CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 25 PENIPU KECIL


__ADS_3

Setelah menerima jawaban dari anak-anak mereka, orang tuanya Abby dan Arneta segera menyusun jadwal pertemuan keluarga. Inti dari pertemuan pertama ini adalah ingin memperkenalkan kedua anak mereka yaitu Abby dan Arneta.


Sesuai dengan kesepakatan keluar hari ini Abby dan Arneta akan di pertemukan, dan pertemuan kali bukan hanya acara perkenalan tapi langsung acara tunangan. Hal ini di lakukan oleh keluarga Abby karena tidak ingin Abby putra by maya dan pak Ady berubah pikiran dan berbuat ulah yang mengakibatkan masalah baru dan rasa malu tentunya.


Hari sudah menjelang sore, ibu dan Arneta sedang sibuk di dapur mempersiapkan jamuan makan malam untuk menyabut keluarga calon besan.


Perasaan Arneta tentu saja tidak tenang saat ini, hatinya berkecamuk tak karuan. Belum lagi pertanyaan dalam hatinya seperti apa kelak suaminya. Apakah calon suami bertubuh gendut, kepada botak atau seorang laki-laki tua dan mesum.


"ihhh....ucap Arneta sambil menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Sikap Arneta sempat di lihat oleh ibunya, sambil menatap Arneta ibunya langsung bertanya.


"Kenapa Neta?"


"Ah... Arneta terkejut mendengar pertanyaan ibunya.


"Ngga apa-apa bu," jawab Arneta.


"Penasaran ya seperti apa calon suami mu?" ujar bu Maya, menggoda putrinya.


"Apa sie Bu, Neta ngga lagi mikirin calon suami Neta," elak Arneta.


"Terus tadi kenapa kepalanya di goyang ke kiri dan kenan?" ucap bu Maya.


Belum lagi Arneta menjawab pertanyaan ibunya tiba-tiba hanphon miliknya berbunyi. Untuk menghindari pertanyaan ibunya Arneta menjawab panggilan telpon tersebut.


"Ya halo..." sapa Arneta.


"Maaf Bu, ini saya Dina," balas orang dari balik benda pipi tersebut.


"Iya Din, ada apa?" tanya Arneta.


"Maaf bu tapi du toko ada pelanggan yang lagi marah-marah, kami sudah membujuknya tapi tidak bisa. Pelanggan itu ingin bertemu dengan ibu secara langsung," jelas Dina, salam satu pegawai Arneta di toko.


"Tunggu sebentar ya, nanti saya hubungi lagi," balas Arneta dan langsung memutuskan percakapan tersebut.


Arneta menatap ibunya dengan perasaan cemas dan serba salah. Ibunya Arneta langsung menyadari ada yang tidak beres di toko Arneta.

__ADS_1


"Ada apa Neta?" tanya Bu Nola.


"Ini bu ada pelanggan yang lagi marah-marah di toko dan minta ketemu sama Neta," ujar Arneta memberikan penjelasan.


Bu Nola melirik ke arah jam yang tertera di handphone.


"jika kamu ke toko sekarang masih bisa, tapi dengan catatan jangan terlalu lama di sana. Takutnya nanti kamu belum pulang tapi keluarga calon mertua mu sudah sampai di rumah," ucap bu Nola.


"Tapi bu ini belum beres," balas Arneta, Arneta memandangi dapur yang masih penuh bahan makanan yang belum di olah.


"Itu gampang, nanti ibu minta tolong sama bu Narti tetangga kita untuk bantuin ibu, disini juga ada bibi yang nolongin ibu," tutur bu Nola.


"Beneran ngga apa-apa kalo Neta tinggal," Arneta bertanya untuk memastikan bahwa ketika dirinya pergi tidak akan membuat ibunya kewalahan di dapur.


"Iya, sudah sana pergi, nanti keburu telat pulangnya nanti," balas bu Nola meyakinkan putrinya.


"Beber ya bu, kalo gitu Neta pergi dulu. Secepatnya Neta balik lagi ke rumah," kata Arneta.


Setelah itu Arneta segera menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian secepat kilat, dan mencuci mukanya dengan air agar tidak terlihat kucel.


