CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 9 MENANTI KEPASTIAN


__ADS_3

Hari ini Arneta janjian bertemu dengan Robby kekasihnya. Niat hati Arneta ingin meninta kepastian tentang hubungan mereka. Pasalnya Arneta dan Robby sudah cukup lama menjalin hubungan sebagai kekasih. Sudah dua tahun lebih tepatnya.


    Arneta menunggu pujaan hatinya itu di tempat yang sudah sering mereka berdua datangi. Sebuah restoran yang memiliki pemandangan yang menyejukkan mata dan juga hati.


"Rob aku sudah sampai nih. Kamu sudah sampai di mana?" tanya Arneta lewat benda berbentuk pipi miliknya. Arneta menghubungi Robby lewat gawai miliknya.


"Lima menit lagi aku sampai sayang, sabar ya, jalanan agak sedikit rame nih," balas Robby dari balik telpon genggamnya.


"Aku pesenin makan ya, jadi pas kamu nyampe makan sudah siap," ucap Arneta.


"Ok, uda ya aku tutup telpon nya aku lagi nyetir nih," balas Robby.


Dan pembicaraan itu segera berakhir setelah Robby mengucapkan kalimat penutupnya.


     Arneta setelah menutup telponnya segera melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan restoran tersebut. Dengan sigap pelayan yang melihat lambaian tangan Arneta segera menghampiri dan langsung menyerahkan daftar menu dan siap mencatat apa saja yang akan di pesan oleh Arneta.


"Mba saya pesan ikan bakar dua sayurnya kangkung tumis sama udang telur asin ya," ucap Arneta setelah melihat daftar menu yang di serahkan oleh pelayan tersebut.


"Baik mba, minuman mau pesan sekalian?" tawar si pelayan.


"Emm... minumnya aku minta es jeruk ya  dua, nasih putihnya juga dua ya," balas Arneta lagi.


"Baik mba, saya permisi dulu," jawab pelayan itu lagi dan segera menuju meja tempat pemesanan makanan.


     Sementara menunggu Robby kekasihnya datang dan juga pesan makanannya, Arneta menikmati sejenak pemandangan  alam yang tersaji di depan matanya. Arneta menghirup udara sejuk sebanyak-banyaknya mengantikan udara yang ada dalam paru-parunya.


    Derap langkah seseorang menghampiri tempat Arneta berada.


"Sayang.." sapa orang itu. Arneta segera membalikkan tubuhnya mengarah ke sumber suara tersebut.


"Robby..."ucap Arneta sambil tersenyum indah.

__ADS_1


"Duduk yuk, makanannya sebentar lagi siap," ucap Arneta lagi.


"Ayo..." balas Robby sambil menggandeng tangan Arneta.


     Mereka Robby dan Arneta segera menujuh tempat duduk yang sudah di siapkan oleh Arneta tadi. Tak berapa lama  kemudian makan yang di pesan Arneta pun tiba. Robby sangat senang melihat menu makanan yang di s pesan oleh Arneta, makanan itu merupakan makanan kesukaan Robby.


"Makan yuk lapar nih," ajak Arneta, setelah makan sudah tersaji di hadapan mereka berdua.


"Kita makan sambil bicara ya, tadi kamu bilang ingin menanyakan sesuatu," ucap Robby.


"Nanti aja setelah selesai makan baru kita bica.ok," balas Arneta.


"Ya sudah, ayo makan aku juga sudah lapar nih. Tambah Uda dingin makin lapar nih perut," ucap Robby sambil memegang perutnya yang mulai terasa kosong.


    Arneta dan Robby menikmati makanannya dengan suasana yang menyenangkan. Di selah-selah menikmati makan siang mereka, meskipun sudah bukan lagi jam makan siang Arneta dan Robby sesekali melontarkan candaan. Wajah bahagia terpancar jelas dari raut wajah Arneta maupun Robby.


      Selang beberapa waktu kemudian acara makan pun selesai, kini saatnya Arneta untuk berbicara. Arneta memang sengaja mengajak Robby untuk bertemu memang ingin menanyakan tentang hubungan mereka. Arneta punya alasan mengapa Arneta ingin membicarakan hal ini dengan Robby, waktu kelulusan sudah hampir tiba, tinggal sebulan lagi mereka berdua akan di wisuda. Seperti janji di awal hubungan mereka berdua, Arneta dan Robby akan mengatakan kepada orang tua masing-masing perihal hubungan mereka selama ini sebelum acara wisuda berlangsung.


