
Obrolan Abby dan Sarfa masih berlanjut. Abby dan Sarfa membicarakan tentang Arneta saat ini.
"Bee, sekarang Neta bagaimana kondisinya?" tanya Sarfa.
"Neta sudah jauh lebih baik," jawab Abby.
"Baguslah, tapi apa Neta tidak membencimu?" Sarfa penasaran.
"Tidak, Neta sekarang justru menjadi lebih patuh. Aku sama Neta tidak bertengkar lagi," ujar Abby sambil tersenyum senang.
"Jadi sekarang beneran kamu sudah jatuh cinta dengan istri mu?" Sarfa kembali bertanya karena penasaran.
"Jam makan siang sudah hampir lewat, sebaiknya kita pergi makan dulu," ujar Abby. Sebenarnya Abby sedang menghindar dari pertanyaan Sarfa yang terakhir.
"Kita pesan online aja, jadi kamu bisa menjawab pertanyaan saya," ucap Sarfa sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Kalau bertanya itu jangan aneh-aneh," kilah Abby.
Sarfa tidak puas dengan jawaban yang di berikan oleh Abby, Sarfa tau jika Abby sedang menghindar dari pertanyaannya.
"Tinggal jawab aja cinta nggak, susah amat Bee," ucap Sarfa tak puas.
"Tapi ngomong-ngomong kamu kok terlihat lebih santai saat melihat Gracia sedang bermesraan dengan asistennya?" Sarfa merasa heran melihat Abby yang sudah kembali tenang meskipun Abby mengetahui jika Gracia berselingkuh. Sikap Abby ini berbanding terbalik dengan Arneta. Abby akan sangat murka bahkan sering kali lepas kontrol jika melihat Arneta sedang berbicara dengan pria lain.
Abby tak siap dengan pertanyaan Sarfa, Abby pun merasakan apa yang dikatakan oleh Sarfa itu memang benar. Meskipun Abby marah kepada Gracia karena sudah berselingkuh tapi hatinya justru merasa biasa-biasa saja, Tak ada emosi yang menggebu-gebu. Abby merasa heran dengan dirinya sendiri.
"Abby, apakah kamu sudah jatuh cinta dengan istri mu?" Sarfa mengulangi perbuatannya.
"Pesan makan dulu, aku sudah lapar," ujar Abby mengalikan arah pembicaraan.
Sarfa mendengus kesal karena sudah dua kali bertanya dengan pertanyaan yang sama Abby tidak menjawabnya. Sarfa pun karena tidak mendapatkan jawaban menuruti perintah Abby untuk memesan makanan lewat aplikasi online. Sarfa mengeluarkan handphonenya dati saku celana dan segera membuka aplikasi online.
"Mau makan apa?" tanya Sarfa.
"Terserah kamu aja, yang penting makan. Aku beneran sudah lapar," terang Abby.
Sarfa pun segera memesan makanan sesuai dengan pilihannya. Setelah memesan makanan Sarfa kembali mengulangi perbuatannya untuk ketiga kalinya.
"Bee, jawab yang jujur ya, benar kamu sudah jatuh cinta dengan Arneta?"
"Ngapain kamu nanya seperti itu?" protes Abby. Abby belum mengakui perasaannya terhadap Arneta.
Sementara Sarfa mendesak Abby untuk berkata jujur tentang isi hatinya tiba-tiba handphone Abby berdering.
Untuk menghindari pertanyaan Sarfa Abby segera menerima panggilan tersebut, tanpa Abby membaca nama yang tertera di layar handphone.
__ADS_1
"Halo..." sapa Abby.
"Bee, kamu dimana?" terdengar suara perempuan dari seberang. Wajah Abby langsung berubah masam setelah mendengar suara dari telephon. Suara itu adalah milik Gracia.Abby tak langsung menjawab pertanyaan Gracia.
"Bee sayang, aku ada di kantor mu, aku lagi di lobby" sambung Gracia. Wajah Abby berubah dingin sedingin kutub Utara.
"Aku ada di ruangan ku, cepat kesini," jawab Abby. Setelah mengatakan itu Abby langsung menutup telponnya.
Setelah tahu Gracia datang kekantor nya Abby menyuruh Gracia untuk datang ke ruangan Sarfa yang letaknya bersebelahan dengan ruang kerja Abby. Gracia langsung bersemangat setelah dirinya di suruh naik ke atas untuk bertemu dengan Abby.
