CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 37 ORANG KETIGA


__ADS_3

Setelah Abby pergi Arneta melanjutkan niatnya tadi yaitu mandi. Arneta masuk kedalam kamarnya untuk mandi. Selain mandi dan berganti pakaian Arneta berniat untuk memasak sesuatu untuk dirinya sendiri.


Arneta keluar dari dalam kamarnya menujuh ke dapur, tapi sebelum langkah kakinya melangkah ke dapur bel pintu berbunyi yang menandakan bahwa ada orang yang datang bertamu. Arneta mengerutkan keningnya mencoba menebak siapa kira-kira yang dapat apa mertuanya atau orang lain.


Arneta tidak bisa menebak siapa yang datang, Arneta segera melangkahkan kakinya menujuh pintu depan. Arneta membuka pintu tersebut matanya langsung tertuju pada sosok wanita yang cantik sedang berdiri tepat di hadapannya.


Arneta sempat terpana memandangi wanita tersebut.


"Maaf mba mau cari siapa?" tanya Arneta dengan sopan.


"Abby mana.." ujar wanita itu tanpa menjawab pertanyaan Arneta.


"Kamu siapa, kenapa mencari Abby?" ucap Arneta penuh tanda tanya.


"Kenalkan aku adalah kekasihnya Abby," jawab wanita itu dengan gaya angkuhnya.


Wanita yang baru saja datang ke apartemen dia adalah Gracia. Gracia sengaja datang ke apartemen memang untuk mencari Abby. Gracia sengaja datang langsung mencari Abby di apartemen di karenakan sudah dari tadi siang Gracia tidak bisa menghubungi Abby. Gracia berpikir jika Abby saat ini mungkin mulai menghindari dirinya karena status Abby yang sudah menikah. Ada rasa takut di dalam hatinya Gracia jika Abby berpaling dari dirinya. Jika itu terjadi dari mana lagi sumber keuangan Gracia.


Arneta bersikap se-biasa mungkin meskipun dalam hatinya terkejut. Arneta tidak pernah mendengar pengakuan Abby jika dirinya mempunyai kekasih, Arneta hanya melihat dan menerka hanya lewat foto yang di lihatnya tadi siang yang berada di dalam kamar tidur Abby.


Arneta tersenyum simpul mendengar pengakuan Gracia.


"Oh jadi kamu kekasihnya Abby," ucap Arneta dengan gaya santai.


"Iya saya kekasihnya dan aku adalah perempuan yang paling di cintai Abby," balas Gracia sambil tersenyum merendahkan.


"Kamu tahu jika Abby sudah menikah?" kata Arneta mulai tak suka dengan tingkah Gracia yang mulai menyinggung perasaannya.


"Ya aku tahu, tapi aku tahu Abby menikah karena di jodohkan," jawab Gracia.


"Jadi kamu sudah tahu ya, harusnya jika kamu perempuan baik-baik pasti akan menjauhi suami orang," ujar Arneta mulai sinis


"Hei siapa kamu? kamulah orang ketiga, berani benar kamu bicara seperti itu sama aku.!"ujar Gracia. Gracia mulai menunjukkan taringnya.


"Aku istrinya Abby...!" ujar Arneta sambil memandangi Gracia dengan tatapan mata tak suka.


"Oh jadi kamu wanita matre yang menikahi kekasih ku?" Gracia langsung menuduh.


"Kamu pikir saya ini perempuan matre ya? ngaca dulu. Tanpa menikah dengan Abby saya bisa mencari uang sendiri," balas Arneta, Arneta marah karena dirinya di tuduh perempuan matre oleh Gracia.

__ADS_1


"He.... kamu pikir aku percaya kamu bisa mendapatkan kekayaan tanpa menikah dengan Abby? " ujar Gracia sambil tertawa sinis.


"Dengerin ya Aku menikah dengan Abby bukan karena hartanya,," ucap Arneta.


"Mungkin kalo kamu yang menikah dengan Abby saya tebak itu karena hartanya Abby iyakan.." balas Arneta tak mau kalah.


Gracia yang mendengar ucapan Arneta merasa marah meskipun itu ada benarnya juga.


"Hei kamu, jaga ucapan mu..!" seru Gracia.


"Dimana Abby, panggil Abby bilang padanya kalo aku datang," ujar Gracia memerintah Arneta seenak hati.


"Abby tidak ada di sini," jawab Arneta sambil menahan amarahnya.


