CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 52 KENAPA AKRAB SEKALI


__ADS_3

Setelah Sarfa pergi meninggalkan rumah Abby, Sarfa mampir di sebuah restoran untuk makan, Sarfa ingin melanjutkan makan siangnya yang terputus tadi.


Sarfa memasuki pintu restoran dan langsung mencari tempat duduk yang kosong. Berhubung jam makan siang sudah lewat satu jam Sarfa dengan mudah mendapati tempat duduk yang di pikirnya pas untuk dirinya sedang sendiri.


Sarfa segera duduk di kursi yang sudah di incarannya, Sarfa mendaratkan bokongnya di sebuah kursi. Mata Sarfa segera mencari pelayanan restoran tersebut untuk memesan makanan.


Mata Sarfa langsung berhenti pada satu titik. Mata Sarfa melebar setelah melihat dengan baik siapa yang berada di restoran yang sama dengannya. Sarfa melihat sosok perempuan yang akrab di matanya.


Diam-diam Sarfa memperhatikan perempuan tersebut, mata Sarfa semakin terbuka lebar tak kalah perempuan itu menyuapi pria yang duduk di sampingnya.


"Kok gitu..?" ucap Sarfa dalam hatinya.


"Ini tidak benar, bukannya pria itu adalah asistennya, kenapa di suapin?" lanjut Sarfa bermonolog sendiri.


Sarfa mengeluarkan handphone milik dan diam-diam mulai merekam kejadian di hadapannya. Sarfa mencari tempat duduk yang lain untuk berpindah tempat. Sarfa mencari posisi yang tepat agar bisa mengambil gambar vidio dengan angel yang pas. Pas terlihat wajah perempuan itu bernama dengan lelakinya.


Apa yang selama ini di takutkan oleh Sarfa akhirnya terjadi, rasa tidak percayanya Sarfa kepada Gracia kini terbukti. Sarfa memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut lagi tentang perempuan yang di lihatnya Sarfa juga mendengar dengan jelas bagaimana Gracia memanggil sayang kepada asistennya dan itu terekam dalam kamera handphone milik Sarfa.


Sarfa menyudahi pengambilan gambar setelah dirasanya cukup, Sarfa tidak langsung menyimpan handphone miliknya tapi kini sibuk memencet layar ponselnya. Sarfa mencari sebuah nama pada phonebook.


Setelah mendapatkan nama yang di maksud Sarfa segera menghubungi orang yang di maksud.


"Halo Tom...,' Sarfa langsung menyapa orang di balik telpon.


"Afa, tumben telpon?" ujar pria tersebut. Pria itu adalah Tommy. Dan Tommy adalah seorang detektif swasta. Tommy page orang yang sudah sering kali di pakai jasanya oleh Abby untuk menyelidikinya seseorang yang berhubungan dengan perubahan, jadi Tommy sudah mengenal siapa Sarfa.


Ragu-ragu Sarfa menyampaikan niatnya menghubungi Tommy.

__ADS_1


"Aku mau minta tolong sama kamu," ujar Sarfa.


"Ada masalah apa?" Tommy mengajukan pertanyaannya.


"Aku mau kamu menyelidiki seseorang, tapi ini hanya antara aku sama kamu," ujar Sarfa.


"Kayanya ini sangat rahasia?" tebak Tommy.


"Benar, ini sangat rahasia. Dan Aku minta cukup aku sama kamu aja yang tahu masalah ini," jelas Sarfa.


"Kalo Abby, bos mu itu bagaimana?" tanya Tommy.


"Dia juga tidak boleh tahu tentang masalah ini. ini rahasia kita berdua," jawab Sarfa.


"Ada masalah apa sebenarnya, kamu sama bos mu itu. Semuanya sedang baik-baik ajakan?" tanya Tommy curiga.


Hari ini di dalam restoran ini juga Sarfa melihat Gracia sedang bersama dengan seorang pria yang tak lain adalah asisten pribadi Gracia. Mungkin kebersamaan Gracia dengan asistennya akan terlihat biasa saja jika Gracia tidak memamerkan kemesraannya di dalam restoran.


Mendengar perkataan Sarfa membuat Tommy terkejut.


"Gila kamu, itukan pacarnya Abby bos mu juga temanmu?" ujar Tommy tak percaya.


"Aku melakukan ini untuk kebaikan Abby sendiri. Jadi aku sangat meminta bantuan mu," Sarfa memohon.


"Katakan padaku, sebenarnya ada masalah apa dengan Gracia?" tanya Tommy lagi penasaran.


