CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 49 BERTEMU DENGAN ROBBY


__ADS_3

Hari-hari pun telah berlalu, sudah satu tidak terasa sudah satu bulan Arneta dan Abby tinggal di rumah baru minimalis hadiah pernikahan yang di berikan oleh kedua orang tua Abby.


Jangan di tanya bagaimana hubungan antara Abby dan Arneta, hubungan Abby dan Arneta masih sama seperti saat masih tinggal di apartemen. Cuma bedanya tak ada lagi duda kaya yang mengajak Arneta untuk berbicara. Abby merasa lebih santai dalam menjalani kehidupan rumah tangganya.


Hari ini Arneta sudah buat janji bersama dengan dua sahabatnya Yaitu Gita dan Rika. Hari ini mereka bertiga sengaja bertemu untuk membahas kegiatan yang biasa mereka lakukan dulu saat masih kuliah. Hari ini juga Arneta dan kedua sahabatnya ingin membahas donasi yang sudah mereka kumpulkan dari jauh-jauh hari. Kegiatan amal yang sempat terhenti karena kesibukan baru Arneta dan dua sahabatnya kini di mulai kembali.


Tapi pertemuan ini bukan hanya melibatkan Arneta Rika dan Gita. Diam-diam tanpa sepengetahuan Arneta ternyata Robby juga akan ikut. Keikutsertaan Robby dalam pertemuan ini karena Robbyy sudah beberapa kali meminta dan bahkan memaksa Gita untuk mempertahankan dirinya dengan Arneta bagaimana pun caranya Robby akan ikut saha aturan main yang di tentukan oleh Gita.


Tepat di sebuah cafe yang sudah mereka bertiga berkumpul, yang lebih dulu tiba itu adalah Arneta, kemudian disusul oleh Rika. Selang beberapa menit kemudian munculah Gita.


Mereka bertiga langsung berpeluang seperti orang yang sudah lama tidak pernah bertemu.


"Neta, kamu sekarang tambah cantik," puji Gita, dan pujian itu di dukung oleh Rika.


"Iya Neta, kamu tambah cantik sekarang. Apa rahasianya?" ujar Rika.


"Tidak ada rahasia, semuanya masih sama seperti dulu," jawab Arneta sambil tersenyum malu.


"Mungkin rahasianya adalah suaminya yang tampan itu," ucap Gita penuh semangat. Rika pun ikut tersenyum sumringah mendengar ucapan Gita


"Cie... cie...cie... udah cinta nih?" goda Rika.


Wajah Arneta bukannya tersenyum tapi wajah Arneta langsung berubah murung. Bagaimana tidak murung pernikahannya dengan Abby hanya diisi oleh perdebatan bahkan pertengkaran, yang jadi sumber masalahnya justru adalah hal-hal yang tidak penting sama sekali.


Senyum bahagia Rika dan Gita pun ikut berubah setelah melihat Arneta yang murung.


"Neta, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Rika.


"Neta, suamimu nggak menyiksa kamu kan?" sambung Gita cemas.


Arneta melihat wajah cemas kedua sahabatnya bersusah tersenyum meskipun akhirnya senyumnya Arneta terlihat sangat di paksakan.

__ADS_1


"Neta, cerita donk sama kita, ada apa?" ujar Rika.


"Aku baik-baik saja, suamiku orangnya baik," jawab Arneta dengan senyum palsunya.


"Neta, kita kenal kamu bukan baru sekarang atau beberapa hari yang lalu, kita kenal sama kamu sudah beberapa tahun jadi kura hafal betul sifat mu. Jadi coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi," tutur Rika panjang. Rika mendesak agar Arneta mau jujur dengan kedua sahabatnya.


Arneta sadar jika dirinya tidak mungkin bisa menutupi pernikahannya dengan kedua sahabatnya. Sebelum bercerita Arneta menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasnya Secara perlahan.


"Dia, aku dan suamiku sebenarnya sudah membuat surat perjanjian, pernikahan ini hanya untuk satu tahun saja. Dan jika sudah satu tahun aku dan dia akan bercerai," akuh Arneta jujur.


"What?" Gita dan Rika mengucapkan kata itu secara bersamaan.


