CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 83 AKU AKAN MENUNGGUMU


__ADS_3

Di tempat yang berbeda Arneta sudah memasuki kota yang menjadi tujuannya. Arneta segera mamacuh kecepatan mobilnya menuju sebuah hotel tempat dirinya akan menginap. Setelah tiba di sebuah halaman hotel yang merupakan pilihannya Arneta memarkirkan mobilnya tepat di pintu masuk hotel tersebut.


Arneta turun dari dalam mobil dan menyerahkan kunci mobilnya pada petugas bellboy petugas hotel. Arneta segera menuju meja resepsionis untuk memesan kamar untuk dirinya. Setelah mendapatkan kamar Arneta segera menuju kamar yang tadi di pesannya. Arneta menyeret kopernya menujuh lift. Karena kopernya Arneta tidak terlalu berat Arneta memutuskan untuk membawanya sendiri saja.


Arneta tiba di pintu kamar yang di maksud, Arneta membuka pintu kamar tersebut dan melangkah masuk kedalam kamarnya. Di dalam kamar Arneta duduk di tepi ranjang berniat untuk mengecek handphone miliknya. Arneta mengeluarkan handphone dari dalam tas dan langsung memencet tombol on, tapi setelah di pencet tombol on handphone Arneta tidak menyala. Ternyata handphone Arneta kehabisan baterai.


"Ya mati, aku lupa semalam tidak di cas," ucap Arneta bergumam sendiri.


Arneta langsung merai kabel cassan dalam tasnya dan langsung menyolokan kabel tersebut pada panel stopkontak untuk mengisi daya baterai handphone. Menunggu handphone terisi daya Arneta membaringkan tubuhnya di atas kasur yang terbungkus seprai berwarna putih.


Arneta merasa nyaman dengan posisinya kasur yang empuk udara yang dingin membuat Arneta terbuai oleh suasana. Arneta berbaring sambil menatap langit-langit kamar hotel pikirannya berkelana entah kemana sampai rasa kantuk menghampiri mata Arneta. Perlahan-lahan mata Arneta mulai menutup hingga Arneta masuk ke dalam dunia mimpinya. Arneta tertidur.


Arneta baru terbangun ketika perutnya memulai merasa lapar dan minta diisi. Arneta mengucek kedua matanya dengan tangan, Arneta melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya. Mata Arneta langsung terbuka, rasa kantuknya pun segerah menghilang setelah melihat pukul berapa saat ini. Jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul setengah dua belas siang.


Arneta tertidur cukup lama, Arneta belum memberikan kabar pada Abby jika dirinya saat ini sedang berada di kota kembang Bandung. Arneta berpikir mungkin Abby tidak akan peduli dengan kepergiannya, Arneta berniat tidak akan memberi tahukan pada Abby di mana dirinya saat ini.


Arneta bangun dari tidurnya dan meraih handphone yang di casnya tadi. Arneta menyalakan handphonenya yang mati tadi, Setelah handphonenya menyala bunyi pesan masuk langsung berdering begitu lama, itu artinya banyak pesan yang sudah masuk kedalam aplikasi pesan. Bukan hanya itu ada banyak panggilan yang tidak terjawab tertera di layar handphone milik Arneta.


Arneta mulai memeriksa pesan masuk dalam aplikasi pesan, dan Arneta terkejut ada banyak pesan yang dikirimkan oleh Abby kepadanya dan yang membuat Arneta lebih terkejut lagi semua pesan yang di kirimkan Abby berisi pesan yang hampir sama. Semua pesanan Abby menanyakan di mana Arneta sekarang, Abby meminta agar Arneta segera pulang dan ada beberapa pesan yang bertuliskan permohonan maaf Abby kepada Arneta.


Arneta juga membaca pesan yang dikirimkan oleh orang tuanya, pesan yang dikirimkan oleh orang tuanya Arneta tidak beda jauh dengan pesan yang dikirimkan oleh Abby, Orang tuanya menanyainya dimana Arneta saat ini


Arneta akhirnya tersadar bahwa dirinya sudah membuat orang tuanya dan Abby menjadi panik karena dirinya pergi tanpa berpamitan.


Orang yang pertama kali si hubungkan Arneta adalah orang tuanya, Arneta memberitahukan kepada orang tuanya bahwa dirinya sedang berada di Bandung untuk mengurangi toko butiknya yang belum lama di buka. Setelah itu Arneta menghubungi Rika untuk mengabarkan bahwa dirinya sedang berada di hotel dan belum sempat ke toko butik karena ketiduran tadi.


Di Jakarta fi sebuah mall Abby kini sudah siap menumpahkan amarahnya kepada Rika, Abby berpikir jika Rika lah penyebab utama Arneta pergi dari rumah.


