
Pertengkaran akhirnya tak bisa dihindari lagi. Gracia yang menerima tamparan Abby membuatnya sangat marah. Nafas Gracia langsung memburu seperti habis lari lima kilometer dengan kecepatan tinggi. Gracia menatap Abby dengan perasaan murka. Tapi Gracia tidak ingin gegabah, tak ingin hubungannya dengan Abby selesai. Biar bagaimanapun Abby merupakan sumber pemasukan uang yang sangat besar.
Gracia mencobah menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya. Gracia memasang wajah terluka.
"Bee, aku minta maaf karena sudah mengatakan hal yang tidak baik. itu karena aku cemburu," rengek Gracia. Gracia meneteskan airmatanya.
"Tidak ada seorang pun boleh mengeluarkan kata-kata yang kasar untuk istri ku apa lagi kamu Gracia!" ujar Abby dengan emosi.
"Aku kan sudah minta maaf Bee," balas Gracia masih memasang tatapan sendu.
"Kamu pikir aku bisa kamu tipu dengan rengekan mu?" ucap Abby dengan tatapan sinis.
"Bee, ada apa dengan mu sebenarnya, atm kamu blokir, tadi aku kamu tampar
Dan sekarang kamu menatap ku seolah kamu jijik dengan ku..Ada apa Abby," ucap Gracia menuntut penjelasan.
Abby melangkah mendekati meja kerja Sarfa dan mengambil lembaran foto yang tergeletak di atas meja. Setelah mengambil beberapa lembar foto Abby melangkah kembali mendekati Gracia.
"Dasar wanita tidak tau diri. Beraninya kamu menipu aku!" ucap Abby sambil melemparkan lembaran foto tersebut ke wajah Gracia.
Gracia memalingkan wajahnya agar tidak terkesan lempar foto yang di lemparkan Abby. Gracia segera memunguti foto-foto yang sudah terjatuh di lantai. Mata Gracia langsung membulat setelah melihat gambar yang ada di foto tersebut.
"Abby, dan ni fitnah. Aku tidak mungkin mengkhianati kamu. Kamu tau kalau aku sangat mencintaimu," ucap Gracia membela dirinya.
Abby hanya tersenyum sinis menatap Gracia. Abby tidak habis pikir bisa-bisa Gracia berdusta meskipun bukti sudah ada di depan matanya.
"Kamu pikir aku akan percaya dengan ucapan mu, ha!" Seru Abby.
"Tapi Bee, ini fitnah. Kamu lebih percaya orang lain dari pada aku yang sudah menjadi kekasih mu selama dua tahun lebih?" ujar Gracia gusar.
__ADS_1
Sarfa duduk manis menyaksikan drama cinta yang menurutnya konyol. Sarfa ingin melihat apa. yang akan di lakukan oleh Abby terhadap Gracia. Sarfa juga ingin tahu seberapa besar cinta yang di miliki Abby untuk Gracia.
"Apakah Abby bisa memaafkan Gracia?" tanya Sarfa dalam hatinya.
Abby dan Gracia masih saling adu debat, bahkan Gracia masih saja terus mengelak jika dirinya benar-benar berselingkuh.
"Abby siapa orang yang sudah membuat fitnah ini?" tanya Gracia
Gracia ingin tau siapa dalang yang sudah membuat rahasianya terbongkar. Mata Gracia langsung menatap tajam ke arah Sarfa. Dari sorot matanya bisa di pastikan jika Gracia menuduh Sarfa adalah merupakan sumber kemarahan Abby terhadap dirinya.
Sarfa tak suka dengan tatapan tajam Gracia langsung bangun dari duduknya dan menghapiri Gracia.
"Kalau memang aku kenapa?" ujar Sarfa. Sarfa mengakui bahwa dirinyalah yang sudah membongkar rahasia Gracia.
"Kamu...!" ujar Gracia geram. Tangan satunya terangkat dan salah satu jarinya menunjuk Sarfa.
"Liat Bee, dia orang yang kamu percaya selama ini sudah memfitnah ku, dan dia sudah mengakuinya. Aku minta sekarang juga kamu pecat dia," ucap Gracia dengan berapi-api.
