
Hari ini Arneta sangat bersemangat karena hari ini Arneta akan bertemu dengan Robby kekasihnya, Arneta sudah membayangkan bahwa sat ini Robby pasti sudah siap untuk bertemu dengan kedua orang tuanya sesuai dengan janji Robby padanya tempo hari.
Jam sudah menunjukkan jam empat sore, Arneta mengangkat telpon genggamnya setelah benda pipi itu berbunyi. Arneta langsung menekan tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut. Di layar handphone tertulis nama seseorang yang menghubungi Arneta. Dia adalah Robby pujaan hati Arneta.
"Halo..," sapa Arneta setelah meletakkan handphonenya di samping telinganya.
"Neta kita jadi ketemuan ya, mau aku jemput?" ucap Robby dari balik handphone.
"Kita langsung ketemu aja, ngga usah jemput. kita ketemu di mana?" balas Arneta.
"Kita ketemu di tempat pertama kali kita ketemu ya," ucap Robby.
"Ok, kalo gitu aku berangkat sekarang ya," balas Arneta dengan hati yang bahagia.
Setelah memutuskan obrolan dengan Robby Arneta langsung berpamitan kepada dua pegawai yang bertugas di tokonya.
Dalam perjalanan menuju ke tempat yang sudah di sepakati bersama dengan Robby wajah Arneta di hiasi senyuman yang merekah, Arneta yakin jika dirinya tidak akan di jodohkan jika saat ini Robby datang menemui kedua orang tuanya. Apalagi Robby sudah di kenal oleh orang tuanya sudah lama.
Arneta dan Robby pertama kali bertemu di sebuah cafe, dan nama cafe itu adalah cafe OLALA.
Awal pertemuan Robby dan Arneta berawal dari ketidaksengajaan Arneta menabrak Robby saat terburu-buru keluar dari pintu toilet cafe tersebut. Robby juga saat itu saat berjalan kepalanya tidak memandang ke arah depan melainkan menunduk sambil melihat arah handphone yang ada di genggamannya, maka terjadilah tabrakan dua orang manusia yang tidak di sengaja.
Meskipun satu kampus dengan Arneta ternyata Robby tidak mengenal Arneta karena antara Robby dan Arneta kuliah di jurusan yang berbeda.
Perkenalan yang terjadi karena tabrakan Robby dan Arneta akhirnya membawa hubungan antara Robby dan Arneta pada hubungan cinta meskipun hubungan itu di tutupi oleh Arneta dan Robby dari orang tua masing-masing.
Setelah tiba di cafe Olala Arneta segera memarkirkan mobilnya di salah satu sudut cafe tersebut.
Setelah selesai memarkirkan mobilnya Arneta segera masuk kedalam cafe tersebut. Mata Arneta langsung mencari sosok kekasihnya. Robby telah tiba di cafe terlebih dahulu.
__ADS_1
Dengan senyum yang merekah dan harapan di hati Arneta, Arneta segera menghampiri Robby yang sudah menunggunya. Dan Robby pun menyambut kedatangan Arneta dengan senyum yang ikut terukir di wajahnya.
Setelah Arneta tiba di tempat Robby, Robby pun langsung menyuruh Arneta untuk duduk pas di hadapannya.
"Kita pesan makanan dulu ya," kata Robby setelah Arneta duduk.
"Iya, aku juga udah lapar," jawan Arneta.
Robby dan Arneta pun segera memesan menu makanan yang ingin mereka santap setelah memangilnya pelayan cafe.
Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang Robby menanyakan keadaan Arneta dan perkembangan usaha milik Arneta.
"Neta kamu baik-baik ajakan, kamu lagi ngga sakitkan?" tanya Robby setelah melihat wajah kekasihnya sedikit pucat. Memang benar Arneta terlihat sedikit pucat di karenakan Arneta kurang tidur beberapa hari ini, kebetulan toko Arneta sedang di banjiri pengunjuk yang banyak untuk itu Arneta bekerja ekstra belum lagi Arneta sedang memikirkan perjodohan dirinya. Hal inilah yang membuat Arneta kurang tidur akhirnya terlihat sedikit pucat.
