CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 59 HARUS LEBIH DARI ITU


__ADS_3

Abby mengunci Arneta di bawah tubuhnya, dan Arneta masih belum bisa lepas dari Kungkungan Abby. Perasaan Arneta kini bercampur aduk. Sedih, marah, kecewa terluka dan tak berdaya. Hanya airmata masih keluar dari matanya.


Abby belum melepaskan Arneta, pikiran masih di kuasai oleh amarah.


"Kamu pasti berbohong kan?" tuding Abby.


"Beneran Bee, aku punya butik, dan uang sepuluh juta itu uangku. Bukan di kasih orang lain," ujar Arneta di selah tangisnya.


Abby mencari kejujuran Arneta dari matanya, Abby menatap Arneta lebih dekat lagi hingga nyaris bibir Abby menyentuh bibirnya Arneta. Arneta membuang mukanya menatap kearah samping.


"Jika kamu benar punya butik, katakan padaku di mana alamatnya," ujar Abby. Abby melonggarkan cengkraman tangannya.


Arneta mencari posisi agar rasa sakit yang dirasakannya berkurang. Abby masih menindih tubuh Arneta jadi Arneta tidak bisa leluasa bergerak.


"Katakan padaku di mana alamat butik mu, jika kamu bohong kamu tahu sendiri apa akibatnya," ancam Abby.


Arneta pun akhirnya menyebutkan alamat tempat butik miliknya. Abby berdiri dari atas tubuh Arneta yang terbaring terlentang karena ulahnya yang bar-bar. Abby melihat kondisi Arneta yang sudah sangat kacau akibat dirinya yang bisa menguasai emosinya.


Abby memunguti selimut yang sudah tergeletak di lantai karena tendangan Arneta. Abby menghapiri Arneta yang meringkuk seperti trenggiling. Abby menutup tubuh Arneta dengan selimut.


"Maaf..." kata Abby tulus.


Abby memunguti pakaiannya yang sudah bertebaran di sembarang tempat karena saat membuka bajunya Abby hanya asal melemparkan pakaiannya.


Abby langsung menuju kamar mandi tapi sebelumnya Abby mengunci pintu kamarnya agar Arneta tidak bisa keluar. Abby mengurung Arneta dalam kamar. Abby membersihkan dirinya secepat kilat. Setelah selesai Abby berganti pakaian dengan pakaian santai. Abby cuek memakai bajunya di hadapan Arneta. Untungnya Arneta bersembunyi di dalam selimut jadi Arneta tidak melihat Abby yang telanjang.


Setelah selesai berpakaian Abby kembali mendekati Arneta, Abby duduk samping Arneta persis. Arneta menjauh tapi kembali di tahan Abby.


"Jangan pernah kamu menemui laki-laki itu," ujar Abby. Arneta hanya diam tak menjawab. Pikiran masih terpaku pada kejadian yang baru saja di alaminya.


"Neta dengar tidak, jangan pernah kamu temui dia lagi atau aku akan menghukum mu lebih dari ini," Abby kembali mengancam Arneta.


Airmatanya Arneta kembali menetes, rasa takutnya belum juga hilang.

__ADS_1


"Jadilah istri yang patuh pada suaminya," sambung Abby.


"Soal kejadian ini aku minta maaf, tapi jika kamu tidak menuruti perkataan ku, maka sudah bisa di pastikan aku akan menghukum mu. Dengar tidak," ucap Abby lagi.


Arneta menundukkan kepalanya dalam-dalam, airmatanya tidak bisa berhenti menetes.


"Jangan keluar dari kamar ini sebelum aku mengijinkan kamu keluar," kembali Abbas melanjutkan kata-katanya penuh dengan penekanan.


Sementara Abby bergelut dengan Arneta dilantai bawah Gracia sedang berhadapan dengan bi Jum. Gracia hendak mengambil uang sepuluh juta yang dilemparkan oleh Abby. Uang sepuluh juta itu kini berada dalam genggaman bi Jum dan itu tanpa sengaja.


Bi Jum yang saat itu mendengar Abby dan Arneta kembali adu mulut memberanikan diri untuk mengintip dari balik tembok pembatas antara ruang tamu dan ruang tengah. Bi Jum tidak tega melihat nyonya mudahnya di perlakukan kasar oleh tuannya. Karena statusnya hanya sebagai pembantu rumah makannya bi Jum tidak berani ikut campur.