Sarfa melirik kearah Gracia dengan senyum kemenangan. Sarfa memasukkan ujung benda kecil yang barusan diambilnya ke dalam laptop. Jari-jari Sarfa menekan tuts-tuts pada keyboard hingga satu file terbuka. Di dalam file tersebut terdapat beberapa rekaman video.
"Bee, coba kamu lihat ini, jika masih dia mengelak aku pastikan video ini akan tersebar di semua sosial media biar dia tau rasa," ujar Sarfa sambil membalik laptop miliknya.
Abby segera mendekati Sarfa, sedangkan Gracia semakin merasa cemas sekaligus penasaran dengan apa yang akan di tunjukkan oleh Sarfa kepada Abby.
Abby membungkukkan badannya dan menatap ke arah laptop. Sarfa menekan pedal enter untuk mulai memutar video tersebut. Mata Abby langsung melotot melihat adegan dalam video tersebut. Gracia menautkan kedua yang dan meremasnya. Keringat dingin mulai membanjiri kedua tangannya setelah melihat perubahan raut wajah Abby.
Setelah selesai melihat video yang di putar Sarfa tubuh Abby langsung berdiri tegak. Abby menggelengkan kepalanya menatap Gracia.
"Bee, apapun itu, itu adalah fitrah. Sarfa pasti sudah memanipulasi semuanya," ucap Gracia. Gracia langsung menuding Sarfa.
__ADS_1
"Sekarang hubungan kita sudah selesai, mulai saat ini kamu jangan pernah mencari ku apa lagi menghubungi ku," ucap Abby.
"Bee, dengar dulu penjelasan ku," Gracia memohon.
Sarfa tidak ingin Abby terpengaruh dengan rayuan Gracia segera menunjukkan video berikutnya yang dia simpan. Laptop langsung diarahkan ke Gracia dan Abby.
Gracia pun kaget setengah mati setelah melihat wajahnya ada dalam video tersebut. Begitu juga dengan Abby. Video yang di putar Sarfa pertama kali adalah saat Gracia sedang memeluk tubuh asistennya dari belakang, sedangkan Vidio yang kedua adalah saat Gracia sedang bercumbu dengan asistennya. Mata Gracia langsung memanas menahan tangis dan amarahnya.
Gracia menatap Sarfa dengan tatapan permusuhan. Sekuat tenaga Gracia mencobah menetralkan kemarahannya terhadap Sarfa.
"Itu vidio editan, itu bukan video asli," ucap Gracia tak ingin menyerah. Gracia masih saja terus berusaha menutupi kebohongannya.
"Video yang aslinya seperti apa?" tanya Abby. Dan pertanyaan Abby ini sontak saja membuat Gracia gugup.
"Itu...itu tidak ada," jawab Gracia gemetar.
"Kamu yakin jika video itu palsu?" tanya Abby sambil memicingkan mata.
Sarfa mulai cemas melihat Abby yang tampaknya mulai melunak. Ingin rasanya Sarfa memukul kepala Abby dengan tinjunya agar Abby sadar.
"Kamu pikir aku ini orang bodoh Gracia...!" teriak Abby sangat kencang. Bahkan suara teriakan Abby sampai terdengar oleh karenanya yang berada di luar ruangan.
Dengan emosi yang sudah hampir meledak Abby menarik tangan Gracia dan menyeretnya sampai di pintu.
"Denger aku baik-baik, kamu pasti akan menerima pembalasan ku!" ucap Abby geram. Abby menghempaskan tubuh Gracia ke lantai.
"Pergi dari sini...!" usir Abby. Gracia berusaha berdiri dari lantai dengan wajah yang sudah di banjiri oleh airmata. Gracia tidak menyangka orang yang dulu begitu mencintainya dan begitu memujanya mampu berbuat kasar pada dirinya.
Dengan langkah berat Gracia melangkah keluar dari dalam ruangan tersebut. Tapi sebelum tangganya menyentuh handel pintu Abby kembali memanggilnya.
__ADS_1
"Stop, jangan pergi," ujar Abby. Perasaan Gracia yang tadinya sudah hancur kini kembali menemukan titik harapan. Dengan hati yang penuh dengan bunga yang bermekaran Gracia menghentikan langkahnya dan memutar kepalanya dan menatap Abby dengan senyum mengembang di bibirnya.
Bersambung...