CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 80 HADIAH


__ADS_3

Rika melihat kegalauan Abby saat ini, tapi tak ada sedikitpun di hati Rika untuk membantu Abby. Rika ingin Abby berjuang sendiri dan mencari jalan keluar dari permasalahannya, meski Rika tau apa yang akan di lakukan Abby untuk meluluhkan hati Arneta tidaklah mudah, butuh ketulusan hati untuk bisa mendapatkan hati Arneta tapi jika Abby tidak sepenuh hati maka semuanya akan sia-sia.


Tiba-tiba Rika menemukan sebuah ide di otaknya, senyum jahat terukir di bibirnya. Rika seolah menemukan waktu yang tepat untuk mengerjai Abby.


"Jadi kamu itu benar-benar mencintai Neta?" tanya Rika, Rika mulai melaksanakan niatnya dengan memancing Abby.


"Kan udah aku bilang tadi!" jawab Abby.


"Masih ada satu cara lagi supaya kamu bisa meluluhkan hati Arneta," ujar Rika sambil tersenyum.


"Beneran, kamu nggak bohong kan?" tanya Abby antusias. Abby seolah mendapatkan angin segar mengetahui jika masih ada cara lain untuk mendekati Arneta.


"Ngga percaya, ya sudah aku pamit," ujar Rika sambil berdiri dari duduknya.


"Hei, tunggu dulu, jangan marah. Aku percaya sama kamu," ucap Abby.


Abby meminta agar Rika kembali duduk di tempatnya semula. Hati Rika bersorak gembira karena umpannya berhasil. Rika mengulum senyumnya mencobah menenangkan hatinya yang sedang berdendang.


"Katakan padaku bagaimana caranya?" tanya Abby.


"Tapi aku tidak yakin kamu mau melakukannya," ucap Rika, Rika sengajaan berkata begitu supaya Rika yakin jika Abby akan melakukan apa yang dikatakannya nanti.


"Apapun itu selama aku bisa mendapatkan hati Neta aku akan melakukannya," jawab Abby yakin.


"Baiklah, aku rasa kamu pasti bisa melakukannya. Tapi ingat kamu harus melakukannya dengan hati ikhlas," ujar Rika.


"Katakan saja apa itu," ucap Abby tak sabaran.


Dalam hati Rika tersenyum puas, Rika yakin seratus persen akan berhasil mengerjai Abby.


"Abby, mobil Neta yang dia pakai saat ini itu di belinya tiga tahun yang lalu. Coba kamu beliin mobil yang baru untuk Neta. Neta pasti akan merasa tersanjung, tapi jika itu terlalu berat untukmu coba kamu beliin Neta barang-barang yang bermerek. Neta itu sangat suka mengoleksi barang yang branded," ujar Rika.


Setelah mengatakan itu Rika menatap Abby seolah mencari jawaban atas idenya.


"Kamu yakin dengan apa yang kamu bilang tadi?" tanya Abby. Abby merasa ragu dengan ide yang diberikan Rika.

__ADS_1


"Terserah, mau percaya atau tidak itu urusan mu. Aku hanya mengatakan apa yang aku tahu," jawab Rika. sebenarnya Rika sedikit merasa cemas jika Abby menolak ide gilanya.


"Baiklah, aku akan melakukan seperti yang kamu katakan, tapi jika ide mu ini membuat masalah baru aku akan mencari mu," ucap Abby. Bulu kuduk Rika langsung meremang mendengar ancaman Abby. Rika berusaha tersenyum semanis mungkin tapi bibir Rika tak mampu melakukannya. Rika tersenyum kaku.


Setelah mendapatkan ide dari Rika Abby ingin sesegera mungkin untuk melakukan ide tersebut.


"Baiklah, saya pamit dulu, makanannya nanti saya yang bayar," ucap Abby. Abby meminta sarfa untuk membayar makanan yang mereka makan tadi juga makanan yang di pesan Rika.


Setelah setelah urusan mereka selesai Abby dan Sarfa berniat untuk pamit terlebih dahulu.


"Kalau begitu kamu pamit dulu," ucap Sarfa. Rika hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Abby dan Sarfa pergi meninggalkan Rika yang masih di dalam restoran.


"Afa, apa masih ada lagi kerjaan di kantor?" tanya Abby, setelah Abby dan Sarfa berada dalam mobil hendak kembali ke perusahaan.


"Tidak ada," jawab Sarfa.


"Sekarang kamu anterin aki ke showroom mobil tidak usah kembali ke kantor," Abby langsung memberikan perintah pada Sarfa. Sarfa tidak membantah perkataan Abby. Sarfa langsung mengemudi mobil menuju salah satu showroom mobil.


Tak butuh waktu yang lama Abby dan Sarfa tiba di sebuah showroom mobil, dimana si dalam showroom tersebut terpajang merek mobil ternama. Kedatangan Abby dan Sarfa di sambut hangat oleh marketing showroom tersebut tersebut.


"Ada yang bisa kami bantu pak?" tawar marketing tersebut.


"Silahkan pak lihat-lihat dulu, semoga ada yang cocok," ucap marketing.


