CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 53 KEMARAHAN ARNETA


__ADS_3

Hari libur kali ini Arneta menghabiskan waktu di rumah, Arneta tidak memiliki janji atau berencana bertemu dengan kedua sahabatnya. Gita sedang ada acara kumpul keluarga dengan suaminya Sedangkan Rika saat ini sedang berada di Bandung untuk mengecek persiapan pembukaan toko cabang di sana.


bbArneta menyibukkan dirinya dengan melakukan hal yang di sukanya.Yaitu memasak. Arneta sibuk di dapur bersama dengan bi Jum. Rencananya Arneta ingin membuat kue dan memasak lauk pauk untuk makan siang. Abby saat ini sedang bersama dengan Sarfa entah apa yang sedang di lakukan oleh Abby Arneta tidak mau ambil pusing.


Ketika Arneta dan bi Jum sedang sibuk membuat makanan bunyi bel rumah berdentang, yang artinya ada tamu yang datang.


"Bi, biar aku aja yang kedelapan," ujar Arneta sambil melepaskan celemek dari tubuhnya. Bi Jum hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Arneta melangkahkan kakinya menujuh pintu depan untuk melihat siapa yang datang. Dari dalam rumah Arneta melihat bahwa yang datang bertamu adalah seorang perempuan. Arneta berpikir itu adalah mama mertuanya yang datang.


Arneta langsung mempercepat laju langkah kakinya, tapi saat sudah berada dekat dengan pintu masuk Arneta terhenti karena Arneta sudah dapat melihat siapa tamu yang datang.


"Kenapa kuntilanak itu datang lagi?" tanya Arneta dengan hatinya.


Arneta membuktikan pintu masuk untuk Gracia tapi Arneta tetap berdiri di depan pintu menghalangi jalan masuk Gracia.


"Kalau mau cari Abby, Abby sedang tidak ada," ujar Arneta langsung tanpa basa-basi.


"Dan kamu pikir aku percaya?" tutur Gracia dengan wajah meremehkan.


"Pergi dari sini, Abby tidak ada," usir Arneta.


"Aku tidak mau..," tolak Gracia.


"Abby tidak ada, apa kamu budek atau tuli," ujar Arneta.


"Terserah, suka-suka aku, lagian yang sebenarnya nyonya di rumah ini itu adalah aku bukan kamu," balas Gracia dengan percaya diri.


"Astaga, ternyata manusia yang tidak punya malu itu nyatanya ada di dunia," ucap Arneta sambil mencibirkan bibirnya.


Gracia tidak peduli dengan sindiran Arneta, Gracia masih tetap berdiri di depan pintu masuk yang dihalangi oleh Arneta.


"Minggir.." ucap Gracia sambil mendorong kasar tubuh Arneta. Arneta yang lagi-lagi tidak siap menerima dorongan Gracia akhirnya terpental kebelakang.


Akan tetapi Arneta tidak mau tinggal diam saja, Arneta segera meraih tangan Gracia dan menyeretnya sampai kembali di depan pintu masuk tempat Gracia berdiri tadi.


"Jika Abby tidak ada, maka aku akan menunggu Abby di dalam rumah," ujar Gracia kesal. Gracia masih tetap berusaha untuk masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Sementara Arneta dan Gracia sedang berdebat bi Jum muncul dari arah belakang.


"Non, sop-nya sudah matang," ucap bi Jum langsung tanpa melihat kondisi yang terjadi saat itu.


Arneta membalikkan badannya menghadap bi Jum.


"Diangkat aja bi, jangan lupa masukin bawang goreng," ucap Arneta memberikan instruksi kepada bi Jum.


Dan disaat Arneta sedang berbicara dengan bu Jum Gracia memanfaatkan keadaan dengan cara kembali menerobos masuk ke dalam. Arneta tidak bisa mencegahnya kali ini


Dengan angkuhnya Gracia langsung duduk di sofa yang berbeda di ruang tamu. Tanpa permisi Gracia memerintah bi Jum.


"Hei kamu..!" ujar Gracia langsung menujuk bi Jum.


"Kamu itu pembentukan? buatin aku minum cepat," sambung Gracia memberi perintah.


"Nggak usah bi, jangan di buatin. Biar aja dia kehausan," ucap Arneta. Gracia marah karena perintahnya di halangi oleh Arneta. Adu mulut pun kembali terjadi antara Arneta dan Gracia.


Dari luar terdengar mesin mobil memasuki halaman, Arneta tidak bisa melihat siapa yang datang karena posisi Arneta sedang memunggungi pintu depan, berbeda dengan Gracia, Gracia justru bisa melihat siapa yang datang karena dirinya sedang berdiri menghadap arah pintu masuk. Yang datang adalah Abby.


