CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 12 BERTEMU KEMBALI


__ADS_3

Rika dan Arneta menyebutkan nama makanan yang ingin mereka pesan dan pelayan itu pun mencatat pesanan mereka berdua, setelahnya pelayan itu pergi menyerahkan pesanan Rika dan Arneta kepada juru masak ke restoran tersebut.


      Sambil menunggu pesanan mereka datang Rika membuka pembicaraan tentang perjodohan Arneta.


"Neta apakah kamu sudah yakin bahwa kamu akan dijodohkan?" tanya Rika.


"Aku yakin aku akan dijodohkan, karena aku sendiri mendengar dengan jelas kalau ayah dan ibuku sedang membicarakan masalah perjodohan ini," ucap Arneta, raut wajahnya Arneta kembali muram.


"Apakah kamu sudah menanyakan masalah ini kepada ayah dan ibu?" ucap Rika lagi.


"Aku belum menanyakan masalah ini sama ayah dan ibu, jujur aku masih takut dan ragu," ujar Arneta lagi.


"Terus bagaimana dengan Robby jika kamu benar-benar dijodohkan?" ucap Rika.


"Tentang Robby, aku tidak tahu sekarang pun jujur aja aku ragu dengan perasaan Robby kepadaku," ujar Arneta.


"Apa alasannya kamu ragu tentang perasaan Robby?" tanya Rika lagi.


"Aku sudah pernah meminta Robby untuk bicara jujur sama ayah dan ibu tapi Robby selalu menolak dengan berbagai alasan," jawab Arneta lagi.


    Arneta dan Rika kembali terdiam. Mereka tak bisa memberikan saran yang tepat kepada Arneta karena Rika tahu posisi Arneta sangatlah tidak mengenakkan. Posisi Arneta saat ini serba salah. Eka tahu jika aneka menolak perjodohan itu artinya akan menyakiti hati orang tuanya Arneta tapi jika menerima perjodohan ini itu artinya Arneta harus rela kehilangan dan melepaskan orang yang dicintainya.


     Lima belas menit kemudian pelayan datang dengan membawa pesanan makanan yang mereka pesan tadi. Pelayan itu segera menata pesanan makanan Arneta dan Rika di atas meja. Arneta dan Rika segera menyantap makanan mereka pesan tadi. Arneta dan Rika menikmati makan mereka dalam diam.


     Setelah selesai makan Arneta dan berita kembali mengelilingi mall tersebut. Arneta dan Rika mencari sesuatu yang dapat menarik perhatian mereka berdua.


Hingga pada akhirnya Rika dan Arneta memasuki sebuah toko baju, Arneta menuju salah satu gerai yang memajang pakaian pria. Arneta berpikir untuk membeli sebuah kemeja untuk ayahnya. Mata Arneta tertuju pada sebuah kemeja yang sedang di dipajang, Arneta hendak mengambilnya tapi sebelum tangannya berhasil menggapai pakaian tersebut tiba-tiba tubuhnya terlempar ke samping.


Buk


Aneka tersungkur ke lantai.


"Auh... Kelu Arneta. Arneta mengangkat kepalanya ingin melihat yang sudah menabraknya tadi.


"Kamu....!" Seru Arneta.

__ADS_1


"Kamu lagi..!" ucap pria yang baru saja menabrak Arneta.


      Areta segera berdiri dari tempat dia terjatuh dengan wajah sangar aneh tak mengangkat  tangannya dan jari telunjuknya langsung menunjuk wajah pria tersebut.


"Heh lebah batu bisa nggak kamu itu tidak mengganggu hidupku lagi," ucap Arneta kesal.


"Heh wanita jadi-jadian emang siapa juga yang mau dekat-dekat dengan perempuan aneh sepertimu?" balas pria tersebut tak mau kalah. 


     Dan pria yang baru saja menabrak Arneta itu tak lain dan tak bukan dia adalah Abby. Seorang pria yang sudah di beri gelar lebah batu oleh Arneta.


"Heh manusia lebah batu bisa nggak kamu tuh jauh-jauh dari aku, tahu nggak kamu itu membawa sial buat aku," balas Arneta lagi tak kalah sengit.


"Heh wanita aneh manusia jadi-jadian denger ya saya juga tidak suka bertemu dengan kamu," balas Abby lagi.


