CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 35 CUCU UNTUK MERTUA


__ADS_3

Obrolan terus berlanjut hingga pada akhirnya pertanyaan yang belum sempat di jawab oleh Arneta kini kembali di ucapkan oleh bu Maya.


"Kira-kira kapan kalian berdua akan memberikan kami cucu?" ujar bu Maya penuh harap.


Abby dan Arneta yang mendengarkan pertanyaan ibunya kaget. Abby tidak siap menerima pertanyaan seperti ini. Begitu juga dengan Arneta, Arneta binggung harus menjawab seperti apa. Dalam hati Arneta berucap, "Bagaimana mana mau punya cucu kalo Abby saja tidak pernah menyentuh ku."


Melihat tingkah Abby dan Arneta yang tidak merespon pertanyaannya bu Maya tanpa sungkan melanjutkan kalimatnya.


"Neta sayang apa Abby kurang hot di atas kasur?" ucap bu Maya sambil memicingkan kedua matanya.


Arneta langsung salah tingkah karena pertanyaan barusan, wajah Arneta langsung memerah. Berbeda dengan Abby, Abby langsung melakukan proses.


"Mah... nggak gitu juga nanyanya," ujar Abby.


"Ngga usah malu, mama mu ini sudah melewati masa-masa seperti kalian berdua ini. Pengantin baru," jawab bu Maya dengan gaya santai.


Dan Arneta pun semakin salah tingkah, Arneta hanya bisa menundukkan kepalanya untuk menyelamatkan wajahnya yang memerah.


"Neta kalo Abby kurang gerr di atas kasur bilang sama mama ya sayang ngga usah malu-malu, kita ini sama perempuan," ujar bu Maya lagi.


"Mama ...!" seru Abby kembali protes tanpa melanjutkan kalimat berikutnya.


"Abby kalo mau belajar biar hot sini belajar sama papa, nanti papa ajarin," sambung pak Ady sambil tersenyum.


Abby dan Arneta semakin tak berdaya menghadapi orang tuanya. Abby berhenti protes karena dirinya sadar bahwa itu percuma saja.

__ADS_1


"Jadi Abby kapan kamu akan berikan mama sama papa cucu?" kalimat tanya ini kembali terucap dari mulut bu Maya.


Arneta langsung menggambil inisiatif untuk menjawab pertanyaan nama mertua.


'Mama, aku sama Abby perlu waktu karena aku sama Abby belum lama saling kenal," ujar Arneta beralasan, mendengar jawaban Arneta Abby bernafas lega. Abby tak percaya jika Arneta bisa menemukan jawaban yang tepat pada saat kondisi kepepet.


Meskipun sedikit berat hati akhirnya orang tua Abby bisa menerima alasan yang di berikan oleh Arneta. Bu Maya dengan hati berat mencoba memperingati Abby.


"Bee ingat usia kamu sudah kepala tiga jangan menunda-nunda terlalu lama untuk punya anak," ucap bu Maya.


"Iya mah, nanti secepatnya di usahakan," jawab Abby Santa, dan Arneta yang mendengarkan perkataan Abby langsung terkejut dan membuktikan kedua matanya sambil menatap Abby dengan tatapan tak percaya.


Melihat reaksi Arneta bu Maya langsung menjadi curiga.


"Eh...itu...emm..." hanya kata-kata itu yang bisa di ungkapkan oleh Arneta.


"Boleh menunda jika kamu belum siap, tapi ingat jangan lama-lama ya. Mama sama papa sudah tidak sabar untuk menimang cucu," ujar bu Maya beralasan. Ucap bu Maya pun hanya di balas senyum kecut dari Arneta dan Abby.


Waktu terus berjalan dan jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, sudah saatnya papa dan mamanya Abby untuk berpamitan hendak pulang ke rumah. Abby sudah mencoba menawarkan agar papa dan mamanya untuk menginap saja meskipun tawaran itu hanya sekedar basa-basi. Sejujurnya dalam hatinya Abby berdoa dan berharap agar tawarnya di tolak. Dan Bandar saja doa Abby terkabulkan. Mama dan papanya Abby memilih untuk pulang ke rumah tempat kediaman mereka dengan alasan tidak ingin mengganggu pengantin baru


Abby mengantarkan kedua orang tuanya sampai di lobby apartemen, supir pribadi keluarga papanya sudah menunggu di pintu masuk lobby. Tapi sebelum pulang orang tua Abby kembali menitipkan pesan agar jangan terlalu lama menunda punya anak , Abby menjawab perkataan mamanya dengan tersenyum simpul yang memiliki arti khusus dan hanya Tuhan dan Abby yang tahu apa maksud senyuman Abby.