Gracia memanfaatkan keadaan yang ada, Gracia ingin menjatuhkan Arneta dengan cara licik. Gracia sempat melirik melihat Abby yang turun dari dalam mobil. Gracia langsung berdiri dari duduknya dan,


Plak


Plak


Ternyata Gracia menampar pipinya sendiri sebanyak dua kali. Arneta membelalakkan kedua matanya karena terkejut melihat Gracia tiba-tiba menampar dirinya sendiri.


"Apun Arneta, aku janji tidak akan mencari Abby lagi," ucap Gracia sambil meringis kesakitan. Drama Gracia pun di mulai.


"Apa maksudnya..?" tanya Arneta binggung.


"Jangan tampar aku lagi, aku janji akan meninggalkan Abby," ucap Gracia sambil mulai berpura-pura menangis.


Dan Abby tiba tepat saat Arneta ingin protes karena dirinya di fitnah oleh Gracia. Belum sempat Arneta mengucapkan kata-katanya Abby datang dan langsung marah-marah.


"Apa yang kau lakukan padanya...!" ucap Abby sambil menatap Arneta dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Itu aku tidak melakukan apapun," jawab Arneta dengan binggung.


"Bohong..." selah Gracia memotong perkataan Arneta.


"Dia baru saja menampar ku tadi," ucap Gracia sambil menunjukkan pipinya yang sudah memerah.


Amarah Abby pun tersulut setelah melihat kedua pipi Gracia yang sudah merah dan bengkak.


"Kamu....!" ujar Abby sambil tangannya menunjuk wajah Arneta. Arneta terdiam otaknya tiba-tiba membeku tak bisa bekerja.


Plak


Plak


Abby dengan gampangnya mengayunkan tangannya dan menampar Arneta.


Arneta shock menerima tamparan Abby yang sangat keras. Arneta sekuat tenaga menahan airmatanya agar tidak menetes di hadapan Abby. Arneta menatap Abby dengan tatapan penuh kebencian yang tak terukur.


"Kamu menampar ku..?" ucap Arneta sambil tersenyum sinis.


"Dia yang menampar dirinya sendiri dan memfitnah aku, tapi kamu tanpa memberikan aku kesempatan untuk membela diri kamu sudah menamparku," ujar Arneta penuh kemarahan. Mata Arneta terbuka lebar menatap Abby. Tubuh Arneta gemetar karena menahan amarahnya.


Abby terkejut melihat Arneta yang begitu murka, hatinya tiba-tiba seperti di tusuk jarum yang banyak karena tatapan Arneta. Sementara itu Gracia tersenyum puas karena rencananya berhasil.


Arneta melangkah pergi meninggalkan Abby bersama Gracia, Arneta naik ke lantai dua menujuh kamar tidurnya. Di dalam kamar Arneta akhirnya tidak bisa menahan tangisnya, rasa sakit akibat tamparan Abby yang keras membuat pipi Arneta bukan hanya berwarna merah tapi juga ada luka dalam, dalam mulut Arneta.


Meskipun Arneta menangis tapi Arneta menahan tangisnya dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Bukan hanya pipinya yang terasah sakit tapi juga hatinya juga. Arneta duduk di lantai dan bersandar di pintu masuk. Ingin rasanya Arneta pulang ke rumah orang tua, Arneta mulai tak tahan dengan sikap Abby yang kasar dan sesuka hati.


Di lantai bawah Abby terdiam, Abby sendiri terkejut dengan apa yang baru saja dilakukannya. Abby tak percaya jika dirinya baru saja menampar pipi Arneta. Gracia justru sedang menikmati momen terindah menurutnya. Gracia menyandarkan kepalanya di lengan kekar Abby.


"Bee sayang, makasih ya udah belain aku," ucap Gracia sambil bersikap manja. Abby diam tak menjawab ucapan Gracia. Gracia menggoyangkan tangan Abby agar memperhatikan dirinya.


"Bee, aku minta uang mau beli baju," ucap Gracia sambil memasang senyum manisnya. Abby seperti terhipnotis langsung mengeluarkan salah satu Atm-nya dan memberikan kepada Gracia lengkap dengan pin-nya. Gracia pun langsung pergi setelah menerima atm tersebut.


Bersambung...


Tolong jangan marah ya baca bab ini, cukup yang nulis aja yang marah-marah dan kesal. 🙏🙏

__ADS_1


satu lagi yang nulis juga mau muntah pas Gracia bersikap manja. ini hanya sekedar info.Terimakasih🙏❤️


__ADS_2