
Arneta tidak ingin menyampaikan drama percintaan Abby dan Gracia. Arneta merasa muak jika terus berdiri dihadapan Abby dan Gracia. Arneta membalikkan badannya melangkah pergi meninggalkan dua orang yang sedang akting drama percintaan.
Langkah kaki Arneta terhenti karena tangannya tiba-tiba di pegang oleh Abby dengan sangat kuat. Arneta mengerakkan tangannya dari cekalan Abby tapi sayang Abby menggenggam pergelangan tangan Arneta lebih kuat lagi sehingga tangga Arneta tidak bisa lepas.
Abby menatap Arneta dengan tatapan tajam.setajam pisau yang baru di asa. Arneta akhirnya diam berdiri di hadapan Abby.
"Bee, jadi nggak kasih aku uang?" tanya Gracia.
"Kamu bisa diam? kalo nggak bisa silahkan pergi dari sini," bentak Abby sambil menatap Gracia tanpa ekspresi. Gracia pun memilih untuk diam menuruti perkataan Abby.
Abby memalingkan mukanya menatap Arneta.
"Tadi kamu baru saja mengambil uang sepuluh juta, untuk apa?" Abby bertanya langsung pada intinya. Ada ketidak-relaan dalam hatinya jika uangnya di berikan pada laki-laki lain.
"Oh jadi kamu menahan ku karena uang sepuluh juta itu?" Arneta bukan menjawab tapi balik bertanya.
"Katakan untuk apa uang itu!" seru Abby marah.
"Kamu tidak perlu khawatir, uang kamu akan aku ganti sekarang juga," jawab Arneta, tangganya langsung masuk kedalam tas dan merogoh sesuatu dari dalam tas.
Arneta mengeluarkan sebuah amplop coklat persegi dan menyerahkannya kepada Abby.
"Ini uang mu aku ganti, maaf tadi aku tidak bisa mentransfer langsung ke rekening kamu karena aku tidak tahu no rekeningnya," ujar Arneta sambil meletakkan amplop tersebut di tangan Abby.
Abby bukannya senang karena uang yang di ambil Arneta di kembalikan tapi justru Abby semakin berang.
"Darimana kamu mendapatkan uang ini, apakah laki-laki itu yang sudah memberikan kamu uang?" Abby kembali berteriak marah.
"Mau darimanapun uang itu kanu tidak perlu tahu, uang kamu sudah aku kembalikan itu yang terpenting," jawab Arneta.
"Katakan padaku, berapa banyak uang yang sudah di berikan laki-laki itu padamu?" tuding Abby. Harga dirinya sebagai suami seperti di injak-injak.
"Aku bukan perempuan seperti itu, aku bukan perempuan matre seperti dia," ucap Arneta.Salah satu tangan Arneta terangkat dan jarinya menujuk Gracia.
Gracia marah karena di bilang matre oleh Arneta. Meskipun itu kenyataannya tapi Gracia menolak perkataan Arneta. Gracia maju hendak memukul Arneta, tapi gerakan tangan Gracia kurang cepat. Tangan Arneta lebih dulu meraih rambut Gracia yang panjang.
__ADS_1
Arneta langsung menjambak rambut Gracia menariknya sekuat tenaga.
"Jangan pernah coba-coba lagi menyentuhku, akan aku buat kamu menyesal karena sudah berurusan dengan ku," ucap Arneta, Arneta kembali menghempaskan tubuh Gracia kelantai. Di tangan Arneta terdapat beberapa helai rambut Gracia yang tertinggal. Rambut Gracia di tarik paksa oleh Arneta hingga ada yang terlepas.
Arneta maju berdiri di hadapan Abby.
"Sudah aku katakan cepat urus perceraian kita secepatnya," ujar Arneta.
Abby mendengar kata-kata cerai dari Arneta membuat pikiran negatifnya muncul.
"Sebegitu tidak sabarannya kamu ingin cepat-cepat bercerai dari ku," ucap Abby sambil tersenyum sinis.
"Apakah kamu tidak bisa lagi menunggu sampai ingin perceraian kita cepat di urus. Sebegitu cintakah kamu sama mantan mu itu?" tutur Abby.
Arneta terkejut Abby tahu jika dirinya memiliki seorang mantan.
"Terserah,.." jawab Arneta.
"Namanya Robby kan, kamu pikir aku tidak tahu kamu masih bertemu dengannya," kata-kata Abby memojokkan Arneta.