"Heh asal lu tahu ya sejak aku ketemu sama kamu hidup aku itu sial," ucap Arneta lagi.


"Emang hidupmu aja yang sial kenapa aku yang disalahin dasar perempuan aneh," balas Abby lagi.


     Pertengkaran antara Abby dan Ernita kembali terjadi, tapi kali ini lebih parah dua-duanya tak ada yang ingin mengalah. Rika yang melihat wanita yang semakin marah segera meraih tangan anda dan menariknya.


"Tapi aku mau beli baju itu," ucap Arneta sambil menunjuk baju yang dimaksud.


    Abby melihat baju yang dimaksud Arneta langsung mengambil baju tersebut, baju itu diambil oleh Abby bukan untuk diberikan kepada Arneta tapi ingin membeli baju itu juga. Setelah mendapatkan baju itu segera menuju ke kasir, tapi sebelum Abby melangkah tangannya sudah ditahan oleh Arneta.


"Lebah batu berikan baju itu kepadaku!" kata Arneta kepada Abby sambil menatap tajam.


"Enak saja baju ini mau saya beli tahu," jawab Abby.


"Tapi aku lebih dulu melihatnya, balikin nggak bajunya," ucap Arneta sewot.


"Kamu memang lebih dulu melihatnya tapi aku lebih dulu mengambilnya jadi barang ini milikku," balas Abby tak kalah sewotnya.


Adu mulut antara Abby dan Arneta kembali terjadi.


       Sementara itu dari kejauhan Sarfa yang melihat Abby sedang bertengkar dengan seorang wanita segera menghampirinya. 

__ADS_1


"Astaga perempuan itu, lagi mati aku," ucap Sarfa dalam hatinya.


"Ada apa Abby?" tanya sarfa setelah berdiri tepat di samping Abby.


"Perempuan aneh ini kembali mencari gara-gara," jawab Abby.


"Maksudnya?" tanya Sarfa yang belum tahu akar permasalahannya.


"Bukan aku yang cari gara-gara tapi dia lebih dulu menabrak aku!" ucap Arneta lebih dulu sebelum Abby menjawab pertanyaan sarfa.


"Mata kamu aja yang nggak lihat-lihat, kamu juga nggak hati-hati kamu itu ceroboh," balas Abby tak terima atas ucapan Arneta memojokkan dirinya.


"Kamu itu ya, sudah salah bukannya minta maaf malah marah-marah," ucap Arneta.


"Enak aja, kamu yang salah. Suruh siapa berdiri di sembarangan tempat," ucap Abby membela diri.


"Kamu yang tabrak aku tadi, mungkin udah kebiasaan kali ya kamu itu hoby nya nabrak orang," ucap Arneta sambil menatap Abby tajam.


"Jangan sembarang ya kalau bicara, jelas-jelas kamu yang.." belum selesai Abby berbicara, ucapan Abby langsung terpotong oleh Sarfa.


"Bee kita pulang yuk, kamu nggak malu bertengkar dengan perempuan?" 


"Bodoh amat, dia salah kok bukan aku," jawab Abby membela diri.


"Bee liat tuh banyak orang yang melihat kamu ribut sama perempuan,"ucap Sarfa mengingatkan sahabat sekaligus bosnya itu.


Mata Abby langsung memandang ke seluruh penjuru toko tersebut. Benar saja apa yang di katakan oleh Sarfa barusan, para pengunjung toko tersebut sedang berdiri mematung memandangi dirinya yang sedang bertengkar dengan Arneta. Arneta pun ikut melihat ke sekelilingnya setelah mendengar ucapan Sarfa tadi.


         Ada rasa tak nyaman yang di rasakan oleh Abby dan Arneta dari tatapan para pengunjung toko tersebut. Abby dan Arneta merasa malu karena sudah menjadi pusat perhatian dan tonton banyak orang, apa lagi adegan mereka berdua bukan gaya romantis ala-ala sinetron melainkan sedang bertengkar hanya karena rebutan satu baju. 


    Arneta dan Abby segera mengakhiri perdebatan mereka, baju yang sudah menjadi rebutan Arneta dan Abby di letakkan begitu saja tak ada yang membelinya.


Arneta dan Abby segera pergi dari tempat itu tanpa saling berpamitan terlebih dahulu.


"Mana ada orang berantem pas bubarnya saling pamitan," ucap author dalam hati.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2