
Para dokter dan perawat dalam ruangan itu terus berupaya agar detak jantung Arneta bisa kembali. Kembali lagi dokter menempelkan alat kejut jantung ke tubuh Arneta, lagi dan lagi tubuh Arneta terpental ke atas. Dan hal ini sudah dilakukan oleh dokter.
Dokter itupun menarik nafas dalam-dalam sejenak dan kembali menghitung.
"Sus siap...1...2..3!"
Dokter itu kembali melakukan hal yang sama seperti tadi. Usaha ini untuk yang terakhir kalinya, jika jantung Arneta tidak merespon itu artinya mereka kehilangan pasien untuk selamanya.
Tut
Tut
Tut
Detak jantung Arneta kembali terbaca oleh mesin jantung.
"Dok pasien kembali," ucap perawat, dokter pun menarik nafas lega.
"Huff... syukurlah," jawab dokter. Dokter itupun melanjutkan memeriksa kondisi Arneta. Raut wajah dokter pun berubah.
Setelah selesai memeriksa Arneta dokter keluarga dari dalam ruangan tersebut hendak menemui keluarga Arneta.
"Keluarga pasien Arneta!!" panggil dokter itu.
Semua orang yang sedari tadi menunggu kabar terbaru tentang kondisi Arneta serempak maju menghampiri dokter tersebut.
"Saya dok, saya suaminya," jawab Abby sambil berusaha bangun dari duduknya di lantai.
"Bagaimana kondisi istri saya dok, dia baik-baik saja kan?" tanya Abby khawatir.
"Maaf pak, tapi saya harus menyampaikan kabar ini kepada anda," dokter itu menjeda kata-katanya.
"Maaf pak, kondisi istri anda saat ini sedang koma," jelas dokter.
Tubuh Abby langsung terasa lemas seperti tak ada tenaga. Abby sempat mundur beberapa langkah karena shock setelah mendengar penjelasan dokter.
"Tapi dok, bagaimana bisa, bukannya tadi baik-baik saja?" tanya bu Maya binggung.
"kami belum tahu apa penyebabnya tapi kami akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Mohon bersabar ya bu. Doa dan dukungan keluarga yang di butuhkan pasien saat ini," ucap dokter itu.
Setelah memberikan penjelasan tentang Arneta dokter pun pamit meninggalkan Semua orang yang menunggu Arneta.
"Puas kamu!" ujar Rika tiba-tiba. Abby mengangkat kepalanya menatap Rika. Abby bisa melihat jika Rika kembali murka padanya.
"Kamu pikir cuma kamu yang merasa sedih, ha!" balas Abby.
"Kamu adalah orang yang sudah membuat Arneta seperti ini," ucap Rika marah.
__ADS_1
"Aku tau aku salah, tolong jangan memperburuk keadaan," balas Abby memohon.
"Cukup ya, aku juga terpukul melihat istri ku seperti itu," sambung Abby.
"Istri kata mu, sejak kapan kamu menganggap Arneta adalah istri mu!" Rika kembali menyudutkan Abby.
"Rika sudah, disini rumah sakit. Kasian Neta di dalam sana," Robby menenangkan Rika.
Keadaan sekitar kembali hening, Pak Ady tiba-tiba merasa ada yang kurang.
"Mah, apa mama sudah memberi kabar pada besan kita?" tanya pak Ady.
"Ya ampun pah, mama lupa. Sebentar mama telpon besan kita," jawab bu Maya. Bu Maya pun segera menghubungi besannya melalui panggilan telepon.
Beberapa detik kemudian terdengar suara sapaan dari balik handphone.
"Halo Maya.." ucap seseorang dari balik telpon. Bu Maya menghubungi ibunya Arneta.
"Nola, bagaimana kabarmu?" tanya bu Maya sekedar basa-basi.
"Aku baik, kapan kamu pulang dari luar negri?" balas bu Nola.
"Nola, bisakah kamu ke rumah sakit sekarang?" tanya bu Maya berhati-hati.
"Siapa yang sakit, kamu lagi sakit?' bu Nola.
"Ada, mau ngobrol?" tawar bu Nola.
"Boleh, ..." jawab bu Maya singkat.
Handphone milik bu Nola pun berpindah tangan ke tangan suaminya.
