CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 18 PENOLAKAN ABBY


__ADS_3

Abby yang baru saja mendengar ucapan ayahnya terdiam, isi kepalanya sedang berusaha mencerna apa yang barusan di dengarnya. Hati Abby berontak menolak perjodohan ini. Tapi Abby masih berusaha bersikap tenang meskipun hatinya saat ini sedang bergemuruh seperti ada badai yang sedang terjadi si dalam hatinya.


Abby menarik nafas dalam-dalam sebelum kembali bertanya apa benar dirinya sudah di jodohkan, Abby masih berharap ini hanyalah lelucon yang sangat tidak lucu menurut Abby.


"Mah, Pah Abby nggak salah dengarkan, ini cuma candaankan? ngga mungkin Abby di jodohkan!" tutur Abby menolak apa yang barusan di dengarnya.


"Bee mama sama papa tidak becanda, kamu memang sudah di jodohkan," jawab pak Ady tanpa ragu.


"Ngga... ngga...Abby ngga mau di jodohkan," tolak Abby.


"Suka atau tidak suka inilah kenyataannya kamu memang sudah di jodohkan dan tidak ada kata penolakan, titik," ucap pak Ady dengan nada tegas.


"Mah Pah...Abby bukan anak kecil lagi!" seru Abby tak terimakasih jika dirinya di paksa.


"Justru kamu bukan anak kecil lagi makanannya mama sama papa menjodohkan kamu Bee," ucap bu Maya.


"Mah tapi Abby punya wanita yang Abby cintai, Abby tidak mungkin menikah dengan orang yang Abby tidak suka, jangankan suka bertemu dengannya saja Abby belum pernah," tutur Abby masih pada pendiriannya.


"Kalian berdua sudah pernah bertemu," ucap bu Maya.


"Ha...kapan?" ucap Abby kaget mendengar perkataan mamanya.


"Dulu waktu kalian masih kece," jelas bu Maya.


"Tapi Abby tidak mencintainya mah," tolak Abby.


"Masalah cinta atau perasaan mama yakin dengan berjalannya waktu kalian berdua akan saling jatuh cinta," tutur bu Maya.


"Tapi Abby mencintai...." belum selesai ucapan Abby langsung di potong oleh bu Maya.


"Wanita itu sampai kapanpun tidak akan pernah mama terima sebagai menantu mama!" seru bu Maya dengan nada naik dua oktaf.


"Tapi mah.." ucap Abby menggantung.


"Dengar Abby, wanita itu tidak baik untuk mu," ucap bu Maya mencoba menasehati putranya.


"Apa bisa pernikahan itu bertahan tanpa cinta?" tanya Abby mencoba mencari celah agar perjodohan ini tidak terlaksana.

__ADS_1


"Kebahagiaan dalam rumah tangga tergantung dari kalian berdua," balas pak Ady.


Otak Abby masih berusaha berpikir keras mencari cara agar bisa menemukan alasan yang tepat agar dirinya tidak di jodohkan.


Melihat Abby yang terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun Bu Maya kembali mencoba menasehati Abby.


"Bee apa mama sama lakukan ini untuk kebaikan mu juga kebahagian kamu juga," ucap bu Maya dengan suara lembut.


"Tapi mah Abby mencintai Gracia dan mama sama papa tahu kan hal itu," kelu Abby.


"Bee harus bagaimana mama sama papa menasehati kamu jika perempuan itu tidak baik?" tanya bu Maya setengah putus asa.


Pak Ady yang melihat wajah sedih istrinya tercintanya langsung menambahkan kata-kata nasehat untuk Abby.


"Bee mama sama papa punya alasan kenapa tidak pernah merestui hubungan kalian berduaan,"ucap pak Ady.


"Coba katakan pada Abby apa alasannya kenapa mama sama papa menolak Gracia," ucap Abby.


"Wanita itu tidak baik untuk mu, dia hanya memanfaatkan uang mu saja, selain itu perempuan itu sangatlah sombong," jelas bu Maya.


"Gracia bukan perempuan seperti itu mah," bela Abby.


"Bukan seperti itu maksudnya Abby mah," valas Abby.