Setelah siap Arneta berpamitan pada ayah dan ibunya sebelum berangkat. Dalam perjalanan menuju ke toko Arneta mengirimkan pesan singkat kepada Dina bahwa dirinya dalam perjalanan menujuh ke toko.


Setelah bertemu dengan Dina Arneta langsung bisa melihat sosok perempuan setengah baya sedang menikmati secangkir teh , duduk di salah satu kursi yang tersedia dalam toko.


"Din ada apa, kenapa ibu itu marah-marah?" tanya Arneta.


"Ini bu, kata ibu itu kemarin dia itu beli baju disini tapi katanya bajunya rusak," jelas Dina.


Setelah mendengarkan penjelasan pegawainya Arneta segera menghampiri pelanggan tersebut.


"Selamat sore ibu.." sapa Arneta dengan ramah.


"Siang...," balas ibu itu dengan wajah jutek.


"Maaf ibu ada yang bisa saya bantu?" tanya Arneta sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jadi kamu pemilik toko ini? liat ini baju yang saya beli kemarin ternyata cacar," jelas ibu tersebut sambil menunjukkan baju yang di maksud. Arneta pun segerah memeriksa bagian baju yang rusak.


"Maaf ibu boleh saya liat struktur belanjanya?" ucap Arneta. Dan ibu itu pun langsung terkejut mendengar ucapan Arneta.


"Eh...itu... Strukturnya hilang," jawab ibu itu gugup.


"Maaf ibu, barang ini tidak bisa kami ganti karena ibu tidak membawa bukti pembelian," jelas Arneta.


"Tidak bisa, baju ini saya beli kemarin disini. Kalian harus menggantinya atau paling tidak kembalikan uang saya," tuntut ibu tersebut.


"Maaf ibu, apa benar baju ini ibu beli disini?" cecar Arneta, Arneta curiga dengan gelagat ibu tersebut.


"Masa saya bohong, untuk apa saya berbohong, ngga ada untungnya buat saya," ucap ibu tersebut penuh percaya diri.


"Ibu di sini ada sisi tv, jika ibu benar-benar membeli baju ini di sini pasti ada terekam kamera," ujar Arneta.


"Maksudnya kamu saya berbohong gitu," balas ibu itu mulai sewot.


"Baik bu kali begitu saya akan menelpon polisi dulu biar kita sama-sama mengecek sisi tv," balas Arneta.


"Ha po li si..?" ucap ibu itu dengan nada terbata-bata. Terlihat raut wajah ketakutan terpancar dari wajah ibu tersebut.


"Iya polisi, biar tidak afa tuduhan bahwa kami merekayasa rekaman sisi tv," ujar Arneta. Pandangan mata Arneta terus melihat sikap ibu tersebut.


"Eh...anu....kalo begitu ngga usah di ganti," ujar ibu itu mulai ketakutan.


"Loh bukannya ibu tadi kesini samvil marah-marah minta di ganti bajunya?" tanya Arneta. Tapi dalam hati Arneta sudah merasa yakin jika ibu ini adalah seorang penipu.


""Itu...eh...saya pergi dulu," kara ibu itu sambil berlalu dengan langkah secepat kilat meninggalkan toko Arneta.


Arneta melihat kepergian ibu itu sambil tersenyum. Dirinya tak menyangka akan bertemu dengan manusia seperti ini. Untungnya Arneta sudah memasang sisi tv di toko jika tidak hari ini pasti akan kena tipu seperti kadus ini contohnya.


Setelah menyelesaikan masalah di toko Arneta segera berpamitan kepada pegawainya untuk segera kembali ke rumah. Arneta tidak ingin terlambat sampai dirumahnya. Arneta merasa tidak enak hati jika dirinya yang tuan rumah justru datang terlambat, apa nanti kesan calon mertuanya nanti di tambah lagi calon suaminya.


Memikirkan calon suaminya Arneta merinding sendiri.

__ADS_1


"Ais seperti apa rupa calon suami ku, gendutkah, hitamkah, mesum ngga ya?, galak ngga ya?" Arneta menyusun pertanyaan dalam hatinya sendiri sambil menyetir mobilnya ke arah rumah.


Bersambung


__ADS_2