"Ya Maya, siapa yang sakit?" tanya pak Jaya. Pak Jaya sudah mendengar percakapan antara istrinya dan temannya itu.
"Jaya, Neta sekarang ada di rumah sakit, bisa kesini?" jawab bu Maya.
"Apaaa....! anak saya sakit apa?" ujar pak Jaya terkejut.
"Kesini dulu, nanti di jelaskan," jawab bu Maya.
Tanpa mengucapkan kata-kata lagi pak Jaya langsung memutuskan percakapan tersebut. Pak Jaya langsung mengatakan apa istrinya bahwa anak mereka berdua saat ini sedang berada di rumah sakit. Pak Jaya dan istrinya segera bergegas ke rumah sakit
Setelah mobil yang di kendarai pak Jaya berada di jalan raya, bu Nola menanyakan nama rumah sakit tempat Arneta di rawat.
"Pah, Neta di rumah sakit mana?"
"Astaga bu, saya lupa nanya tadi. ibu coba minta alamat sama Maya di mana Neta di rawat," ujar pak Jaya. Saking paniknya pak Jaya tadi lupa menanyakan nama rumah sakit pada Maya.
__ADS_1
Bu Nola pun melakukan apa yang di minta suaminya tadi, Nola kembali menghubungi Maya dan langsung meminta nama dan alamat rumah sakit. Setelah mendapatkan alamat rumah sakit pak Jaya langsung tancap gas mobilnya menuju rumah sakit.
Sampai di rumah sakit yang di tuju, pak Jaya dan bu Nola segera bergegas menujuh tempat Arneta di rawat. Di tengah jalan pak Ady dan istrinya bertemu dengan Robby.
"Nak Robby,* sapa pak Jaya.
"Ayah...." panggil Robby. Robby dan sahabatnya Arneta memang memangil pak Jaya dan bu Nola dengan panggilan ayah dan ibu.
"Nak, kamu ada disini?" tanya pak Jaya.
"Iya, kebetulan tadi saya bareng Neta," jawab Robby jujur.
"Kok bisa?" pak Jaya penasaran kenapa bisa Arneta bisa bersama dengan Robby.
"Yah, kita kita liat Neta dulu baru nanya yang lainnya," ujar bu Nola mengingatkan suaminya tujuan mereka datang ke rumah sakit.
"Mari saya antar yah, bu..." ajak Robby.
Dengan diantar Robby pak Jaya dan bu Nola menuju ke tempat ruang Arneta di rawat. Di ujung lorong pak Jaya bisa melihat besannya yang sedang duduk dengan kepala tertunduk. Pak Jaya mempercepat langkahnya menghampiri besannya.
"Bagaimana kondisi Neta?" pak Jaya langsung bertanya.
"Kamu sudah datang," ucap pak Ady.
"Duduk dulu nanti saya jelaskan," sambung pak Ady.
Beberapa detik kemudian bu Nola menyusul suaminya karena sempat tertinggal beberapa langkah, dan langsung duduk di samping suaminya. Perasaan bu Nola dan suaminya langsung merasa ada yang tidak beres dengan anaknya.
"Nola, Jaya Arneta sedang koma saat ini," jelas pak Ady .
"Apa....!" seru pak Jaya dan istrinya bersamaan.
"Neta tertabrak mobil tadi," jelas pak Ady.
Whuu ..whuuu... bu Nola pun langsung menangis mendengar ucapan pak Ady.
"Tenang ya bu, kita berdoa semoga Neta baik-baik saja," pak Jaya memeluk tubuh istrinya dan berusaha menenangkan.
"Bagaimana bisa Neta tertabrak mobil, selama ini Neta selalu berhati-hati," pak Jaya meminta penjelasan kenapa putrinya bisa tertabrak.
"Jujur kami juga belum tahu kejadian yang sebenarnya. Kami juga mendapat kabar saat Neta du bawah ke rumah sakit," jelas pak Ady.
"Apa kata dokter, bagaimana kondisinya?" tanya bu Nola di selah-selah tangisnya.
" Kata dokter Neta saat ini tidak sadarkan diri. Kita hanya bisa berdoa dan berharap semoga ada keajaiban dan semoga Neta cepat sadar," jawab pak Ady.
Bersambung
__ADS_1
#maaf balas comennya telat ya 🙏