CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 7 KEJUTAN


__ADS_3

Selang beberapa hari kemudian, di rumah kediaman pak Jayadi. Dan hari ini adalah hari akhir pekan.


     Pagi hari ini matahari bersinar dengan terangnya. Pak Ady dan istrinya sedang duduk di meja makan untuk menikmati sarapan pagi mereka.


     Abby tidak ikut sarapan bareng bersama kedua orang tuanya di karenakan Abby memusatkan untuk tinggal di apartemen miliknya setelah tahu kalau mamanya tidak merestui hubungan dengan Gracia. Abby sengaja tinggal di apartemen miliknya supaya mamanya tidak terlalu ikut campur urusan asmaranya. Abby juga memilih tinggal di apartemen apartemen agar bisa dengan leluasa bertemu dengan Gracia.


    Sementara menikmati sarapan pagi, Pak Ady dan istrinya terlibat dalam sebuah percakapan.


"Ma, nanti mama ikut papa ya!"  ucap pak ady.


"Memang papa mau ajak mama kemana?" tanya bu Maya pada istrinya.


"Ada deh, yang pastinya mama pasti akan merasa senang," ucap pak Ady.


"Ih papa main rahasia-rahasia'an sama mama," balas bu Maya.


"Tenang...papa yakin mama pasti happy," tutur pak Ady.


"Emang kita mau kemana sie pak?" tanya bu Maya pada suaminya. Bu Maya kini mulai penasaran.


"Udah ikut aja, nanti juga mama akan tahu jika mama ikut papa," ucap pak Ady. masih dengan sikap misteriusnya.


"Kalau mama ngga ikut gimana?" ucap bu Maya mencoba memancing suaminya agar memberikan informasi kemana kira-kira suamiku akan membawanya nanti.


"Kalau mama ngga ikut ya ngga apa-apa sie. Cuman pasti mama akan menyesal nantinya," tutur pak Ady.


Bu Maya yang tak mendapatkan hasil dari pancingannya tadi, tapi justru semakin penasaran kemana kira-kira suaminya akan mengajaknya.


"Ya udah mama ikut papa nanti, tapi janji ya mama akan merasa senang jika menuruti ajakan papa," ucap bu Maya pasrah.


"Papa janji mama ngga akan kecewa," ucap pak Ady memberikan kepastian akan ajakannya.


"Jam berapa berangkatnya pa?" tanya bu Maya pada suaminya.


"Nanti kira-kira jam sepuluhan," jawab pak Ady.

__ADS_1


"Baiklah terserah papa aja, mama ikutan aja," balas bu Maya.


      Beberapa jam kemudian, waktu yang di tentukan pun tiba. Jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh. Pak Ady sudah siap dengan pakaian santainya tapi tetap terlihat sopan, sedang bu Maya kini juga sudah selesai siap-siap. Bu Maya mengenakan dress yang panjangnya selutut berwarna biru langit.


"Mama terlihat sangat cantik,' puji pak Ady kepada istrinya.


"Gombal..," ucap bu Maya.


"Beneran, mama sangat cantik," sekali lagi pak Ady memuji penampilan istrinya.


"Bukannya dari dulu mama sudah cantik, papa lupa ya," balas bu Maya sambil tersenyum bahagia.


"Jadi ngga nih jalannya," tanya bu Maya.


"Jadi donk, ayo kita berangkat sekarang. Keburu siang nanti," setelah mengucapkan kalimat itu pak Ady segera mengandeng tangan istri tercintanya menuju halaman depan rumah.


    Supir pribadi keluarga telah siap mengantar pak Ady dan istrinya ke sebuah tempat yang sudah di tentukan oleh pak Ady sendiri.Pak Ady membukakan pintu mobil untuk istrinya. Sebuah kebiasaan yang sudah di lakukan oleh pak Ady dari masa pacaran dulu sampai saat ini. Sebuah kebiasaan kecil tapi sangat memiliki arti khusus untuk bu Maya.


     Dalam perjalanan menuju ke tempat yang masih di rahasiakan oleh pak Ady, bu Maya memperhatikan setiap jalan yang di lewati. Bu Maya semakin penasaran karena setiap jalan yang di lewati belum pernah di lalui olehnya.


