CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 40 DRAMA NASI GORENG


__ADS_3

Arneta menyiapkan makanan yang sudah dihangatkan dan menata makan tersebut di atas meja. Setelah selesai Arneta ke ruang tengah untuk memanggil Abby agar segera makan.


Sesampainya di ruang tengah Arneta tidak menemukan Abby di sana. Arneta mencari Abby ke ruang depan tapi Arneta tidak juga menemukan sosok yang di cari.


... Arneta kembali keruang tengah, Arneta memandang kearah pintu kamar abby, pintu itu tertutup rapat. Arneta melangkah kakinya mendekati pintu kamar Abby, Arneta memberanikan diri untuk menempelkan telinganya di daun pintu kamar....


... Dengan perasaan yang berdebar Arneta mencoba mendengarkan jika di dalam kamar tersebut ada suara. Karena Arneta tidak mendengar dari dalam kamar Arneta semakin menempelkan telinganya ke daun pintu.Dengan posisi masih menempel telinganya Arneta di kejutkan bunyi suara pintu terbuka....


Ceklek...


Arneta terkejut tapi tidak merubah posisi tubuhnya. Abby membuka pintu kamarnya juga ikut terkejut melihat Arneta yang sedang berdiri tidak benar di depan pintu kamarnya.


"Apa yang kamu lakukan Neta?" tanya Abby membuat Arneta salah tingkah karena kepergok sedang menguping dari balik pintu.


"Eh...emm..." ucap Arneta gagap.


"Aku tanya, kamu sedang apa di situ?" ucap Abby sambil terus memandangi wajah Arneta.


Arneta yang terus di pandangi Abby semakin salah tingkah, wajahnya yang putih langsung berubah menjadi warna merah karena rasa malu.


"Itu tadi...tadi .. iya tadi aku nyari kamu..," jawab Arneta gugup.


"Ada apa kamu cari aku?" kembali Abby bertanya.


"Itu makanan sudah siap, sudah saya taruh di atas meja," jawab Arneta cepat untuk menutupi rasa geriginya.


"Oh...ayo kita makan sama-sama," ajak Abby kepada Arneta.


"Ha...?" kata itu terungkap mewakili perasaan Arneta yang kembali terkejut oleh sikap Abby.


"Mau makan bareng nggak?" sekali lagi Abby menawarkan Arneta agar makan bersama.

__ADS_1


"Eh iya...ayo kita makan," jawab Arneta sambil tersenyum kaku karena masih shock oleh sikap Abby yang tiba-tiba berubah.


Arneta dan Abby langsung menuju dapur yang menyatu dengan ruang makan. Langkah Arneta tiba-tiba terhenti karena mengingat sesuatu.


"Abby kamu makan duluan aja ya aku nanti aja," ucap Arneta.


"Kenapa, kamu nggak mau temenin aku makan?" balas Abby.


"Itu soalnya aku belum mandi," jawab Arneta jujur.


Memang setelah pulang tadi Arneta belum sempat mandi itu dikarenakan tadi sempat beradu argument dengan Abby soal Gracia, belum lagi Abby tiba-tiba menanyakan soal makanan karena dirinya lapar. Dua hal inilah yang membuat Arneta menunda acara mandinya.


Abby yang mendengarkan jawaban Arneta hanya tersenyum kecil.


"Nanti aja mandinya, temani aku makan dulu," ajak Abby.


"Tapi aku bau dan badan aku masih berkeringat," tolak Arneta. Sesungguhnya Arneta tidak ingin dikatakain bau dan kucel oleh Abby untuk kedua kalinya, maka dari itu Arneta menolak ajakan Abby.


"Mandinya nanti aja sesudah makan, sekarang temenin aku dulu," Abby masih bersikukuh mengajak Arneta untuk menemani dirinya.


Makan malam pun akhirnya selesai, selama di meja makan Abby dan Arneta tidak banyak berbicara tapi justru terlihat Abby sangat menikmati masakan Arneta. Dalam hati Arneta sangat merasa senang setidaknya Abby tidak mencela masakannya.


Sebelum Arneta masuk ke dalam kamarnya Arneta terlebih dahulu membersihkan alat-alat makan yang di gunakan tadi. Setelah selesai barulah Arneta bersiap untuk mandi. Tapi sebelum Arneta membuat pintu kamarnya Abby memanggilnya.


