CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 69 KECEWA


__ADS_3

Belum sempat Abby menjawab perkataan suster itu tiba-tiba muncul suara seseorang menawar darahnya.


"Saya sus, darah saya sama dengan golongan darah pasien. Ambil darah saya aja,"


Abby memalingkan pandangannya ke arah sumber suara. Mata langsung melotot setelah melihat siapa yang menawarkan darah untuk di donorkan kepada Arneta. Orang yang baru saja menawarkan darahnya untuk diambil adalah Robby. Dan itu membuat Abby tak suka. Abby tak sudi jika di tubuh Arneta di masukin oleh darah laki-laki yang paling membuatnya cemburu.


Robby dan dua sahabatnya segera menghampiri tempat Abby dan suster berdiskusi.


"Sus ambil darah saya aja," ucap Robby menawarkan dirinya.


"Apa benar darah bapak sama dengan golongan darah pasien?" tanya suster untuk meyakinkan bahwa darah yang di butuhkan oleh Arneta itu sama. Suster tidak ingin membuat kesalahan.


"Iya sus, saya sama pasien sering kali melakukan donor darah, makanya saya rau golongan darah saya sama dengan Arneta," jelas Robby.


"Baik, kalau begitu silahkan ikut dengan saya untuk pemeriksaan," ucap suster mempersilahkan Robby mengikuti langkah suster tersebut.


"Stop, saya tidak sudi jika tubuh istriku do masukin oleh laki-laki itu," ujar Abby, Abby sungguh tidak terima jika Robby menjadi pendonor untuk Arneta.


"Apa bapak punya solusi lain?. Saat ini pasien sangat membutuhkan darah,"balas suster tersebut.


Abby terdiam mendengarkan perkataan suster itu, Abby tak punya jalan keluar. Seandainya darah Abby sama dengan golongan darah Arneta dengan senang hati Abby menyumbangkan darahnya tapi kenyataannya golongan darah Abby berbeda.


"Jika bapak ingin nyawa istrinya selamat singkirkan dulu egonya. Nyawa istri anda menjadi taruhannya," suster itu mengingatkan Abby agar jangan terlalu egois. Suster itu pun mengingatkan Abby tentang kondisi Arneta saat ini.


Dengan sangat terpaksa akhirnya Abby mengijinkan Robby menjadi penyumbang darah untuk Arneta. Abby mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai kuku jarinya menembus kulit telapak tangannya. Meskipun marah dan tak terima nyatanya Abby tak berdaya.


Setelah Robby dan suster itu pergi Rika segera menghampiri Abby memegang tangannya dengan erat. Setelahnya Rika menarik paksa Abby menujuh ujung lorong rumah sakit. Karena Abby terkejut di tarik paksa oleh Rika Abby mengikut arah langkah kaki Rika berjalan.


Setelah tiba di tempat yang dipikir Rika aman Rika melepaskan tangan Abby.


"Katakan padaku apa yang sudah kamu buat pada Arneta,"ujar Rika geram. Rika kali ini sudah tidak bisa tenang setelah tahu kondisi sahabatnya.


"Jawab, apa yang kamu katakan padanya hingga membuat Arneta nekat menabrakkan dirinya dengan mobil?" sambung Rika lagi.


Abby hanya diam tidak menjawab pertanyaan Rika. Abby tau jika dirinya penyebab utama Arneta berbuat nekad. Karena tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya Rika langsung membabi-buta memukul tubuh Abby dan Abby pun tidak menghindar dari pukulan yang di layangkan Rika.


Bug

__ADS_1


Bug


Entah berapa banyak pukul yang di berikan Rika pada Abby hingga akhirnya Rika merasa lelah dan puas.


"Apa belum cukup kamu menyiksa Neta, apa belum cukup kamu buat dia hampir kehilangan kewarasannya karena ulahmu?" Rika mengatakan kalimat itu sambil menatap Abby dengan perasaan benci. Abby kembali diam tak ingin membelah diri karena semua yang diucapkan oleh Rika benar adanya.


Rika semakin emosi karena Abby yang hanya terdiam saja. Rika kembali memukul Abby secara bertubi-tubi.


"Selama kalian menikah Arneta tidak pernah bahagia.Dan kamu..!" Rika mengangkat tangannya dan satu jari menujuk langsung tepat di wajah Abby.


