CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Nab 16 DIPAKSA PULANG


__ADS_3

Di kediaman orang tua Abby, ayah dan ibunya sedang duduk di halaman belakang rumah sambil menikmati sarapan pagi yang sudah di siapkan oleh bu Maya untuk suaminya, Jaya.


Sarapan pagi kali ini bukan hanya sekedar sarapan biasa-biasa saja, terjadi percakapan antara bu Maya dan suaminya. Pak Jaya.


"Ma bagaimana urusan perjodohan anak kita, apakah kamu sudah memberi tahukan pada anak kita?" tanya pak Jaya di selah-selah menikmati sarapan pagi itu.


"Belum Pah tapi rencana mama hari ini mama akan memberi tahukan hal ini kepada Abby," jawab bu Maya sambil memasukkan sesendok nasih goreng ke dalam mulutnya.


"Ya sudah sebagai kamu hubungi Abby sekarang suruh dia pulang ke rumah," ucap pak Jaya.


"Baiklah mama akan telpon Abby sekarang," balas bu Maya sambil meraih benda pipi miliknya yang terletak di samping piring yang terisi nasih goreng ayam plus telur dadar.


Sementara itu di tempat yang berbeda, lebih tepatnya di apartemen milik Abby, Abby sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Hari ini Abby mengenakan pakaian setelan jas berwarna abu-abu lengkap dengan dasinya.


Apartemen milik Abby, di dapur Abby sedang menikmati sarapan paginya yang berupa roti di lapisi selai coklat yang lumayan agak tebal. Abby memang menyukai coklat. Selain enak coklat juga memiliki beberapa khasiat yang sangat baik untuk kesehatan terutama untuk kesehatan suasana hati.


Abby tiba-tiba melirik telpon genggamnya yang sedang berbunyi memanggil sang empunya untuk menjawab panggilan yang masuk.


Abby membaca nama yang tertera pada layar handphone miliknya. Di situ tertulis jelas nama inisial seseorang. Nama itu tertulis dengan nama "SINGA KESAYANGAN KU."


Dengan perasaan tak enak Abby dengan ogah-ogahan menekan tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.


"Selamat pagi mama ku sayang," sapa Abby setelah handphone miliknya bersandar di samping kupingnya. Ya nama singa kesayangan ku adalah nomor milik ibunya Abby. Yaitu bu Maya.


"Selamat pagi juga buat anak mama," bu Maya membalas sapaan anak satu-satunya itu dengan suara lembut.


"Mama sama papa sehat-sehat ajakan?" tanya Abby yang ingin mengetahui keadaan kesehatan orang tuanya.


"Mama sama papa sehat-sehat saja,kamu gimana sehat juga kan?" tanya bu Maya yang juga mengkhawatirkan kesehatan Abby anaknya.


"Abby sehat juga mama ku sayang," balas Abby.


"Oh ya ma, tumben mama telpon Abby pagi-pagi,ada apa ma?" tanya Abby menyudahi obrolan basa-basinya .


"Hari ini apa kamu sibuk?" tanya bu Maya dari balik telpon genggamnya.

__ADS_1


"Hari ini Abby jadwal Abby tidak terlalu padat, mama mau ke kantor?" tanya Abby lagi.


'"Jadi jadwal kamu tidak padat, mama tidak akan datang ke kantor tapi mama mau kamu pulang ke rumah sebentar," ujar bu Maya. Bu Maya mengatakan alasan kenapa pagi-pagi sudah menghubungi putranya.


"Ada apa ma, ada hal penting kah?" tanya Abby penasaran akan maksud dari mamanya yang minta dirinya untuk pulang.


"Memang harus punya alasannya jika mama mu ini meminta anaknya untuk pulang ke rumah?" ucap bu Maya sedikit sewot.


"Hehehehe....


Terdengar suara Abby yang sedang cengengesan mendengar celotehan dari mamanya.


"Nggak gitu juga sie, tapi Abby nggak bisa janji ya mama apa Abby bisa pulang atau tidak," balas Abby mencari alasan agar dirinya tidak harus punya ke rumah orangtuanya. Abby agak malas pulang kerumahnya di karenakan karena Abby berusaha menghindari obrolan tentang hubungannya dengan Gracia.