"Apa urusanmu, aku mau bertemu dengan siapa pun itu hak ku," tantang Arneta.
Hahahaha
Arneta tertawa sinis mendengar ucapan Abby.
"Kamu ingat kamu itu sudah menikah, kenapa aku lupa kalau kamu itu suamiku," ujar Arneta.
Abby pun semakin marah, emosinya kini sudah memuncak. Rasanya Abby ingin mencekik Arneta karena melawannya.
"Apa lagi yang kamu mau, uangmu sudah aku ganti," ucap Arneta. Ada rasa takut dalam hatinya melihat Abby yang wajahnya sudah memerah karena marah.
"Dari mana uang itu kamu dapatkan, apa laki-laki sialan itu yang memberikannya pada mu?" Abby memangkas jarak antara dirinya dengan Arneta. Arneta mundur beberapa langkah karena sudah mulai merasakan takut.
Abby melempar uang sepuluh juta yang baru di berikan oleh Arneta ke sembarang arah.
__ADS_1
"Abby apa yang kamu lakukan," tanya Arneta, Arneta tidak bisa mundur lagi karena terhalang tembok di belakangnya. Abby kembali meraih tangan Arneta dengan kasar dan langsung menarik Arneta kearah tangga.
Abby menarik Arneta lebih tepatnya Abby menyeret Arneta menaiki tangga. Arneta beberapa kali hampir jatuh karena kakinya tersandung anak tangga, untungnya Arneta bisa berpegangan di pembatas tangga. Arneta mencoba menarik tangannya agar lepas dari genggaman Abby tapi tidak berhasil.
Abby membawa Arneta menuju kamarnya, , Abby membuka pintu kamar dengan cara di tendang.
Brak
Pintu terbuka, Abby menyeret Arneta masuk dan menghempaskan tubuh Arneta di atas ranjang. Arneta mulai panik. Rasa takutnya semakin besar.
"Abby apa yang kamu lakukan, lepaskan aku," pinta Arneta.
Bukannya berhenti Abby semakin beringas. Abby menarik paksa baju yang di kenakan Arneta.
Srek
Krek
Baju Arneta sobek. Di badan Arneta langsung tertanda garis merah karena cakar Abby. Arneta berusaha menutupi bagian badannya yang terekspos karena bajunya sobek.
Arneta berusaha bangun dari tempat tidur tapi Abby dengan cepat menahan tubuh Arneta, Arneta kembali terhempas di atas kasur. Airmatanya kini mulai menetes, ketakutannya menguasai Arneta. Abby menindih tubuh Arneta dan memegangi tangannya Arneta di atas kepala. Pikiran Gelap kini menguasai Abby.Abby mencium bibir Arneta dengan kasar. Arneta berontak sekuat tenaga, tapi sekeras apapun Arneta berusaha lepas dari Kungkungan Abby tenaganya kalah kalah dengan kekuatan Abby.
Abby kembali menarik kasar baju Arneta hingga Arneta kini badan bagian atas sudah polos tanpa sehelai benang pun. Arneta Arneta semakin deras membanjiri pipinya.
"Katakan padaku bagian mana sudah di sentuh oleh laki-laki itu, biar aku hapus jejaknya dari tubuh mu," ucap Abby sambil menciumi wajah Arneta. Arneta terus berontak tak ingin menyerah.
"Abby lepaskan aku, jangan lakukan ini padaku," akhirnya Arneta memohon.
Abby terus menyerang Arneta membabi-buta, tanpa henti Abby menyerang Arneta dengan ciuman kasar. Entah bagaimana kini Abby berhasil melepaskan seluruh kain yang menutupi bagian bawah Arneta, dan Abby pun kini sudah polos seperti Arneta.
"Abby itu uang aku, aku kerja Abby. lepaskan aku," dengan suara tangis Arneta mengakui bahwa uang sepuluh juta itu adalah uangnya.
"Bohong... darimana kamu mendapatkan uang itu," balas Abby menolak pengakuan Arneta.
"Benar Abby,buang itu uang hasil kerja ku. Aku punya butik," Arneta mengakui apa kegiatannya selama ini.
__ADS_1
Gerakan Abby pun terhenti, Abby memandangi wajah Arneta lekat. Abby mencari kejujuran Arneta dari sorot matanya. Arneta memalingkan wajahnya dari tatapan Abby. Rasa sakit menghujani hatinya setelah melihat wajah Arneta sudah di banjiri airmata, lebih sakit dari saat Abby melihat Arneta tersenyum kepada Robby.
Bersambung.....