CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 91 ANAK MU


__ADS_3

Perdebatan antara Abby dan Gracia terus berlanjut, Gracia masih saja mengakui jika anak yang di kandungnya merupakan darah daging Abby. Arneta kini tak tahu harus berbuat apa, Arneta sempat terbersit dalam benak adalah meminta cerai dari Abby agar Abby segera menikah dengan Gracia. Arneta tak tega jika anak yang dikandung oleh Gracia lahir tanpa seorang ayah.


Gracia yang merasa diatas angin masih terus melanjutkan dramanya.


"Abby, aku minta saat ini kamu ceraikan wanita itu," ujar Gracia sambil menunjuk Arneta.


Abby memutar kepalanya menatap kearah Arneta.


"Atas dasar apa kamu meminta ku menceraikan istri ku?" ucap Abby.


"Jelas aku sekarang sedang mengandung anak mu, dan aku tidak mau menjadi yang kedua," jawab Gracia dengan senyum kemenangan.


"Dengarkan aku baik-baik, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan Arneta, dia adalah istri ku," jawab Abby menolak permintaan Gracia.


"Kamu harus menikah dengan ku Abby, dan perempuan ****** itu harus kamu ceraikan!" seru Gracia karena Abby menolak keinginannya. Arneta membulatkan matanya lebar-lebar terkejut dengan perkataan Gracia.


Gracia melangkah maju mendekati Gracia, Arneta yang hanya diam saja dari tadi kini merasa tersinggung dengan perkataan Gracia.


"****** katamu, disini kamulah perempuan ****** itu!" balas Arneta.


Abby menarik tangan Arneta agar mundur kebelakang karena Abby bisa membaca gerakan Gracia selanjutnya.


Benar saja tangan Gracia sudah terangkat ingin memukul Arneta.


Abby menahan tangan Gracia diatas udara dan menghembuskan tangan Gracia dengan kasar. Gracia sempat mundur beberapa langkah karena Abby menghempaskan tangganya.


"Jangan pernah kamu menyentuh istri ku atau kamu akan menerima akibatnya!" ancam Abby. Gracia tak ingi kalah, Gracia menegakan badan dan mengangkat kepalanya menatap kearah Arneta dengan tatapan mengintimidasi.


"Ingat Abby aku di perut ku ini ada anakmu, darah dagingmu!" ujar Gracia, matanya terpancar sinar kemarahan.


"Kamu pikir aku percaya dengan pengakuan mu,ha..?" balas Abby.


"Jelas ini anakmu, apa kamu lupa kita pernah melakukannya Abby!" Gracia semakin menunjukkan keberaniannya.


"Hei perempuan ******... Berhenti mengatakan bahwa anak yang ada si perutmu itu adalah anak ku..!" ujar Abby, Abby semakin tak tahan dengan Gracia yang masih saja menuduh Abby menghamilinya.


Gracia terus saja berakting dengan sikap penuh percaya diri.

__ADS_1


"Apa kamu sudah lupa, kita pacaran dua tahun lebih Abby!" jawab Gracia.


"Ya, kita pacaran selama dua tahun lebih, tapi apa kamu lupa bahwa selama dua tahun lebih juga aku menjaga mu, aku tidak pernah menyentuh mu. Dan sekarang kamu datang ke rumah ku dan mengaku bahwa anak yang ada dalam perutmu itu adalah anakku? Astaga Gracia!" ujar Abby panjang lebar


Gracia terperangah mendengar ucapan Abby, Sangking buntuh otaknya Gracia lupa jika Abby memang tidak pertama menyentuhnya.


"Tapi Abby ini anakmu!" ujar Gracia masih saja memakan agar Abby mengakui anaknya.


"Katakan padaku, kapan aku melakukannya dan dimana!. Apa kamu b punya bukti" Abby semakin geram dengan sikap Gracia yang masih saja menuding dirinya sebagai ayah dari anak yang ada dalam perut Garcia.


Ha


Gracia mati kutu tak berkutik mendengar ucapan Abby. Gracia tak punya bukti sama sekali untuk menjerat Abby.


Gracia mundur beberapa langkah kebelakang, Gracia bisa melihat wajah Abby yang sudah memerah karena menahan amarahnya, emosi Abby min sudah berada di ubun-ubun ingin segera meledak.


"Ehh itu aku lupa," jawab Gracia. Nyalinya kini menciut.


"Kamu itu pelacur yang cuma memanfaatkan aku, kamu kuras uangku dan kamu gunakan uang itu untuk membiayai kehidupan kamu bersama kekasih mu itu, kamu pikir aku tidak tahu semua itu?!" Abby mengatakan kalimat panjang itu sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai jari-jarinya yang putih menampakan tulang-tulang jarinya.