"Neta terimakasih untuk makanannya," ucap Abby dengan perasaan tulus Arneta membalas ucapan Abby dengan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Keesokan paginya seperti biasanya Arneta menyiapkan sarapan pagi tentunya hanya untuk dirinya. Arneta tidak berpikir jika Abby akan sarapan pagi bersamanya. Pagi ini Arneta membuat nasi goreng ayam dan telur dadar. Setelah selesai membuatnya Arneta hanya meletakkan nasi gorengnya diatas meja makan dan kembali ke dalam kamar bersiap untuk mandi. Arneta bersiap untuk ke toko.


Abby keluar dari dalam kamarnya dan menuju ruang makan, Abby ingin mengambil segelas air minum untuk dirinya.


Mata Abby tertuju pada piring yang sudah berikan nasih goreng lengkap dengan telur dadar, telur dadar tersebut sudah bercampur dengan irisan daun bawang. Melihat isi piring tersebut perut Abby langsung terasa lapar. Abby ingin menyantapnya akan tetapi niatnya di urungkan karena nasi goreng tersebut hanya ada satu piring. Abby menelan ludah saking ngilernya.

__ADS_1


Abby duduk di meja makan sengaja menunggu Arneta, niatnya Abby ingin menanyakan untuk siapa nasi goreng tersebut. Abby menunggu dengan sabar sambil di temani cacing-cacing dalam perutnya yang sudah kembali mulai berdemo.


Selang beberapa waktu kemudian Arneta sudah selesai mandi dan sudah juga berganti pakaian. Arneta memakai setelan baju kerjanya. Celana bahan panjang berwarna krem di padupadan dengan blues berwarna coklat mudah.


Arneta menuju kearah ruang makan dengan niat untuk menikmati nasi goreng ayam buatannya tadi. Setelah tiba di ruang makan Arneta sedikit terkejut melihat Abby yang berada di sana dan duduk di salah satu kursi. Arneta melangkahkan kakinya menujuh kursi yang pas didepannya terletak sepiring nasi goreng.


Arneta duduk secara perlahan-lahan sambil menundukkan kepalanya. Abby yang sudah dari tadi menahan lapar akhirnya tanpa rasa sungkan bahkan tanpa rasa malu menanyakan tentang nasi goreng.


"Neta nasi gorengnya kamu buat cuma satu piring, buat aku mana?" tanya Abby.


Hehehehe


Senyum kaku Arneta pun langsung mengembang di bibirnya.


"Kamu mau..?" tanya Arneta ragu-ragu


"Aku mau, aku sudah lapar dari tadi," balas cepat Abby.


"Itu masih ada di wahan, kalo kamu mau aku ambilkan," ujar Arneta. Setelah mengatakan itu Arneta segera berdiri dan langsung mengambil piring dari rak piring untuk memindahkan sisa nasi goreng yang masih tersisa di dalam penggorengan.


Arneta melihat bahwa nasi goreng yang berada dalam piring tersebut di bilang sedikit juga nggak tapi kalo di bilang banyak pun sangatlah kurang. Sebelum memberikan piring yang berisikan nasi goreng tadi kepada Abby, Arneta menghampiri piring nasi gorengnya dan memindahkan sebagian nasi goreng tersebut di piring Abby.


Bukan hanya itu saja Arneta pun menawarkan telur dadar miliknya.


"Abby telurnya tinggal satu tadi, ini kita bagi dua aja ya, kamu mau?" tawar Arneta.


"Iya nggak apa-apa, aku mau," jawab Abby antusias. Perutnya benar-benar sudah tidak tahan karena aroma nasi goreng ayam buatan Arneta sungguh menggoda.


Dan tanpa diminta oleh Abby Arneta menyiapkan segelas teh manis hangat untuk Abby. Tindakan kecil Arneta membuat Abby kembali tersentuh. Abby kembali menikmati masakan Arneta dengan lahap.


Bersambung

__ADS_1


#Terimakasih dari saya buat para raiders masih setia membaca karya ku ini❤️🌹.


jika berkenan silahkan mampir di karya ku yg pertama yang berjudul "AKU MASIH MENCINTAIMU" kisah tentang Patria dan Agreta. cerita ini sudah tamat.,❤️🌹🙏


__ADS_2