Setelah selesai mengantarkan kedua orang tuanya meskipun hanya sampai di loby Abby segera kembali unit apartemen miliknya. Abby masuk kedalam apartemen tanpa mencakup tahu apa yang di lakukan oleh Arneta. Masa bodoh.


Sedangkan Arneta setelah mertuanya berpamitan Arneta kembali sibuk di dapur, memasukkan makanan yang tidak habis kedalam wadah penyimpanan makanan dan memasukkan ke dalam kulkas sayang untuk di buang, mubasir pikirnya.

__ADS_1


Arneta tidak tahu jika Abby sudah kembali dan telah masuk kedalam kamarnya. Arneta mencoba untuk menunggu Abby di ruang tengah sambil menonton TV. Meskipun sudah setengah jam lebih Arneta menunggu nyatanya Arneta tidak melihat Abby kembali. Arneta pun memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya sendiri. Arneta ingin istirahat tubuhnya benar-benar terasah letih.


Arneta membersihkan badannya kembali sebelum dirinya naik keatas kadur untuk beristirahat.


Keesokan harinya, pagi-pagi Arneta sudah bangun, Arneta berniat untuk mengembalikan atm milik Abby.


Setelah menerima atm pemberian Abby di hadapan orang mertuanya Arneta berencana untuk membalikkan atm tersebut setelah orang tua Abby pulang. Arneta tahu jika Abby tidak ikhlas memberikan atm tersebut kepadanya.


Arneta kembali menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya sendiri, Arneta sudah kapok menyimpan sarapan pagi untuk Abby. Arneta tidak ingin kembali menerima kalimat pedas dari Abby hanya di karenakan Arneta menyiapkan sarapan untuk Abby.


Setelah selesai membuat sarapannya sendiri Arneta kembali ke dalam kamar untuk berganti pakaian, bersiap untuk pergi ke toko tempat dirinya bekerja. Arneta meletakkan sandwich miliknya di atas meja makan lengkap dengan jus buatannya.


Abby keluar dari dalam kamar dan langsung menujuh arah dapur, Abby mengisi gelasnya dengan air putih untuk diminum. Tapi sebelum gelas menyentuh bibirnya mata Abby tertuju hidangan di atas meja. Abby menelan ludah karena ngiler. Sandwich buatan Arneta sungguh menggoda selera, cacing-cacing dalam perut Abby pun bernyanyi dengan lagu berjudul lapar minta di isi.


Tapi sebesar apapun keinginan Abby untuk menyetuh sandwich tersebut nyatanya egonya Abby langsung menegurnya."Abby itu punya Arneta, bukan milik mu," dan Abby pun hanya bisa memandangi sandwich dan jus buah dengan tatapan ingin.


Abby segera pergi meninggalkan area dapur setelah meneguk habis satu gelas air, lumayan untuk menunda lapar dan membuat cacing dalam perutnya sedikit tenang.


Abby segera meraih kunci mobil miliknya yang terletak di atas meja kecil dekat dengan pintu keluar. Abby meninggikan Arneta seperti biasanya. Abby pergi tanpa berpamitan.


Setelah selesai berganti pakaian Arneta mendengar pintu di buka dan di tutup kembali Arneta yakin jika Abby sudah berangkat ke kantor. Arneta sudah sedikit terbiasa dengan hal itu. Arneta menuju dapur untuk menikmati sarapan paginya sebelum berangkat ke toko. Hari ini Arneta memiliki kerjaan lebih banyak dari hari biasanya. Untuk itu Arneta berniat berangkat ke toko lebih pagi.


Bersambung


Arneta membuat satu tangkap sandwich dan segelas jus sayur yang di campur dengan buah.

__ADS_1


__ADS_2