"Tenang, kita akan ke suatu tempat yang pastinya mama pasti happy," jawab pak Ady.


"Iya mama percaya, tapi kita mau kemana?" sekali lagi bu Maya bertanya. Tapi bukan jawaban yang di dapati oleh bu Maya justru pak Ady semakin membuat istrinya semakin penasaran.


     Perjalanan sudah di tempuh hampir satu jam, mobil yang membawa pak Ady dan istrinya memasuki sebuah halaman toko makanan, bu Maya memandangi suaminya dengan tatapan bertanya.


"Papa mau beli apa, kok mampir di toko jual makanan?" tanya bu Maya binggung.


"Tunggu sebentar ya ma, papa  masuk dulu ke dalam," ucap pak Ady.


"Mama ngga ikut masuk pa?" tanya bu Maya semakin binggung.


"Ngga usah, papa aja dulu," pak Ady pun segera turun dari mobil dan segera menujuh toko makanan tersebut. 


     Selang beberapa menit kemudian pak Ady kembali masuk ke dalam mobil dan memberikan instruksi kepada supirnya untuk membawa pak Ady dan istrinya ke suatu tempat. Tempat itu sudah pernah di datangi oleh si supir jadi cukup kata-kata yang sederhana si supir sudah mengerti kemana dirinya harus mengarahkan arah mobil akan di tujuh.

__ADS_1


     Hanya butuh waktu sepuluh menit, mobil yang di tumpangi pak Ady dan istrinya kembali memasuki sebuah halaman rumah. Rumahnya tidak semegah milik keluarga Jayadi, tapi jika di lihat rumahnya terlihat asri dan nyaman.


     Setelah mobil terparkir pak Ady meminta istrinya untuk segera turun dan mengikuti langkah pak Ady.


"Pa ini rumah siap, kita mau ketemu siapa?" bu Maya kembali mengajukan pertanyaannya.


"Pa, apa ini rumah istri mudah papa ya, papa selingkuh ya selama ini?" lagi dan lagi bu Maya bertanya. Jati bu Maya di selimuti perasaan was-was. "Awas aja kalau papa selingkuh, mama pasti minta cerai," ucap bu Maya dalam hatinya.


"Ih mama ngaco, mana ada papa selingkuh dan dua'in mama. Cinta papa sudah habis buat mama seorang," ucap pak Ady sambil tersenyum.


"Terus ini rumah siapa kalau bukan rumah perempuan simpanan papa,?" ucap bu Maya makin penasaran.


    Pak Ady tidak memberikan jawaban atas pertanyaan istrinya,tapi justru memencet tombol yang ada di samping pintu rumah tersebut.


     Tak lama kemudian pintu rumah tersebut terbuka, di hadapan pak Ady dan bu Maya kini sedang berdiri seorang wanita yang umurnya mirip dengan bu Maya.


Bu Maya terdiam sejenak memandangi sosok wanita itu. 


Bu Maya merasa mengenali wanita itu, tapi lupa di mana. Keheningan itu buyar seketika setelah jeritan kecil keluar dari mulut bu Maya.


"Nollaaa...!"  panggil bu Maya pada wanita itu.


"Maya....ya ampun," kedua wanita itu pun saling berpelukan erat. Kedua wanita itu sama-sama menitikkan air mata, tangisan rindu terpendam kini meluap.


Kedua sahabat yang sudah lama terpisah kini bertemu kembali.


"Masuk dulu yuk," ajak bu Nola kepada tamunya setelah acara pelukan selesai.


"Maaf ya saya ngga kasih kabar dulu kalau mau kesini," ucap pak Ady setelah menempati salah satu sofa yang terletak di ruangan tersebut.


"Tidak masalah, ini kejutan yang menyenangkan. Sebentar ya saya panggil Jaya dulu," ucap bu Nola. Bu Nola pun segerah menujuh salah satu ruangan yang ada dalam rumah tersebut.


"Yah ..ada tamu nih!" panggil bu Nola kepada suaminya.


"Siapa bu?" tanya pak Jaya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2