"Bohong.."ucap Gracia, fan Gracia pun langsung menerobos masuk sambil menabrak tubuh Arneta. Arneta mundur beberapa langkah akibat di tabrak oleh Gracia.


Arneta mencoba mencegah Gracia masuk lebih dalam lagi, Arneta mencoba mencegah Gracia dengan cara menarik tangan Gracia karena sudah lancang masuk ke dalam rumah tanpa permisi.


"Keluar...!" ujar Arneta setelah berhasil menarik tangan Gracia.


Gracia menepis tangan Arneta mencoba menghentikan langkahnya.


"Harus berapa kali aku mengatakan pada mu bahwa Abby tidak ada,. keluar!" usir Arneta.


Gracia bukannya berhenti tapi tingkahnya semakin menjadi. Gracia berteriak menyebut nama Abby sambil berkeliling ruangan tersebut.


"Abby kamu dimana, ini aku datang," ujar Gracia masih dengan berteriak.


"KELUAR...!" teriak Arneta, emosinya kini mulai terpancing. Sabarnya kini mulai terkikis.


Gracia tidak peduli dengan teriakan Arneta, justru Gracia terus berteriak memanggil Abby dan terus mencari keberadaan Abby.


"Kamu sekap di mana Abby" tuduh Gracia pada Arneta karena tidak menemukan sosok yang di cari.


"Sekap..? apa kamu sudah gila..!" ujar Arneta tak terima.


"Keluar kata ku...!" sambung Arneta sambil tangannya menunjuk ke arah pintu keluar.


"Di mana Abby?' balas Gracia.

__ADS_1


"Abby tidak ada, Abby sedang ke Papua," jelas Arneta. Arneta sengaja mengatakan kemana Abby pergi.


"Tidak mungkin, Abby tidak mengatakan apapun pada ku," balas Gracia.


"Aku tidak peduli Abby pamitan atau tidak sama kamu... sekarang keluar," ujar Arneta.


Gracia bukannya langsung pergi malah sengaja berdiri mematung seolah sedang menantang Arneta. Dan Arneta pun tak mau diam saja. Arneta segera meraih kembali tangan Gracia dan langsung menyeretnya keluar.


"Lepas....sakit.." ucap Gratis sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Arneta.


Arneta tidak melepaskan tangannya Gracia dan terus menarik Gracia keluar.


"Silahkan pergi dari sini.." usir Arneta setelah berhasil menyeret Gracia keluar.


"Kamu berani mengusir ku? liat aja nanti aku pasti akan mengatakan ini pada Abby," ujar Gracia setelah dirinya berdiri di depan pintu keluar.


Tetangga Arneta yang merasa terganggu akan keributan yang terjadi segera buka pintu mencari tahu apa yang terjadi.


"Maaf ya mba-mba tolong jangan berisik," ujar wanita tetangga tersebut.


"Maaf bu sudah membuat keributan," ucap Arneta sungkan.


Tapi hal ini berbanding terbalik dengan Gracia.


"Dia yang cari gara-gara," tuding Gracia sambil menunjuk wajah Arneta.


"Kamu yang datang buat keributan kenapa saya yang disalahkan?" balas Arneta tak terima.


"Aku kesini baik-baik mau bertemu dengan pacar aku, tapi kamu mengusir ku," ucap Gracia spontan.


Ibu tetangga sebelah terkejut dengan pengakuan Gracia, dia tahu jika Arneta adalah istri dari Abby.


"Oh jadi kamu pelakor toh," ucap wanita. Gracia pun terdiam.


"Woi penghuni lantai ini, lihat disini, ada perempuan perebut suami orang!" teriak wanita itu tiba-tiba.


Dan tanpa aba-aba dan tanpa ada komando pintu-pintu yang tadinya tertutup rapat kini satu-satu mulai terbuka. Yang keluar pertama kali adalah seorang wanita yang umurnya hampir sepuh keluar sambil membawa gunting di tangannya ya karena saat ini wanita itu lagi Merapikan tanaman hiasnya.


Disusul kemudian seorang pembantu yang sedang memegang sapu ijuk ya karena lagi beberes rumah majikannya. Tak lama kemudian keluar beberapa wanita yang tergolong masih sepantaran Arneta sambil membawa sapu. Gracia langsung bergidik ngeri melihat pemandangan di depannya. Sedangkan Arneta tersenyum bahagia setelah melihat wajah pucat Gracia.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2