Gracia semakin menciut, selama Gracia mengenal Abby tak pernah Abby menunjukkan emosinya seperti ini. Arneta menghampiri Abby dan mengusap punggungnya berharap bisa meredakan kemarahan Abby. Dan benar saja secara perlahan-lahan emosi Abby mulai menurun.


"******, singkirkan tangan mu dari Abby!" seru Gracia marah.


Abby mendengar Gracia menyebut Arneta dengan kata ****** membuat dirinya murka.


Plak


Abby melayangkan satu tamparan keras di wajah Gracia dan sukses memberi satu lukisan berwarna merah terang di pipinya Gracia dengan gambar lima jari.


Airmata Gracia langsung menetes menahan peri tamparan Abby. Gracia memegangi pipinya yang terasa panas.


"Abby, kenapa kamu menampar ku, apa salah ku? Harusnya dia yang mendapatkan tamparan dari mu bukan aku," ujar Gracia, mata Gracia memerah menahan sakit dan tangisnya.


"Jangan pernah kamu menyebut istri ku dengan kata-kata yang sepantasnya kata-kata itu harusnya untuk dirimu. Arneta tidak bisa dibandingkan dengan kamu, kamu dan dia sangatlah berbeda seperti bumi dan langit. Kamu tak layak dibandingkan dengan istri ku!" ucap Abby sambil menatap Gracia dengan tatapan penuh kebencian.


Hati Gracia merasa sakit, kata-kata kasar diucapkan oleh Abby membuat dirinya seakan tak berharga.

__ADS_1


" Perempuan ****** disini itu kamu, kamu itu pelacur yang tak tahu diri!" Abby kembali menghujani Gracia dengan kalimat-kalimat tajam dan menghina.


Hati Gracia seperti dihujani sejuta pisau yang menyayat hatinya. Abby yang dulu dikenalnya selalu menjaga perasaannya, Abby yang dulu selalu mengutamakan dirinya, dan Abby yang selalu membelanya mati-matian kini telah berubah. Gracia tak menyangka orang yang dulu begitu memujanya kini berbalik justru menghina dirinya seperti orang yang tak punya harga diri.


Gracia menatap Abby dengan tatapan terluka tapi Abby tidak menghiraukannya. Abby tak peduli sama sekali dengan perasaan Gracia yang hancur karena hinaannya.


Hati Arneta bergetar melihat dan mendengar Abby yang membela dirinya dari perempuan yang dulunya Arneta tahu adalah kekasihnya Abby. Antara senang dan kasian Arneta menatap Gracia yang sudah habis-habisan mendapatkan hinaan dari Abby.


Arneta tahu dari awal bagaimana sikap Abby yang sebenarnya, Abby memiliki mulut yang tajam dan segudang kata-kata kasar bersembunyi di bibirnya Abby, Arneta pernah merasakannya di awal perkenalannya dengan Abby.


Abby melihat Gracia yang masih berdiri dihadapannya merasa tak tahan.


"SATPAAAAM....!" teriak Abby memanggil satpam rumah.


"Abby, aku minta maaf. Kasih aku kesempatan sekali lagi, aku mohon. Aku mencintaimu,! ucap Gracia. Gracia memohon.


"Keluar..... KELUAR....!!" seru Abby lagi mengusir Gracia.


"Abby, aku tahu kamu masih mencintaiku, tolong maafkan aku sekali ini. Aku janji akan berubah menjadi istri yang baik untuk anak-anak kita!" Gracia berharap Abby akan memberikan kesempatan kepada dirinya.


Tapi Abby justru semakin tersulut emosi mendengar kata-kata Gracia, wajahnya berubah warna merah padam karena emosi.


"Aku bilang KELUAR....!" teriak Abby sekencang-kencangnya, bahkan tubuh Abby sampai bergitar saking marahnya.


Gracia yang merasa tak punya harapan akhirnya mengakui niatnya.


"Abby, aku mohon saat ini alu sudah tak punya uang lagi," aku Gracia.


Haa


Abby tersenyum pias mendengar pengakuan Gracia.


"Kamu itu tidak pernah berubah, mendekati diriku hanya karena uang!"


"Kamu pikir aku akan memberikan uangku pada mu? MIMPI, jangan berharap," ujar Abby sambil tersenyum sinis.


Arneta yang memiliki hati yang mudah tersentuh dengan penderita seseorang langsung merasa kasihan pada Gracia.

__ADS_1


"Bee, kasian dia. Dia lagi hamil," ucap Arneta. Abby terkejut mendengar ucapan Arneta, Abby tak menyangka jika Arneta akan menaruh belas kasih kepada Gracia.


Bersambung


__ADS_2