Marketing itupun menemani Abby dan Sarfa mengelola showroom tersebut. Pilihan Abby jatuh pada sebuah mobil sedan berwarna putih gading berlogokan tiga huruf dalam sebuah lingkaran berwarna putih biru. Mobil berwarna putih BMW dipilih oleh Abby untuk Arneta. Abby segera menyelesaikan administrasi mobil tersebut, Abby juga meminta agar mobil itu secepatnya di antarakan kerumahnya.


Setelah selesai dengan urusan mobil Abby meminta sarfa agat menemani dirinya kesebuah mall, Abby berniat untuk membelikan perhiasan untuk Arneta. Tiba di dalam mall Abby segera menujuh sebuah toko perhiasan di dalam mall tersebut. Benar saja Abby membelikan perhiasan satu set untuk Arneta. Mulai dari kalung, gelang, anting dan juga sebuah cincin berlian. Sarfa dengan patuh mengikuti langkah kaki Abby.


Setelah selesai Abby meminta Sarfa untuk mengantarkannya pulang ke rumah karena mobilnya di tinggalkan di kantor.


Tiba di rumah Abby menyembunyikan perhiasan yang baru di belinya, rencana Abby perhiasan itu akan di berikan pada Arneta bersamaan mobil yang di belinya diantara kan ke rumah.


Sudah tiga hari berlalu dan hari ini mobil yang dipesan Abby akan diantarkan ke rumah. Abby sudah tak sabaran untuk menunjukkan apa yang dibelinya untuk Arneta.


Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, sebuah mobil dari diler masuk ke halaman rumah dengan membawa mobil pesanannya. Abby tersenyum puas. Mobil itupun langsung terparkir di halaman rumah. Abby juga menyelenggarakan beberapa administrasi lainnya sebelum orang-orang yang mengantarkan mobil itu pergi.

__ADS_1


Hari sudah sore Arneta mengendarai mobilnya kembali pulang ke rumah setelah selesai bekerja. Mobil Arneta memasuki halaman rumah, Arneta bisa melihat sebuah sedan mewah terparkir di halaman rumah. Arneta berpikir bahwa mobil tersebut adalah milik tamu yang datang ke rumah, Arneta menebak jika mungkin saja teman Abby yang datang berkunjung.


Arneta keluar dari dalam mobilnya ingin segera masuk kedalam rumah karena ingin segera istirahat, Arneta merasa cape. Tapi sebelum kaki Arneta masuk kedalam rumah Abby langsung mencegatnya di depan pintu.


"Jangan dulu masuk ya, tunggu sebentar," ucap pak sambil tersenyum misterius. Arneta dengan patuh menuruti ucapan Abby tanpa bertanya terlebih dahulu.


Arneta menunggu Abby di depan pintu rumah, entah mengapa kali ini Arneta mengikuti ucap Abby tanpa berdebat. Tak berapa lama kemudian about keluar sambil memegang sebuah kota yang terbungkus kain beludru warna merah menyala. Di tangan Abby yang satunya juga memegang kunci mobil. Arneta tidak tau untuk apa Abby membawa kedua barang tersebut.


"Ayo Neta," ajak Abby. Arneta pun ikut kemana Abby melangkah.


Abby berhenti di depan mobil yang dilihat Arneta tadi.


"Surprise....!" ucap Abby sambil menyerahkan kunci mobil tersebut.


Arneta bukannya bersikap antusias tapi justru sebaliknya, Arneta menatap Abby dengan wajah kebingungan.


"Neta, ini mobil aku beli untuk mu. Mobilmu sudah harus di ganti," ujar Abby. Abby menyerah kunci mobil tersebut ke tangan Arneta.


"Apa maksudnya ini Abby?" ucap Arneta bingung.


"Ini mobil buat kamu Neta, hadiah dari aku," ucap Abby.


"Tapi ulang tahunku masih lama," jawab Arneta.


"Mobil ini sengaja aku beli buat kamu, mobil kamu yang itu sudah harus di ganti," ujar Abby.


"Kamu pikir aku ini perempuan matre Abby?" ujar Arneta tersinggung. Arneta tersinggung karena Abby membelikan mobil untuknya tanpa bertanya terlebih dahulu.


"Bukan begitu Neta, aku hanya ingin kamu menganti mobilmu. Hanya itu, tidak ada yang lain," jawab Abby menjelaskan.


"Aku tidak butuh mobil baru, mobil ku masih layak untuk di gunakan. Simpan saja mobilnya atau kalau perlu kembalikan saja," ujar Arneta.


"Neta, sungguh aku tulus memberikan mobil ini buat kamu. Maaf kalau aku salah. Tapi tolong terima mobilnya ya," pinta Abby pada Arneta.


Arneta bisa melihat ketulusan dari Abby dari sinar matanya, dengan perasaan terpaksa Arneta akhirnya menerima mobil yang di berikan Abby padanya.

__ADS_1


"Baiklah aku terima, tapi ingat hanya mobil ini saja Kamu kasih ke aku. Tidak ada yang lainnya," ucap Arneta. Abby langsung memutuskan untuk menunda memberikan Arneta perhiasan yang sudah di pegangnya. Abby tak ingin menambah masalah yang akhirnya Arneta mengembalikkan mobil yang baru saja di terima Arneta.


Bersambung


__ADS_2