CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 67 KU PENUHI KEINGINANMU


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu Gracia sudah tidak pernah lagi menghubungi Abby, pesan singkat dari Gracia pun tak lagi mampir di handphone miliknya Abby. Abby merasa tenang kini. Abby hanya ingin fokus pada rumah tangganya.


Abby sudah berbagi cara menyatakan perasaannya kepada Arneta tapi Arneta hanya menganggap itu hanyalah sebagai bualan semata. Arneta tidak pernah sekalipun menganggap apa yang di katakan oleh Abby tulus dari hatinya.


Abby yang mulai binggung bagaimana meyakinkan Arneta bahwa Abby sudah berubah menjadikan Abby posesif. Kemana perempuan Arneta pergi Abby akan ikut. Dengan alasan menemani dan menjaga Arneta dari bahaya. Abby rela meninggalkan pekerjaannya demi bisa menemani Arneta. Dan tugas Sarfa pun semakin banyak, karena hampir sebagian besar tugas Abby di kerjakan oleh Sarfa. Tapi meskipun demikian Sarfa tidak merasa keberatan akan hal itu karena Sarfa tau jika Abby sedang berjuang untuk mendapatkan hati Arneta.


Hari ini Arneta dan sahabatnya akan melakukan acara amal seperti biasa mereka lakukan. Arneta sebenarnya ingin datang ke acara amal tersebut tanpa di temani oleh Abby. Arneta membujuk Abby Agar tidak ikut dengannya tapi Abby tetap ngotot untuk ikut. Akhirnya Arneta menyerah dan mengijinkan Abby untuk ikut dengannya.


Abby sudah selesai menganti bajunya sedang Arneta masih berada dalam kamar untuk bersiap-siap. Arneta berdiri di depan lemari baju yang besar. Arneta membuka pintu lemari dan mencari pakaian yang pas untuk di kenakan-nya hari ini. Pilih Arneta jatuh pada sebuah gaun berwarna kuning muda dihiasi bunga-bunga kecil. Belahan dadanya tidak terlalu terbuka. Sedangkan panjang gaun itu sebatas lutut Arneta.


Arneta mengeluarkan gaun tersebut dan mulai merias diri. Arneta yang tidak suka berdandan, memoleskan make tipis ke wajahnya. Selesai berdandan Arneta mengenakan gaun yang di keluarkannya dan memakainya.


"Neta sudah siap belum," tanya Abby fari balik pintu. Abby takut mereka akan terlambat datang ke lokasi tempat acara amal.


"Iya Bee, aku sudah selesai," jawab Arneta sambil melangkah keluar dari kamar.


Arneta membuka pintu kamar dan melihat Abby sudah berdiri di depan pintu. Abby terkejut dengan penampilan Arneta saat ini.


"Neta, kamu cantik sekali," puji Abby. Arneta hanya tersenyum malu mendapatkan pujian Abby.


Abby menatap Arneta dengan kagum, pasalnya selama menjadi suami dari Arneta Abby tidak pernah melihat Arneta berpenampilan feminim. Arneta selalu menggunakan pakaian kerja kalau pun Arneta ada di rumah Arneta selalu menggunakan celana panjang.


Abby tersadar dari kekagumannya terhadap Arneta.


"Neta, ganti bajunya. Aku tidak suka kamu pakai baju itu," ujar Abby tiba-tiba. Arneta langsung menatap dengan perasaan binggung.


"Tapi Bee, kamu bilang aku cantik pakai baju ini," protes Arneta.

__ADS_1


"Iya, memang cantik. Tapi aku tidak suka. Sebaiknya kamu pakai baju yang biasa kamu pakai kerja aja," usul Abby. Arneta kesal dengan sikap Abby ini.


Tapi Arneta tidak mau mengganti pakaiannya, Arneta melirik jam tangannya.


"Abby kita sudah hampir telat," Arneta mengingatkan.


"Kalau kamu masih pakai baju itu lebih baik kita tidak usah datang ke acara itu," ujar Abby.


Karena tidak ingin Abby membatalkan rencana mereka untuk datang ke acara amal tersebut dengan berat hati Arneta menerima perintah Abby untuk menukar pakaiannya.


"Aku ganti, tapi ingat ya apapun yang aku pakai nanti kamu tidak boleh protes dan menyuruh aku ganti pakaian. Kalau kamu protes aku pergi sendiri aja," ujar Arneta. Abby pun menyetujuinya.