"Terus maksud kamu apa?" cecar bu Maya yang melihat Abby masih keukeh membela Gracia.


"Maksud Abby Gracia itu wanita yang sangat baik, Gracia memiliki hati yang lembut," tutur Abby menjelaskan.


Hahahaha....


Tawa bu Maya spontan setelah mendengarkan apa yang barusan di ucapkan oleh Abby putranya. Abby menatap mamanya dengan tatapan penuh tanya.


"Mama kenapa ketawa?" tanya Abby ingin tahu alasan mengapa mamanya mentertawakan dirinya, ya setidaknya itu yang di rasakan Abby.


"Apa kamu bilang Bee barusan? wanita itu berhati lembut, wanita yang baik hati? Astaga anakku ini benar-benar sudah di butuhkan oleh cinta. Buka matamu lebar-lebar liat siapa wanita yang kamu bilang berhati baik," ucap bu Maya dengan perasaan kesal tentunya.


"Mama pasti mengada-ada," ucap Abby masih membela Gracia.

__ADS_1


"Kamu pikir mama berbohong Abby? Mama pernah bertemu dengan perempuan itu di mall dan perempuan itu menyenggol tasnya mama sampai jatuh, tahu apa yang dilakukan oleh perempuan itu dia malah membentak mama dan bilang mama itu perempuan tua peot yang pantasnya tinggal di panti jompo!" seru bu Maya yang mulai terpancing emosi.


Dan Abby terdiam lagi tidak bisa mengeluarkan kata-kata untuk membela Gracia, walaupun sebenarnya Abby tidak percaya sepenuhnya apa yang barusan di ucapkan oleh mamanya.Abby melayangkan pandangan matanya kearah papanya mencoba mencari pembelaan diri papanya seperti yang selama ini di lakukan oleh papanya selalu berpihak kepada Abby.


Tapi kali ini Abby harus kecewa, papanya justru mendukung mamanya.


"Pah.."ucap memelas Abby.


"Bee maaf papa kali ini mendukung keputusan mama. Sebenarnya papa juga punya alasan tersendiri mengapa tidak mendukung hubungan mu dengan Gracia," ucap pak Ady.


"Maksud papa apa?" tanya Abby sambil menyatukan dua alisnya.


"Sebenarnya papa pernah bertemu dengan Gracia di sebuah acara," kata pak Ady sambil memikirkan kata-kata yang tepat untuk melanjutkan kata-kata berikutnya.


"Terus..," ucap Abby penasaran. Begitu juga dengan bu Maya, bu memandangi suaminya dengan tatapan penuh sidik.


"Bee mungkin apa yang akan papa katakan pada mu, kamu pasti tidak percaya," ucap pak Ady sambil menarik nafas dalam-dalam.


"Katakan saja apa pun itu ," balas Abby tanpa ragu. Pandangan mata bu Maya pun semakin serius menatap suaminya.


"Sebenarnya Gracia pernah mencoba merayu papa," tutur pak Ady dengan sangat hati-hati.


"Haaa...?"


Kata yang pertama keluar secara bersamaan dari bu Maya dan Abby. Sontak saja pengakuan dari pak Ady membuat bu Maya dan putranya Abby terkejut. Reaksi dari bu Maya sungguh di luar jangkauan suaminya.


"Terus tergoda dengan perempuan itu pah?" tanya bu Maya penuh emosi.


"Ya ngga lah, kan papa punya mama," ujar pak Ady menolak tuduhan istrinya.


"Ngaku pah jangan bohong sama mama, papa sudah berbuat apa saja dengan wanita itu!" seru bu Maya.


"Sumpah mah, papa ngga berbuat macam-macam," kata pak Ady dengan jujur.


"Papa ngga bohongin mama kan? kalau mama tahu papa berbohong papa tahu resikonya," ucap bu Maya penuh penekanan.


Abby yang baru saja mendengar pengakuan papanya hanya terdiam shock, tapi entah apa yang ada dalam pikiran Abby saat ini, apa percaya dengan pengakuan ayahnya atau justru berpikir itu hanyalah akal-akalan papanya saja untuk dirinya berpisah dengan Gracia dan menerima perjodohan yang di sodorkan padanya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2