
Arneta tertidur di sofa karena kantuk yang sudah tidak tertahankan, namun Arneta belum berniat untuk masuk kedalam kamarnya karena Abby belum juga kembali.
Abby mendatang sebuah club malam tempat biasa dirinya dan Gracia datangi. Kedatangan Abby di club malam tersebut membuat teman-teman nongkrong Abby bingung. Pasalnya malam ini adalah malam pertama buat Abby yang baru saja menikah tadi siang.
Teman-temannya langsung menyabut kedatangan Abby penuh dengan tanda tanya.
"Hei Bee apa yang kamu lakukan disini?" ucap salah satu teman Abby. Pertanyaan itu hanya di jawab dengan senyum kecut oleh Abby.
"Malam ini minum sepuasnya aku yang terakhir," ujar Abby sambil mengangkat tangannya memanggil pelayan club tersebut.
Abby langsung menyuruh teman-temannya untuk memesan apa saja yang mereka mau tanpa kuatir tentang bayaran.
"Bee ada apa, kenapa kamu berada disini bukannya malam pertama mu," tanya salah satu teman Abby.
"Aku tidak mencintainya, aku menikah dengannya karena di jodohkan," balas Abby dingin.
"Tapikan lumayankan Bee bisa bermain-main dengannya sedikit," sambung teman Abby yang lainnya.
Setelah mendengarkan kalimat itu mereka yang satu meja dengan Abby pun tertawa. Berbeda dengan Abby,Abby menanggapi perkataan temannya itu dengan wajah datar.
Saat ini Abby ingin melewati malam pengantinnya dengan cara yang berbeda. Seharusnya Gracia ikut hadir menemani Abby di club malam tersebut tapi Gracia menolak dengan alasan bahwa dirinya besok pagi ada pemotretan.
Jam terus berputar hingga pukul satu dini hari, Arneta terbangun dari tidurnya karena merasa tubuhnya tak nyaman setelah tertidur di sofa. Arneta melik ke arah jam diding sudah pukul satu tapi Abby belum pulang juga, meskipun Arneta tidak ingin tahu kemana Abby pergi tapi setidaknya Abby pulang ke apartemen tidak sampai larut malam.
Arneta dengan langkah berat bangun dari sofa hendak masuk ke dalam kamar tidurnya, Arneta tidak ingin melanjutkan tidurnya di sofa karena itu sangat tidak nyaman. Arneta masuk ke dalam kamar menutup pintu tapi lupa menguncinya. Arneta kembali tidur melanjutkan mimpinya yang tertunda.
__ADS_1
Malam semakin larut bahkan sudah hampir menjelang subuh , akhirnya Abby memutuskan untuk kembali pulang.
Meskipun Abby menghabiskan waktunya di club tersebut tapi Abby pulang tidak dalam keadaan mabuk. Abby hanya menegak beberapa teguk bir dan itu tidak membuat Abby mabuk hanya kepalanya yang sedikit pusing, tapi Abby masih dalam keadaan sadar.
Abby mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan yang Abby lihat hanyalah lampu-lampu penerangan pinggir jalan dan tiang listrik yang tegak berdiri berjejer sepanjang jalan.
Abby tiba di gedung tempat apartemen miliknya, Abby segera menujuh unit apartemen, Abby kini mulai terserang rasa kantuk setelah tiba di apartemen.
Abby segera masuk kedalam unit apartemennya, tapi tiba-tiba di kepala Abby terlintas perkataan temannya sewaktu di dalam club tadi, "lumayan untuk bersenang-senang sebentar." Muncul pikiran ingin mencoba menikmati tubuh Arneta.
Abby memutuskan untuk melangkah maju menuju kamar tempat Arneta, Abby memberanikan diri untuk membuka pintu kamar dengan sangat berhati-hati berharap pintu tersebut tidak mengeluarkan suara agar Arneta tidak sampai terbangun.
Abby sangat senang karena ternyata pintu kamar Arneta ternyata tidak terkunci. Abby berpikir bahwa Arneta sengaja tidak mengunci pintu kamar dengan alasan agar Abby bisa masuk ke dalam kamar tidurnya Arneta.