Sementara menunggu Gracia tiba, Sarfa langsung melayangkan protesnya. Sarfa tidak menyangka jika Abby dengan mudahnya memaafkan Gracia.
"Abby, apa nggak salah kamu suruh Gracia kesini?"
Abby hanya tersenyum penuh misteri mendengarkan perkataan Sarfa.
"Bee ..!" Sarfa menatap Abby heran.
"Lihat saja apa yang akan ku lakukan padanya," ucap Abby penuh misteri.
Sarfa Merinding sendiri senyum yang mengembangnya Abby.
Abby yang sudah cukup lama mengenal Abby baru kali ini Sarfa merasa ngeri juga senyuman Abby barusan. Suhu udara yang ada dalam ruangan itu pun tiba-tiba terasa lebih dingin dari sebelumnya.
Tok
Tok
"Masuk," perintah Abby.
Gracia masuk bersama bersama dengan salah satu karyawan kantor.
"Permisi pak, ini ada tamu yang mencari bapak," ucap karyawan tersebut.
"Emm....," Abby menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Karyawan itu pergi setelah melihat kode tanggan yang di berikan Sarfa.
Gracia segera menghampiri Abby dan langsung merangkul tangan Abby dengan manja.
"Bee, kenapa pesan ku nggak kamu balas,?" ucap Gracia sambil menempelkan tubuhnya ke lengan Abby.
Abby yang biasanya senang jika Gracia bersikap manja tapi kali ini Abby merasa muak dan jijik. Abby menarik tangannya dan melepaskan rangkulan Gracia.
"Ada perlu apa kamu kesini?" tanya Abby datar.
"Kangen kamulah, selain itu aku juga ingin menanyakan sesuatu pada mu," ujar Gracia. Gracia mengatakan kalimat itu sambil melirik kearah Sarfa. Gracia ingin mengusir Sarfa dari ruang itu karena dirinya tak nyaman dengan kehadiran Sarfa. Selain itu Gracia juga tau jika Sarfa tidak menyukainya.
__ADS_1
Sarfa hanya mencibirkan bibirnya dengan perasaan tak suka.
"Katakan saja apa yang mau katakan," ujar Abby.
"Tapi aku nggak mau ngomong kalau masih ada dia di sini," jawab Gracia sambil salah satu jarinya menunjuk Sarfa.
"Dia asisten ku, jadi kamu tidak punya alasan mengusirnya," ucap Abby tak ingin Sarfa keluar dari ruangan.
"Tapi Bee, aku...? belum selesai ucapan Gracia langsung di potong oleh Abby.
"Katakan apa mau mu?"
Gracia langsung cemberut karena keinginannya tidak respon oleh Abby.
"Kenapa atm yang kamu kasih ke aku tidak bisa di gunakan lagi?" akhirnya Gracia mengakui maksudnya datang menemui Abby di kantor.
"Atmnya sudah saya blokir," jawab Abby.
"Tapi kenapa, aku ini kekasihmu Bee," protes Gracia tak terima.
"Kembalikan atm itu sekarang," Abby langsung mengulurkan tangannya untuk mengambil atm dari Gracia.
"Aku nggak mau, sekarang juga kamu bukan lagi blokirnya," jawab Gracia tak terima.
Abby menatap Gracia dengan tatapan yang memancarkan kemurkaan. Gracia pun terkejut melihat perubahan Abby. Gracia langsung mengerti jika ada yang tidak beres, Gracia merasa cemas. Selama Gracia mengenai Abby baru kali ini Abby bersikeras dingin terhadapnya.
"Kembalikan atm itu sekarang!" ujar Abby mengulangi kata-katanya.
Dengan berat hati Gracia mengeluarkan atm dari dalam tasnya. Tapi Gracia tidak rela jika atm itu di kembalikan.
"Katakan padaku apa alasannya kamu meminta kembali atm yang sudah kamu berikan pada ku?" Gracia meminta penjelasan tentang Abby.
"Karena kamu tidak pantas menerimanya," jawab Abby.
"Kenapa, apa alasannya
Apakah karena wanita murahan itu yang meminta mu?" ujar Gracia marah.
Plak
Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Gracia. Tamparan itu meninggalkan jejak gambar lima jari. Gracia sangat terkejut dirinya di tampar oleh Abby.
"Bee...!" teriak Gracia.Airmatanya pun langsung menetes.
"Jangan pernah kamu menyebut istri ku dengan kata-kata yang tidak sopan!" bentak Abby.
__ADS_1