"Kalau kamu tidak pulang ke rumah mama pastikan nama kamu di coret dari kartu keluarga," ancam bu Maya yang menyadari gelagat anaknya yang berusaha mencari alasan supaya tidak bisa pulang ke rumah.


"Aish....sadis benar ancamannya," gerutu Abby dalam hatinya.


"Bagaimana mau pulang ke rumah atau tidak?" bu Maya mengulangi pertanyaannya dengan nada tegas.


cepat. Dirinya takut jika ancaman mamanya benar-benar berlaku.


"Terserah yang penting kamu harus pulang, mama sama papa akan tunggu," ucap bu Maya.


"Memang ada apa sie ma sampai maksa Abby pulang?" tanya Abby yang ingin mengetahui alasan mengapa dirinya di paksa pulang hari ini.


"Pokoknya kamu harus pulang haru ini, ada hal penting yang harus mama papa sampaikan sama kamu," tutur bu Maya. Setelah itu langsung terdengar nada klik. Sambung telpon pun terputus.


    Setelah mendengar nada klik Abby langsung menempatkan handphone miliknya di hadapannya, dengan dahi yang sudah berlipat Abby memandangi hanphon miliknya dengan tatapan heran karena percakapan itu di putuskan begitu saja oleh mamanya.


"Ada apa ini, kenapa perasaan ku tiba-tiba merasa tidak enak ya?" Abby berbicara sendiri dengan suara yang sangat pelan.


Abby segera mempercepat sarapannya setelah melirik jam yang ada di hadapannya.


"Ya ampun  aku bisa kesiangan nih," gerutu Abby pada dirinya. Secepat kilat Abby langsung menuju ke dalam kamar untuk segera bersiap berangkat ke kantor, tapi tentunya setelah Abby selesai mandi dan berganti pakaian.

__ADS_1


      Setelah keluar dari lift Abby dengan langkah yang tergesa-gesa langsung menuju tempat parkiran. Dengan jarak yang masih agak jauh Abby tombol open yang tertera di kunci mobilnya yang sedari awal dalam genggaman tangan Abby.


      Namun sebelum Abby mencapai pintu mobil miliknya Abby di kejutkan dengan sebuah sapaan hangat.


"Pagi bos," Sarfa menyapa Abby bosnya.


"Afa...!" Seru Abby yang terkejut akan kehadiran Sarfa di samping mobilnya.


"Iya ini saya,..biasa aja liatnya, tampang mu udah kaya liat hantu tahu nggak Bee," ucap Sarfa setelah melihat Abby yang terkejut akan kehadirannya.


"Tumben kamu pagi-pagi udah di samping mobil ku, ada apa?" ucap Abby curiga.


"Mau nebeng sama kamu Bee," balas Sarfa polos.


"Nebeng, emang mobil kamu kemana?" tanya Abby.


Bukan jawaban yang di berikan oleh Sarfa tapi Sarfa membalas pertanyaan Abby dengan cengiran yang memperlihatkan deretan gigi dalam mulutnya.


"Ni anak ditanya malah nyengir, mobilmu mana?" Abby kembali mengulangi perbuatannya.


"Lagi di bengkel," jawab Sarfa masih dengan memasang cengirannya.


"Makanya beli yang baru mobil itu udah terlalu sering keluar masuk bengkel," ucap Abby.


"Uangnya belum cukup," balas Sarfa santai.


"Aku numpang di mobil mu ya bos?" Sambung Sarfa lagi dengan wajah memelas.


"Ogah..." balas Abby sambil bersikap cuek.


"Bee kalau kamu tidak ijinkan aku numpang di mobil mu, bisa di pastikan aku terlambat sampai di kantor," ujar Sarfa beralasan.


"Mobil mu sebenarnya sudah harus di ganti, sudah terlalu sering keluar masuk bengkel," ujar Abby lagu mengulangi kata-katanya sambil menyerahkan kunci mobilnya kepada Sarfa.


Sarfa pun segerah masuk dan duduk di samping kemudi setelah menerima kunci mobilnya Abby.

__ADS_1


    Abby dan Sarfa segera meluncur ke kantor. Di dalam mobil Abby dan Sarfa membicarakan tentang jadwal tugas Abby hari ini.


Bersambung


__ADS_2