Saat ini Abby menatap wajah Arneta tanpa riasan di wajahnya.
"Cantik," ujar Abby dengan suara yang sangat pelan, ucap Abby itu hanya bisa di dengarkan oleh Abby sendiri.
Abby terus menatap Arneta di dalam benak Abby , Abby sedang membayangkan bahwa Arneta sedang tertidur menggunakan lingerie yang pernah Abby liat dulu saat mereka berdua bertemu di sebuah mall. Abby sedang membayangkan tubuh Arneta yang mengenakan lingerie yang berwarna merah, tubuh Abby tiba-tiba terasa panas tapi Abby tidak berhenti sampai di situ.
Dengan secara perlahan-lahan Abby mencoba menarik selimut tebal yang menutupi tubuh Arneta sampai ke leher. Abby menari kain itu secara perlahan-lahan agar Arneta tidak terganggu oleh gerakan Abby.
Jantung Abby berdetak lebih cepat dari biasanya, perasaan was-was dan cemas takut ketahui kini menjadi satu di hati Abby. Abby menarik nafas panjang sebelum kembali menarik selimut Arneta tapi ketika kain selimut sampai di bahunya Arneta Abby mengerutkan kedua alisnya.
Abby tidak melihat kain tipis berwarna merah menempel di tubuhnya Arneta. Abby semakin penasaran dengan apa yang di kenakan oleh Arneta saat ini. Abby kembali menarik selimut Arneta dengan cara yang sama seperti tadi.
__ADS_1
Akhirnya dengan kesabaran luar biasa dan dengan detak jantung Abby seperti habis maraton Abby berhasil menari selimut yang menutupi tubuh Arneta sampai ke bawah.
Abby terperangah melihat apa yang di kenakan Arneta saat tidur saat ini, semua di luar dugaan Abby sebelumnya. Ternyata Arneta tidur bukan mengenakan lingerie seperti bayangan Abby tapi menggunakan baju kaos lengan panjang lengkap dengan celana jins ketat dan panjang.
Abby berdiri mematung menyaksikan Arneta yang masih tertidur lelap, Abby tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Apa wanita ini bisa tidur nyenyak dengan baju yang dia pakai,celana jins kaos lengan panjang?" ujar Abby dalam hatinya tak percaya menatap Arneta dengan binggung.
Abby binggung mencoba mencari di mana Arneta meletakkan lingerie yang di beli Arneta saat itu. Abby mulai pencariannya di mulai dari lemari pakaian yang ada dalam kamar. Abby mulai mengacak-ngacak baju Arneta yang sudah disusun rapi dalam lemari.
Tapi setelah mengobrak-abrik isi lemari sampai ada baju yang terjatuh ke lantai Abby belum menemukan barang yang di maksud.
Abby semakin penasaran, sesekali Abby memperhatikan Arneta yang masih tertidur pulas.
"Ini perempuan tidur kebo banget," kata Abby dalam hatinya.
Abby kini melanjutkan aksinya mencari lingerie berwarna merah. Mata Abby mencari tempat kira-kira di mana Arneta menyembunyikan benda tersebut. Mata Abby tertuju pada sebuah koper yang tadi di bawah oleh Arneta saat datang ke apartemen.
Dengan kaki berjinjit Abby mencoba meraih koper yang di letakkan oleh Arneta di atas lemari. Dengan susah paya Abby menurunkan koper tersebut. Koper itu tidak terbilang kecil sehingga Abby membutuhkan tenaga ekstra agar koper itu bisa turun kebawah.
Abby membuka koper tersebut dengan menarik salah satu resleting secara perlahan agar tak mengeluarkan bunyi, Abby kini sudah mulai berkeringat karena dari tadi terus bergerak. Abby membuka koper dan mulai melihat apa saja isi koper tersebut. Abby hanya menemukan sebuah baju dalam koper tersebut, meskipun Abby sudah mengecek setiap sudut koper tersebut nyatanya Abby tidak juga menemukan apa yang dia cari.
"Sial.... kemana dia menyembunyikannya," ujar Abby frustasi.
Bersambung....
__ADS_1