Bi Jum yang berdiri menyaksikan drama cinta segitiga itu di kejutkan oleh sebuah amplop coklat persegi jatuh pad di bawah kakinya. Bi Jum memungut amplop tersebut. Gracia yang melihat bi Jum mengambil amplop yang dilemparkan oleh Abby segera menghampiri bi Jum.


"Berikan amplop itu padaku," perintah Gracia dan langsung mengulurkan tangannya ingin merampas amplop yang di pegang bi Jum.


"Ini punya tuan Abby, kamu tidak berhak mengambilnya," ucap bi Jum.


Bi jum bukan takut tapi malah menyembunyikan amplop tersebut di balik punggungnya. Gracia pun semakin berang.


"Berikan amplop itu atau aku pecat!" seru Gracia marah.


"Kamu mau pecat saya, memangnya kamu siapa," ujar bi Jum.


"Aku adalah calon istri Abby, jadi cepat berikan amplop itu," ujar Gracia lagi.


Gracia mencoba mengambil amplop dari tangan bi Jum. Bi jum mengangkat tangan satunya yang kebetulan sedang memegang pisau dapur. Gracia langsung berhenti setelah melihat pisau di tangan bi Jum.


"Pergi dari sini..." usir bi Jum.


Gracia tak berdaya, dirinya takut jika bi Jum berbuat nekad terhadap dirinya. Akhirnya mau tak mau, suka atau tidak suka Gracia pergi juga dengan rasa kecewa karena tidak berhasil mendapatkan uang dari Abby, tapi dirinya justru mendapatkan jambakan dari Arneta.


Di dalam kamar Abby belum selesai dengan Arneta.

__ADS_1


"Dimana atmnya?" Abby mengatakan atm yang di gunakan oleh Arneta. Arneta mencari tas yang di bawahnya tadi. Karena tahu Arneta mencari tasnya Abby mengambil tas Arneta yang terletak di samping tempat tidur dan memberikan pada Arneta.


Arneta mengeluarkan dompetnya dari dalam tas,. Arneta mengambil atm milik Abby dan menyerahkannya kepada Abby tapi justru Abby menolak atm tersebut.


" Mulai saat ini, jika kamu menggunakan uang dari atm ini kurang dari dua puluh juta perbulan aku akan menghukum mu," ancam Abby lagi.


"Ha....." Arneta terkejut dengan ucapan Abby barusan.


"Harus di atas dua puluh juta, kurang dari itu kami tahu apa akibatnya," Abby mengulangi kata-katanya.


"Tapi bagaimana aku menghabiskan uang dua puluh juta dalam sebulan?" ujar Arneta binggung. Arneta bukanlah perempuan yang gila belanja, Arneta tidak suka menghamburkan uang karena dia tahu bagaimana susahnya mencari uang.


Abby pun binggung mendengar perkataan Arneta. Abby tidak menyangka jika Arneta ternyata bukanlah perempuan seperti Gracia.


"Ya terserah kamu bagaimana cara menghabiskan uang dua puluh juta dalam sebulan," ujar Abby sambil mengangkat bahunya.


Arneta menatap kartu atm di tangannya. Arneta binggung harus bagaimana. Arneta takut dengan ancaman Abby.


"Kalau di bawah sepuluh juta boleh?" tawar Arneta polos.


"Harus lebih dari itu, kalau di bawah dari itu bulan berikutnya jumlah akan bertambah dan kamu tahu apa akibatnya jika kamu tidak menuruti ucapan ku," jawab Abby.


Arneta mendadak bertambah pusing, mengeluarkan uang sepuluh juta saja Arneta tidak tega sekarang malah harus menghabiskan dua puluh juta dalam sebulan. Ini musibah apa berkah.


"Aku tidak mau..." ucap Arneta sambil menyodorkan atm tersebut kepada Abby.


"Harus... tidak ada kata penolakan," ujar Abby. Abby tidak menerima penolakan Arneta.


Abby menarik nafas panjang mencobah menetralkan emosinya.


"Neta soal kejadian ini aku sungguh minta maaf. Aku janji tidak akan melakukannya lagi. Tapi dengan catatan kamu harus menuruti perkataan ku," tutur Abby.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2