CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 27 DIA CALON SUAMIKU


__ADS_3

Tiga hari setelah pertemuan hari itu, Arneta kini di sibukkan dengan persiapan pernikahannya. Meskipun demikian Arneta masih menyisihkan waktu untuk bertemu dengan sahabat-sahabatnya.


Hari ini Arneta dan Rika juga Gita sudah janjian untuk bertemu di sebuah mall, rencananya hari ini Arneta dan kedua sahabatnya ingin berbelanja bersama. Bukan hanya itu Arneta Gita dan Rika akan menghabiskan waktu bersama dengan bersenang-senang karena tak lama lagi Gita akan menikah.


Arneta sudah mengatakan pada dua sahabatnya bahwa dirinya juga akan segera menikah dengan seseorang yang sudah di jodohkan dengan dirinya akan tetapi Arneta belum mengatakan pada dua sahabatnya itu siapa sebenarnya calon suaminya. Arneta masih menutup rapat siapa laki-laki yang akan menjadi suaminya kelak.


Matahari bersinar dengan teriknya hari ini, pukul dua belas siang Arneta sudah berada dalam mall tempat dirinya dan sahabatnya janjian untuk bertemu.


Arneta duduk dalam salah satu restoran yang ada dalam mall tersebut menunggu Rika dan Gita datang.


Arneta melirik jam yang dalam handphone miliknya waktu janjian mereka bertiga sudah lewat tapi kedua orang itu belum juga menampakkan batang hidungnya. Arneta segera memencet tombol pada layar handphone miliknya menghubungi Rika.


Tut


Tut


Nada panggilan tersambung.


"Uda sampai mana?" tanya Arneta setelah panggilannya terjawab.


"Bentar lagi di parkiran," kata Rika.


"Gita bareng kamu ngga?" tanya Arneta lagi.


"Ini anaknya lagi duduk manis di samping aku," ujar Rika ,sambil melirik ke arah Gita yang sudah memasang senyum paling manis.


"Aku tunggu di restoran Sunda ya," jelas Arneta, setelahnya panggilan itu pun berakhir.


Arneta menunggu kedua sahabatnya sambil menikmati es buah pesanannya tadi. Arneta sedang memikirkan jawaban yang dia berikan jika kedua sahabatnya itu bertanya tentang calon suaminya.


Selang beberapa waktu kemudian kedua sahabatnya itupun tiba. Rika dan Gita segera menghampiri Arneta sambil tersenyum bahagia.


"Maaf tadi jemput dia dulu," ujar Rika sambil duduk Rika memberanikan penjelasan kenapa dirinya datang terlambat.


"Tang penting kita jadi belanja hari ini," ujar Gita bersemangat. Arneta hanya tersenyum kecil mendengar perkataan kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Selain berbasa-basi Arneta bertanya kepada Rika dan Gita apa yang akan mereka lakukan saat ini, belanja dulu atau makan siang.


"Makan dulu, aku lapar belum makan tadi di rumah," jawab Gita sambil mengangkat tangannya memberikan kode pada pelayan restoran tersebut bahwa dirinya ingin memesan sesuatu. Dan Rika pun menyetujui usul dari Gita Rika pun sudah lapar.


Setelah pelayanan itu mencatat semua pesanan dari mereka bertiga, pelayan itu pun segera ke meja tempat menerima orderan. Tak butuh waktu yang lama pelayanan itu kembali dengan nampan yang berisikan makanan pesanan Arneta dan kedua sahabatnya.


Mereka bertiga menikmati menu makanan siang sambil sesekali berbicara membahas apa saja yang di butuhkan Gita untuk pernikahannya. Ada ide dari Arneta dan Rika untuk membelikan sebuah baju untuk Gita, tapi baju itu bukanlah baju biasa. Baju yang akan di berikan oleh Arneta dan Gita adalah sebuah baju khusus yang akan menggoda suami dari Gita.


Setelah selesai makan dan membayar makanan yang mereka nikmati tadi, Arneta Gita dan Rika segera melaksanakan rencana mereka untuk berbelanja.


Sambil berkeliling mall Arneta Rika dan Gita memperhatikan toko-toko yang ada dalam mall tersebut, mata mereka bertiga mencari sesuatu yang kira-kira menarik perhatian mereka.