"Kamu manusia tidak punya hati, kamu sudah menikah tapi masih membawa perempuan lain kedalam rumah tanpa pernah memikirkan bagaimana perasaan Arneta. Kamu benar-benar biadab . Kalau sampai terjadi sesuatu pada Neta saya pastikan kamu tidak akan hidup dengan tenang," terang Rika panjang lebar. Abby menundukkan kepalanya mencobah mencerna apa yang barusan dikatakan oleh Rika. Abby mengakui jika Arneta memang tidak pernah terlihat bahagia selama menikah dengannya.


Tanpa Abby dan Rika sadari di ujung lorong telah berdiri dua sosok menyaksikan kejadian ini. Dan mereka adalah orang tuanya Abby, papa dan mamanya ikut mendengarkan apa yang diucapkan oleh Rika.


Bu Maya dan pak Ady menghampiri Abby dan Rika. Bu Maya memandangi wajah Rika penuh tanda tanya.


"Abby..," panggilan bu Maya.


Abby terperanjat melihat kedatangan kedua orang tuanya. Abby merasa cemas. Abby takut jika apa yang diucapkan oleh Rika didengarkan oleh orang tuanya.


"Katakan pada mama jika yang dikatakan oleh wanita ini tidak benar Abby," ucap bu Maya dengan wajah Permohonan.


"Itu semua benar tante, aku saksinya bagaimana anak tante ini menyiksa sahabat saya," ujar Rika langsung memotong kata-kata yang belum keluar dari mulut Abby.


"Abby....!" panggil bu Maya karena Abby diam.


Plak


Plak


Bunyi suara tamparan.


Karena Abby hanya diam tidak melakukan pembelaan diri,Abby mendapatkan dua kali tamparan di wajahnya. Bu Maya menampar Abby karena percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Rika.


"Mama kecewa Bee, mama nggak nyangka kamu bisa menyiksa istrimu," ujar bu Maya dengan nada mengandung kekecewaan.


"Pah, kita sudah gagal mendidik anak kita," ujar bu Maya sambil menyandarkan tubuhnya di pelukan suaminya. Bu Maya menangis meratapi nasib anak menantunya.

__ADS_1


Bu Maya menangis sampai sesenggukan di pelukan suaminya. Perasaan bersalah kini yang dirasakan oleh Abby. Karena ulahnya yang tidak bisa mengontrol emosi dua wanita yang di sayangnya merasakan sakit. Tapi yang paling para adalah Arneta.


Pak Ady memilih diam tak mengeluarkan kata-kata yang akan memperkeruh keadaan. Pak Ady menatap putrinya dengan tatapan mata yang sulit di mengerti. Tapi yang jelas sinar mata pak Ady memancarkan kekecewaan yang mendalam.


Taj ingin menyaksikan drama keluarga yang tidak bisa berbuat apa-apa Rika mengeluarkan unek-uneknya yang masih mengganjal di hatinya.


"Maaf nih bu ya, tolong didik anaknya ini supaya menjadi laki-laki yang bertanggung jawab," ujar Rika monohok. Abby mendengar kata-kata Rika yang tajam langsung menusuk jantung Abby.


Abby tak terima jika orang tuanya menjadi sasaran emosinya Rika langsung mendekati Rika dan menggenggam pergelangan tangannya dengan sangat kuat. Abby menatap Rika penuh amarah.


"Lepaskan, kenapa tidak terima dengan ucapan ku tadi ha?" Rika bukannya nyalinya menciut tapi justru menantang Abby.


"Kamu....! ingat ya jangan pernah menyalakan orang tua ku. Aku yang salah jadi jangan bawa-bawa orang tua ku," ucap Abby berang.a


Dari jauh Gita melihat perdebatan antara Abby dan Rika semakin sengit, Gita pun menghampiri Rika dan menariknya menjauh dari keluarga Abby.


"Rika, sudah cukup. Ini rumah sakit kasian Neta di dalam," ucap Gita menyadarkan Rika.


Abby mencobah mengejar Rika karena masih tidak bisa terima orang tuanya di perlukan kasar oleh Rika.


"Abby...!" bentak pak Ady. Pak Ady yang tadinya hanya diam akhirnya tidak bisa menahan diri lagi. Abby langsung berdiri kaku karena di bentak papanya.


Sementara itu Abby kini sedang di interogasi oleh orang tuanya.


"Abby katakan pada mama sama papa kenapa Arneta bisa tertabrak mobil?" tanya bu Maya.


Bersambung....


Dari ku,


Terimakasih kasih like'nya


makasih ❤️-nya


dan makasih untuk 🎁-nya.


Makasih juga masih sabar menunggu update nya 🙏

__ADS_1


__ADS_2