"Robby.."ucap Arneta pelan.


"Ya sayang, kamu ingin mengatakan sesuatu? katakan saja,saya siap mendengarkan," ucap Robby sambil memegang tangan Arneta yang masih terletak di atas meja.


Dengan rasa gugup Arneta memberanikan diri untuk bertanya.


"Robby kan sebentar lagi kita akan wisuda, apa kamu masih ingat janji kita pas awal pacaran dulu?" tanya Arneta ragu-ragu dengan suara sedikit tersendat 


"Aku masih ingat dengan janji itu Neta, ada apa?" ucap Robby.


"Kapan kamu akan bertemu dengan ibu sama ayah?" Arneta langsung bertanya pada inti maksud pertemuan mereka berdua saat ini.


"Neta... bisakah kamu menunggu ku sebentar lagi?" ucap Robby sambil mempererat genggaman tangannya.

__ADS_1


"Maksud mu?" tanya Arneta tidak mengerti apa yang di maksud oleh kekasihnya.


"Neta..aku sudah melamar pekerjaan, dan saat ini aku sudah di wawancarai oleh dua perusahaan besar," tutur Robby, tapi sebelum kalimat Robby berakhir langsung di potong oleh Arneta.


"Maksud mu kita akan menunda memberi tahukan hubungan kita kepada orang tua kita?" ucap Arneta dengan raut wajah yang berubah sedih.


"Neta...bisa kan kamu bersabar sedikit lagi?" ucap Robby memelas.


"Tapi..." Belum selesai ucapan Arneta selesai kini Robby yang memotong perkataan Arneta.


"Neta aku janji, setelah aku dapat pekerjaan, pasti aku datang ke rumah untuk bertemu dengan ayah sama ibu dan saat itu juga langsung melamar mu," tutur Robby memberikan penjelasan kepada Arneta.


"Tapi Robby berapa lama aku menunggu?" tanya Arneta dengan raut wajah semakin sedih.


"Tinggal beberapa bulan lagi Neta, sabar ya. Aku yakin salah satu perusahaan itu akan menerima lamaran kerja ku. Aku sudah di interview dua kali," ucap Robby berusaha meyakinkan Arneta.


"Kamu janji setelah itu kamu langsung melamar ku?" tanya Arneta ragu-ragu.


"Aku janji setelah aku dapat pekerjaan itu pasti aku langsung bertemu dengan ayah sama ibu untuk meminang mu sebagai istri ku," ucap Robby pasti.Raut wajah sedih Arneta kini kembali ceria setelah mendengar janji yang diucapkan oleh Robby barusan.


       Setelah selesai berbincang sebentar, waktu sudah menunjukkan pukul tiga lewat lima menit, itu artinya waktunya untuk Arneta dan Robby kembali pulang ke Jakarta. Jarak yang akan mereka tempuh lumayan jauh yaitu Jakarta bogor. Arneta sengaja'memilih bertemu dengan Robby di bogor di karenakan di tempat ini lah untuk pertama kalinya Arneta dan Robby bertemu dan juga Arneta ingin menganti suasana saat ini.


"Neta kamu bawah mobil kesini?" tanya Robby.


"Aku tadi naik taksi online," jawab Arneta. Arneta sengaja tidak membawa mobilnya karena Arneta berpikir Robby akan mengantarkannya pulang sekaligus menemui ayah dan ibunya di rumah, tapi itu hanyalah harapan Arneta saja. Arneta menyembunyikan kekecewaannya dengan bersikap seperti biasa.


      Dalam perjalanan pulang tak banyak perbincangan terjadi antara Robby dan Arneta. Arneta meskipun senang dengan janji yang di ucapkan Robby waktu di restoran tapi di sisi lain Arneta merasa bersalah kepada ayah dan ibunya. Kerap kali Arneta berbohong kepada orang tuanya mengenai hubungannya dengan Robby. Arneta berpikir bahwa hari ini Robby akan menepati janji yang diucapkan mereka dulu, nyatanya Robby justru menundanya meskipun Arneta tahu niat Robby ada baiknya juga.


Bersambung


# maaf telat update nya🙏

__ADS_1


__ADS_2