"Rika...." panggil Abby. Rika memutar kepalanya kearah sumber suara.


"Abby...!" Rika terkejut melihat Abby berada tak jauh dari tempatnya duduk.

__ADS_1


Abby melangkah maju mendekati Rika dengan wajah yang memerah karena menahan amarahnya. Abby segera mencengkeram kuat tangan Rika hingga membuat Rika meringis kesakitan.


"Auh... sakit Abby, lepaskan," ujar Rika sambil menggerakkan tangannya agar terlepas dari genggaman Abby.


Tapi cengkraman tangan Abby sangat kuat Rika tidak bisa melepaskan tangannya akhirnya memilih untuk diam.


"Gara-gara ide konyol mu sekarang Arneta pergi dari rumah!" tuding Abby pada Rika.


"Kenapa gara-gara saya, Neta pergi itu karena keinginannya sendiri. Tak ada sangkut pautnya dengan ku," Rika membela dirinya.


"Kalau bukan ide mu memberikan Neta mobil mungkin Neta masih dirumah," ujar Abby.


Rika ingin melawan Abby dengan cara menjawab semua pertanyaan Abby, tapi Rika hanya memilih diam karena melihat Sarfa memberikan sebuah kode padanya.


"Kamu harus menerima hukuman karena sudah membuat Neta pergi," ujar Abby. Abby mencoba menarik Rika supaya bangun dari duduknya.


Tang


Ying


Handphone milik Rika berbunyi. Ada panggilan masuk untuk Rika.


Rika segera melepaskan tangannya dari genggaman Abby dengan satu kali hentakan keras. Rika segera mengambil handphonenya dari dalam tas. Rika melihat di layar handphone tertulis nama Arneta. Itu artinya Arneta yang menghubunginya.


"Sttt.... Rika meletakkan satu jarinya di depan bibir, memberi kode agar Abby diam. Abby pun menuruti perintah Rika.


Sebelum menerima panggilan Arneta Rika memencet tombol spiker terlebih dahulu agar Abby bisa mendengarkan suara Arneta.


"Hali Neta," sapa Rika. Obralan Rika dan Arneta pun berlanjut


"Rika maaf aku baru kasih kabar, tadi aku ketiduran jadi belum ke toko," jelas Arneta.

__ADS_1


"Kenapa handphone mu susah di hubungi?" tanya Rika mencari jawaban mengapa Arneta sulit di hubungi tadi.


"Handphone aku mati, habis baterai,"jawab Arneta.


Dan Abby masih terus mendengarkan obrolan Rika dan Arneta lewat telepon.


"Neta, kamu pergi ke Bandung nggak kasih tau Abby yah.." ucap Rika.


"Tadi pagi aku buru-buru jadi nggak sempat. Tapi kok kamu tau kalo aku nggak pamit sama Abby?" tanya Arneta binggung.


"Suami mu sudah seperti orang gila nyari kamu Neta, aku hampir saja di kasarin sama Abby tadi," tutur Rika mengadukan Abby pada Arneta.


"Apaaaa...? Abby sekarang masih di situ nggak?" ujar Arneta.


Rika pun langsung menyerahkan handphonenya pada Abby, biar Abby saja yang bicara sendiri pada Arneta.


"Neta, kamu di mana, aku minta maaf ya. Pulang ya aku janji nggak akan marah. Kamu boleh marah sama aku tapi tolong pulang ya," ujar Abby panjang dan Abby saat bicara dengan Arneta dengan nada setengah memohon.


Rika yang melihat wajah Abby yang memelas pun tertawa. Tapi suara tawanya di tahan agar Abby tidak marah padanya.


"Abby aku di Bandung cuma sebentar, besok aku pulang" ujar Arneta. Arneta tau Abby sedang panik saat ini.


"Aku dibandung sekarang, kamu nginap di hotel mana?" tanya Abby yang mencemari Arneta.


"Kalau kamu nyusul aku pergi lebih jauh lagi dan nggak akan pernah pulang lagi," ucap Arneta dengan sedikit mengancam Abby. Arneta tidak ingin Abby menyusulnya di Bandung.


"Ya sudah, tapi janji besok pulang ya. Jangan lama-lama di sana. Aku nggak bisa jauh dari kamu Neta," ucap Abby. Abby mengakui isi hatinya pada Arneta.


Sarfa dan Rika pun saling bertatapan setelah mendengar ucapan Abby barusan. Mereka berdua sungguh ingin tertawa terbahak-bahak melihat Abby yang bucin.


"Iya, besok aku pulang," jawab Arneta.

__ADS_1


"Aku tunggu kamu pulang besok," jawab Abby. Obralan pun selesai setelah Arneta memutuskan percakapan antara Arneta dan Abby.


Bersambung


__ADS_2