata dengan ke dua tangannya sambil menarik nafas dalam-dalam.
"Robby ingkar janji," ujar Arneta langsung pada inti permasalahannya.
"Maksudnya..?" tanya Rika, Rika belum mengerti apa yang di maksud oleh Arneta.
"Kan dulu waktu awal pacaran Robby sama aku sudah janji, sebelum wisuda kita berdua akan mengakui hubungan kita langsung di hadapan orang tua kita, tapi nyatanya Robby ingkar janji. Tadi dia menolak untuk bertemu dengan ayah sama ibu," jelas Arneta panjang lebar.
"Apa Robby memberikan alasannya kenapa?" tanya Rika.
"Katanya Robby saat ini dia sedang melamar pekerjaan dan Robby ingin jika dia sudah mendapatkan pekerjaan itu baru Robby akan menemui ayah sama ibu sekaligus langsung melamar ku," ungkap Arneta jujur.
Bersambung
__ADS_1