Kedua sahabatnya Arneta terkejut dengan pengakuan Arneta, kedua sahabatnya Arneta pun tidak percaya dengan apa yang dialami oleh Arneta.


"Gila, dia pikir pernikahan itu hanya mainan?" ujar Gita protes.


"Dia pikir cuma dia laki-laki yang tampan?" ucap Gita, Gita kumat dengan sikap konyolnya. Arneta dan Rika sudah tidak merasa aneh lagi dengan sikap Gita yang kadang-kadang di luar jangkauan.


"Benar juga yang dikatakan oleh Gita, kamu tuh ya kadang-kadang pintar," ujar Rika mendukung ucapan Gita.


"Jangan sedih Neta, masih banyak di luar sana mau sama kamu," sambung Rika.


"Contohnya Robby," sambung Gita.


Mendengarkan perkataan Gita hati Arneta merasa tersentak, sudah beberapa bulan ini bahkan sejak dirinya menikah dengan Abby tak sekalipun Arneta mengingat Robby. Hatinya benar-benar sudah melupakan Robby.


Arneta diam tidak menjawab ucapan Gita barusan. Arneta berpura-pura seolah tidak mendengarkan apa yang di katakan oleh Gita.


Tiba-tiba Robby muncul tepat di samping Arneta.


"Hai Neta, lama kita ketemu," sapa Robby.

__ADS_1


Arneta sangat terkejut dengan kehadiran Robby, jujur Arneta tidak siap untuk bertemu kembali dengan Robby saat ini, apalagi saat ini pernikahannya dengan Abby sudah bisa di pastikan akan berakhir dengan perceraian. Arneta malu lebih tepatnya.


Tanpa permisi Robby langsung duduk di samping Arneta dengan menarik salah satu kursi yang berada tepat di samping kursi Arneta.


Arneta tertunda tidak tahu harus berbuat apa dan bersikap seperti apa kepada Robby. Arneta menggenggam erat ujung bajunya, jantungnya kini sedang bekerja dua kali lipat dan keringat dingin kini mulai membasahi kedua tangannya.


Robby melirik ke arah Arneta, memandangi wajah Arneta yang sudah berubah kaku.


"Neta, kamu baik-baik ajakan!" tanya Robby.


"Eh, itu..em aku baik-baik saja," jawab Arneta terbata-bata.


Robby mengubah posisi duduknya lebih dekat lagu dengan Arneta. Ingin rasanya Robby memeluk tubuh Arneta seperti dulu tapi urung dilakukannya karena takut Arneta akan menolaknya, Robby sadar jika status Arneta kini adalah istri orang.


Ada rasa rindu yang tersimpan rapi di hati Robby untuk Arneta, sebuah perasaan rindu yang sering kali menyiksa dirinya.


"Neta, kamu baik-baik ajakan, kenapa setelah menikah kamu terlihat lebih kurus?" tanya Robby setelah memperhatikan tubuh Arneta yang memang lebih kecil dari pertemuan terakhir dengan Robby.


"Aku diet," jawab Arneta cepat. Arneta berbohong. Mungkin sudah menjadi kebiasaan buat Arneta berbohong, kebiasaan Arneta untuk berbohong sejak menjalin cinta dengan Robby.


Robby menatap mata Arneta lebih dalam lagi, Robby tahu jika Arneta sedang berbohong kepadanya. Robby tidak percaya dengan jawaban Arneta.


"Neta, jika kamu tidak bahagia, masih ada aku. Aku bersedia menerima mu kembali apapun keadaan mu nanti," ucap Robby sambil mencoba meraih tangan Arneta.


Ucap Robby sukses membuat arimata Arneta meluncur begitu saja tanpa bisa dicegah. Rika dan Gita pun cemas melihat Arneta yang menangis.


"Neta, yang sabar ya. Kamu hanya tinggal menunggu beberapa bulan lagi, jadi kamu harus kuat," ujar Rika memberikan semangat.


"Apa maksudnya?" tanya Robby terkejut dengan ucapan Rika.


Rika terdiam sadar jika dirinya sudah salah berucap. Rika tidak ingin memberikan jawaban atas pertanyaan Robby karena itu bukanlah wewenangnya untuk menjelaskan tentang keadaan pernikahan Arneta.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2