Hingga tibalah Arneta dan dua sahabatnya itu pada sebuah toko baju yang yang menurut mereka bertiga ada hal yang menarik. Mereka bertiga langsung mengelilingi toko tersebut hingga pada suatu area yang memajang pakaian dalam khusus untuk wanita.


Mereka bertiga sibuk memilih barang-barang yang ingin mereka beli, tak lupa juga Arneta dan Rika mencari pakaian dalam untuk calon pengantin yaitu Gita.


Mata Arneta tertuju pada sederetan pakaian dalam yang sangat mencolok. Arneta tertawa geli melihat pakaian tersebut, pakaian itu terbuat dari bahan yang sangat tipis dan transparan. Tapi meskipun demikian Arneta mencoba sebuah pakaian tersebut memilih warna merah menyala.


"Gita kayanya ini cocok untuk mu ," ujar Arneta tanpa menoleh dari lingerie yang baru saja di ambilnya.


Perasaan Rika dan Gita langsung merasa tak nyaman karena terus di perhatikan oleh dua orang tersebut. Dua orang itu sudah pernah di jumpai oleh mereka bertiga dan pria itu sudah dua kali bertengkar dengan Arneta. Sosok itu adalah Abby dan Sarfa.


Arneta yang tidak mendengarkan jawaban dari Gita segerah memalingkan pandangannya dari sederean lingerie.


Mata Arneta langsung tertuju pada dua sahabatnya, dan Arneta mengerutkan keningnya melihat kedua sahabatnya sedang berdiri mematung menatap ke satu arah. Mata Arneta pun langsung mengikuti arah pandang dua sahabatnya itu.


Arneta terkejut setelah melihat apa yang di lihat oleh Gita dan Rika. Tubuh Arneta langsung mengeras kaku.


Melihat Arneta yang hanya terdiam Abby segera melangkah maju menghampiri Arneta.


"Halo sayang...," sapa Abby.


Arneta shock setelah mendengar ucapan Abby, begitu juga dengan Rika dan Gita. Mulut kedua sahabatnya Arneta langsung ternganga.


"Sayang kok kamu diam aja," ujar Abby lagi. Arneta masih tetap diam di tempat matanya terbuka lebar menatap Abby.

__ADS_1


"Neta...." panggil Gita dan Rika bersamaan.


Arneta menatap kedua sahabatnya dengan tatapan yang sangat membingungkan.


"Neta dia itu siapanya kamu, kenapa dia manggil kamu sayang?" tanya Rika dengan tatapan menutut penjelasan.


"Oh jadi kamu belum kasih tahu teman-teman mu ini kalo aku calon suami mu?" kata Abby sebelum Arneta menjawab pertanyaan Rika dan Gita.


"Neta tolong kamu jelaskan ada apa ini," ujar Gita yang masih binggung.


"Kenalkan aku Abby calon suami dari teman kalian," ujar Abby penuh percaya diri sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Rika dan Gita.


Jangan tanya kondisi Arneta saat ini, Arneta masih diam mematung tak bisa mengeluarkan kata-kata.


"Sayang jangan lupa besok kita berdua harus ke butik untuk melihat gaun pengantin mu," sambung Abby.


"Neta dia siapa?" ujar Rika.


"Sayang katakan pada teman mu siapa aku," ujar Abby.


Dengan hati berat Arneta terpaksa memperkenalkan Abby kepada dua sahabatnya.


"Kenalkan dia ini tunangan ku, calon suami ku," kata Arneta sambil tersenyum kaku.


"Ha....kamu ngga lagi becanda kan Neta?" ucap Gita shock.


"Ngga, memang dia calon suami ku," jawab Arneta masih dengan senyum terpaksa.


"Sayang aku pergi dulu ya, jangan lupa besok.," ujar Abby sambil melangkah semakin mendekati Arneta. Setelah posisi Abby pas di hadapan Arneta Abby mempersempit jarak antara Arneta dengan dirinya sambil membungkuk.


"Ingat besok kamu harus berdandan rapi jangan seperti waktu itu, penampilan kamu itu kucel dan bau," ucap Abby sambil berbisik.


Mendengarkan ucapan Abby barusan membuat Arneta ingin berkata-kata kasar pada Abby tapi kemarahan Arneta hanya bisa di simpan dalam hatinya. Arneta mengepalkan kedua tangannya dengan erat menahan emosi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2