"Aku baik-baik aja Robb, cuma mungkin aku kurang tidur di toko lagi banyak kerjaan," jawab Arneta, tidak sepenuhnya Arneta mengungkapkan alasannya kurang tidur.
"Kamu jaga kesehatan ya, jangan sampai sakit," ujar Robby menasehati Arneta. Arneta membalas nasehat Robby dengan tersenyum manis.
Tanpa menunggu waktu lagi setelah makan tersaji di atas meja Robby dan Arneta langsung sibuk dengan makanan mereka masing-masing, Robby dan Arneta saat ini benar-benar kelaparan. Maklum saja Robby sedang sibuk dengan pekerjaan kantornya hingga menunda jam makan siang, sedang Arneta lupa makan karena kesibukan di tokonya.
Setelah selesai menikmati makanannya Robby dan Arneta menikmati waktu bersama mereka dengan menikmati pemandangan yang di sajikan oleh cafe Olala. Ada satu tempat khusus yang di sediakan oleh cafe berupa sebuah taman mini yang sangat cantik tempat duduk-duduk santai para pengunjung cafe tersebut.
Robby dan Arneta berbagi cerita sejenak sesekali di iringi oleh candaan yang membuat mereka berdua tertawa bahagia. Hingga akhirnya tiba pada inti maksud dari pertemuan mereka berdua saat ini.
"Robby sekarang kamu sudah kerja, apa rencana mu selanjutnya?" tanya Arneta, Arneta sengaja bertanya pertanyaan seperti itu karena ingin memancing Robby. Apakah Robby ingat dengan janjinya bahwa setelah mendapatkan pekerjaan akan langsung menemui ayah dan ibunya Arneta.
"Neta besok aku akan ke Kalimantan, aku di tugaskan oleh perusahaan di sana selama satu tahun," ucap Robby ringan.
"Ha...
__ADS_1
Sebuah kata yang sangat pendek yang mampu menunjukkan keterkejutan Arneta.
"Ga salah Robb?" ucap Arneta sambil terus menatap Robby.
"Iya Neta besok pagi-pagi sekali aku harus berangkat ke Kalimantan," ujar Robby lagi dengan wajah tersenyum tak paham maksud dari perkataan Arneta.
"Memang harus besok ya?" tanya Arneta binggung.
"Iya harus besok, tiketnya udah di siapin sama kantor," tutur Robby yang masih belum memahami tatapan mata Arneta.
"Kalo besok kamu ke Kalimantan berarti pas pulang kamu ke rumah ku kan?" tanya Arneta mulai khawatir.
"Maaf Neta aku ngga bisa. Nanti selesai ini aku harus mempersiapkan barang-barang yang aku bawa sama dokumen yang harus saya siapkan," ujar Robby.
"Tapi Robby kamu sudah janji akan bertemu sama ayah sama ibu aku setelah mendapatkan pekerjaan," ujar Arneta mengingatkan Robby akan janjinya.
"Maaf Neta alu benar-benar ngga bisa, waktu aku sudah sangat mepet," kata Robby bersungguh-sungguh.
"Jadi kamu belum bisa menemui orang tua ku?" sekali lagi Arneta mengulangi pertanyaannya berharap Robby mengubah keputusannya.
"Aku minta maaf ya sayang. aku benar-benar tidak bisa bertemu dengan ayah sama ibu saat ini," sekali lagi Robby menegaskan keputusannya.
Airmatanya Arneta kini mengambang di pelupuk matanya, rasa sedih dan sakit kini menyatu dalam hatinya. Arneta segera berdiri dari duduknya dan memandang Robby dengan tatapan kesedihan yang sangat dalam.
"Robby jika kamu ingin pergi, pergilah aku ikhlas," kata Arneta dengan suara yang sangat lirih.
"Neta aku janji kali ini setelah tugas ku selesai di Kalimantan aku langsung melamar mu," ujar Robby sambil merai tangan Arneta menggenggam dengan erat. Robby berharap kekasihnya tidak akan merasa sedih dengan keputusannya kali ini.
Airmatanya Arneta langsung terjun bebas tanpa bisa di bendung lagi. Arneta kini merasa yakin bahwa dirinya akan kehilangan Robby. Tak ada pilihan lain saat ini untuk Arneta selain menerima perjodohannya.
__ADS_1
Bersambung