Arneta kembali kedalam kamar dan menganti pakainya. Arneta mengambil satu gaun yang hampir serupa dengan gaun yang tadi. Bedanya hanya pada warna dan coraknya saja. Arneta bergegas keluar kamar karena waktunya sudah mepet.


"Neta, kamu nggak ada baju yang lain lagi," sekali lagi Abby protes melihat penampilan Arneta yang justru terlihat semakin cantik dengan gaun yang dipakainya kini.


Dalam perjalanan menujuh ke lokasi Arneta dan Abby tidak saling bicara, Abby dan Arneta justru sama-sama menikmati lagu cinta yang di putar Abby di dalam mobil.


Waktu tempuh dari rumah menuju acara amal membutuhkan waktu satu jam. Abby memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan oleh panitia. Arneta keluar dari dalam mobil bersama dengan Abby. Dari kejauhan Gita dan Rika melihat kedatangan Arneta. Mereka berdua segera menghampiri Arneta.


"Cantik banget," ucap Gita memuji Arneta.


"Iya, kamu cantik Banget Neta,"timpal Rika. Senyum pun mengembang dibibir Arneta.


"Ayo kesana, acara sudah nau di mulai," ajak Rika. Rika dan Gita sama sekali tak menganggap kehadiran Abby, karena mereka berdua tau jika Abby berkali-kali menyakiti hati Arneta.


Abby tak mempedulikan sikap Gita dan Rika, yang terpenting adalah Abby bisa menjaga Arneta dari kaum laki-laki. Abby sadar jika Arneta akan menjadi pusat perhatian di acara tersebut karena penampilannya.

__ADS_1


Abby mengekor di belakang Arneta dan kedua sahabatnya. Kemana pun arah jalan Arneta Abby akan mengikutinya.


"Neta, Robby ada," bisik Rika. Arneta hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Rika. Arneta tak ingin berharap lebih akan kehadiran Robby. Arneta tahu dan sadar diri jika dirinya sudah menikah.


Acara amal pun di mulai, banyak pengusaha yang hadir di acara amal tersebut. Dan ada beberapa yang Abby kenal. Abby tak menyangka kalau Arneta ternyata memiliki hubungan baik dengan para pengusaha tersebut. Ini bukanlah acara amal pertama kali di buat Arneta dan sahabatnya tapi sudah seringkali. Mereka tidak malu datang ke perusahaan besar untuk meninta sumbangan. Maka dari itu pengusaha tersebut bisa mengenal Arneta.


Acara amal diisi oleh penampilan dari anak-anak dari panti asuhan dan anak-anak jalanan yang menerima bantuan. Acara berlangsung secara meriah. Satu jam sudah berlalu kini hanya tertinggal acara ramah tamah. Para tamu undangan di persilahkan untuk menikmati makan yang sudah di sajikan.


Arneta dan dua sahabatnya berkumpul di satu titik dan sedang berbicara tiba-tiba Robby datang menghampiri Arneta. Arneta bersiap biasa saja pada Robby karena hatinya sudah bukan milik Robby lagi.


Dari kejauhan Abby menatap tajam kearah Arneta. Rasa cemburunya kini menguasai hatinya. Abby sempat melihat Robby mencobah memegang tangan Arneta. Abby melangkah dengan cepat menghampiri Arneta.


Dan dengan kasar Abby menarik tangan Arneta dan membawanya menjauh dari sahabatnya.


"Kamu masih mencintainya iyakan?" Abby marah.


"Apa maksudmu?" tanya Arneta tak mengerti.


"Ternyata kamu itu perempuan yang tidak bisa menjaga nama suaminya," ujar Abby.


"Apa sebenarnya mau Bee, aku tidak mengerti," balas Arneta binggung dengan tuding Abby.


"Kenapa kamu tidak pergi saja dari hidup ku, mati pun itu lebih bagus," ujar Abby. Abby kembali pada tabiatnya mengucapkan kata-kata kasar pada Arneta. Sebenarnya apa yang di ucapkan Abby itu bertentangan dengan kata hatinya.


Arneta menatap Abby dengan perasaan terluka. Sudah banyak makian yang di terima oleh Arneta dari Abby. Kepala Arneta tak bisa berpikir jernih saat ini, otaknya mendadak beku mendengar ucapan Abby.


"Baik, aku akan pergi dari hidup mu. Tapi jika aku tidak bisa menjauh darimu maka aku akan membencimu seumur hidupku," balas Arneta.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2