"Nanti kamu akan tau sendiri apa masalahnya. Jadi kamu terima tugas ini?" ujat Sarfa.

__ADS_1


"Tapi kalau Abby tau bagaimana?" tanya Tommy


Tommy tahu persis bagaimana hubungan Sarfa dan Abby, untuk itu Tommy ingin memastikan jika nantinya Tommy menyelidiki Gracia tidak akan menimbulkan masalah untuk hubungan pertemanan antara Sarfa dan Abby, tentu juga tidak akan merusak kepercayaan Abby kepada Tommy. Abby merupakan klien yang sangat penting untuk Tommy.


Sarfa percaya bahwa apa yang dilakukan ini tidak akan merusak persahabatannya dengan Abby, tapi justru Abby harusnya berterima kasih kepada Sarfa.


"Soal Abby, aku yang akan tanggung jawab. Kamu cukup lakukan tugas mu. Dan tugas mu di mulai dari sekarang," ujar Sarfa meyakinkan Tommy.


Tommy akhirnya menerima tugas yang di berikan oleh Sarfa, Tommy sendiri tidak tahu apakah harus senang menerima tugas ini atau justru harus bersedih. Tommy tidak tahu harus merasakan apa. Tommy cemas jika tugas yang di berikan Sarfa akan membuat dirinya justru akan kehilangan klien yang merupakan sumber pemasukan uang yang terbesar untuk dirinya.


Setelah terjadi kesepakatan antara Tommy dan Sarfa, Sarfa segera mengirimkan alamat di mana Tommy harus memulai pengintaiannya.Sarfa mengirimkan alamat di mana Gracia sedang berada saat ini. Sarfa tidak ingin membuang waktu lagi untuk mencari bukti bahwa apa yang di pikirkan oleh Sarfa tentang Gracia itu tidaklah salah.


Sarfa juga ingin menyadarkan Abby bahwa wanita yang dicintainya bukanlah wanita baik-baik. Sarfa juga ingin membuktikan bahwa apa yang diucapkannya selama ini tidaklah salah. Bahwa Gracia hanya memanfaatkan Abby dan menjadikan Abby sebagai mesin ATM tempat Gracia mendapatkan uang dengan alasan cinta.


Meskipun Sarfa sudah bisa menebak siapa Gracia, akan tetapi Sarfa sangat berharap agar apa yang dipikirkannya tentang Gracia itu adalah salah. Tapi Sarfa tidak ingin Abby sahabatnya itu mengalami hal yang sama dengan dirinya. Dimanfaatkan oleh perempuan dengan alasan cinta.


"Abby, kamu pintar dalam berbisnis tapi kamu juga bodoh sama seperti ku yang mau dibodohi oleh perempuan," Sarfa meratapi kisah cintanya dengan Abby.


Sarfa hilang selera makannya dan mendadak menjadi kenyang setelah melihat Gracia. Sarfa berjalan keluar dari dalam restoran dengan cara mengendap-endap agar kehadirannya tidak di ketahui oleh Gracia.


Sarfa meninggalkan restoran tersebut dengan perasaan bersalah. Perasaan bersalah kepada Abby kenapa dari dulu dirinya menyelidiki Gracia. Sarfa sangat tahu betapa besar cinta Abby kepada Gracia. Abby bahkan berusaha keras meyakinkan kedua orang tuanya agar mau menerima Gracia sebagai istrinya. Dan semua perjuangan Abby Sarfa menyaksikan sendiri.


Sarfa menghampiri mobilnya yang terparkir di halaman tempat parkir restoran tersebut. Sarfa membuka pintu mobil dengan perasaan berat. Sebenarnya Sarfa ingin menyelidiki Gracia seorang diri tanpa melibatkan orang lain, tapi Sarfa tidak bisa melakukan hal itu di karenakan tugasnya yang dimiliki Sarfa sebagai asisten pribadi Abby membuat Sarfa tidak bisa tidak memiliki waktu untuk menyelidiki Gracia.


Sarfa melajukan mobilnya langsung kearah perusahaan tempat dimana dirinya bekerja. Sepanjang perjalanan menujuh perusahaan Sarfa memikirkan bagaimana cara untuk memberitahukan tentang bagaimana sebenarnya Gracia jika tidak bersama dengan Abby. Sarfa memikirkan bagaimana cara menyampaikan kepada Abby jika selama ini Gracia hanya memanfaatkannya, dan bukan hanya itu saja Sarfa juga khawatir apa yang akan di lakukan oleh Abby kepada Gracia jika kebenarannya terungkap. Sarfa pusing sendiri memikirkan masalah yang sedang di hadapi Abby tanpa Abby sadari.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2