
Saat ini Abby masih belum bisa menerima alasan yang di berikan oleh kedua orang tuanya atas penolakan kehadiran Gracia di sisinya. Abby beranggapan bahwa apa yang di katakan oleh kedua orang tuanya itu sangatlah tidak masuk akal.
Abby pun punya alasan tersendiri itu di karenakan selama Abby berhubungan dengan Gracia, Gracia selalu bersikap manis layaknya perempuan yang bermartabat. Selain itu Gracia selalu menunjukkan sikap yang rendah hati dan tak pernah Abby melihat Gracia bersikap tidak sopan pada orang lain. Setidaknya itu yang di percayai Abby.
Di tengah keriuhan orang tua Abby yang sedang bertengkar karena bu Maya yang cemburu buta atas pengakuan suaminya tiba-tiba handphone milik Abby berbunyi, hal ini menghentikan adu debat antara pak Ady dan bu Maya.
Abby segera memeriksa siapa yang barusan menghubunginya. Mata Abby langsung menyipit setelah membaca nama yang tertera di layar handphone miliknya. Abby dengan cepat langsung menekan tombol warna merah untuk menolak panggilan tersebut.
"Kenapa tidak di jawab?" tanya bu Maya setelah melihat Abby tidak menerima panggilan tersebut.
"Ngga penting mah," ucap Abby ragu-ragu.
"Wanita itu kan yang barusan menelpon mu, kenapa tidak di jawab?" cecar bu Maya yang saat ini menunda sejenak kemarahannya pada suaminya.
"Buka mah," balas Abby bohong. Memang benar yang barusan menelpon Abby itu adalah Gracia.
"Jangan bohong sama mama, mama tahu wanita itu yang barusan menelpon mu!" ucap bu Maya yang tidak percaya akan jawaban Abby.
Belum sempat Abby membela diri handphone miliknya kembali berbunyi, Gracia kembali menghubungi Abby.Abby belum sempat menekan tombol merah langsung di cegah oleh bu mamanya.
"Angkat telponnya!" perintah bu Maya. Abby memandangi wajah mama dengan wajah memelas.
"Jawab Abby dan satu lagi mama ingin tahu apa yang di inginkan oleh wanita itu dari mu kali ini," tutur bu Maya samvil melototi Abby.
Dan dengan berat hati Abby pun menerima panggilan tersebut.
"Halo sayang," sapa Abby setelah menekan tombol hijau pada layar handphonenya tak lupa juga menekankan tombol speaker menuruti perintah sang mama.
"Bee sayang kamu lagi sibuk ya?" terdengar suara Gracia dari balik handphone.
"Ngga kok,..aku lagi santai," ucap Abby.
__ADS_1
"Kalo tidak sibuk kenapa telpon ku tadi tidak di jawab dan di matikan," ucap Gracia dengan nada suara meninggi.
Bu Maya yang mendengar suara Gracia yang tidak sopan segera maju hendak mengambil handphone miliknya Abby dan memaki Gracia saat itu juga, tapi tindakan bu Maya langsung di hentikan oleh suaminya, pak Ady. Bukan tanpa alasan pak Ady menghentikan tindakan istrinya, pak Ady ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh anaknya.
Dengan wajah yang cemberut bu Maya menuruti keinginan suaminya, bu Maya kembali duduk tenang di samping suaminya siap mendengarkan percakapan Abby dengan Gracia.
"Bukan seperti itu cia, tadi aku salah pencet," Abby memberikan alasannya.
"Oh... Bee sayang aku sekarang lagi di mall dan aku lagi mampir di salah satu butik. Aku ingin beli baju," ucap Gracia dengan suara di buat semanja mungkin.
Bu Maya yang mendengar perkataan Gracia langsung membulatkan matanya menatap wajah Abby. Abby yang sadar sedang di liatin oleh mamanya langsung menciut nyalinya.
"Ya sudah kamu beli aja," ucap Abby.
"Uangnya mana?" tanya Gracia tanpa perasaan sungkan.
"Maksudnya..?" tanya Abby pura-pura tidak mengerti maksud daru ucapan Gracia.
Tenggorokan Abby terasah tercekik setelah mendengarkan ucapan kekasihnya itu, pasalnya saat ini Abby tidak mungkin mengiyakan permintaan Gracia di depan mama dan papanya.
"Maaf ya Cia kaki ini aku ngga bisa kirim kamu uang ATM aku lagi bermasalah," jawab Abby beralasan.
"Kan bisa pake m-banking Bee,' balas Gracia sedikit memaksa. Sedangkan Abby saat ini semakin merasa tak nyaman karena di pandangi oleh kedua orang tuanya dengan tatapan membunuh. Abby bergidik ngeri melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
"Maaf ya Cia aku benar-benar ngga bisa kirimin kamu uang saat ini," balas Abby, setelahnya Abby langsung memutuskan percakapan itu dan juga langsung mematikan handphone miliknya dengan menekan tanda power off.
Setelahnya Abby langsung salah tingkah di hadapan orang tuanya. Dengan senyum yang di paksakan Abby berusaha bersikap tenang.
"Bee apa kamu sadar kamu itu hanya di jadikan mesin ATM buat wanita itu," ucap bu Maya kesal.
"Bee harus berapa kali kami orang tua mu menasehati mu bahwa wanita itu tidak baik untuk mu?" sambung pak Ady. Abby terdiam tak bisa mengeluarkan kata-kata pembelaan.
__ADS_1
Bu Maya semakin kesal melihat anaknya yang hanya diam saja di nasehati.
"Pokoknya kamu harus menerima perjodohan ini, dan mulai sekarang lupakan wanita itu, titik!" bu Maya memberikan ultimatum pada Abby.
"Abby tidak mau di jodohkan mah, Abby tidak mencintai wanita yang di jodohkan dengan Abby," balas Abby , menolak tegas perjodohan tersebut.
Pak Ady yang melihat penolakan anaknya terhadap perjodohan ini tentunya tidak akan tinggal diam.
"Bee jika kamu menolak perjodohan ini, maka papa dengan berat hati menarik semua fasilitas yang papa sama mama berikan pada mu," kata pak Ady dengan nada serius.
"Maksudnya papa apa?" tanya Abby yang belum mengerti ucapan papanya.
"Ya semua fasilitas yang kamu miliki saat ini akab papa sita, termasuk posisi mu saat ini di perusahaan," kata pak Ady menjelaskan dengan rinci maksud dari perkataannya tadi.
"Pah..!" seru Abby setengah teriak karena terkejut dengan penjelasan papanya.
"Ingat Bee kali ini papa serius, jika kamu masih terus berhubungan dengan wanita itu papa bisa pastikan kamu tidak akan memegang uang sepeser pun," ancam pak Ady.
Bu Maya yang mendengar ucapan suaminya pun langsung mendukung penuh akan keputusan suaminya, dirinya tidak Sudi anaknya di jadikan mesin ATM hidup oleh Gracia.
Abby mengusap wajahnya dengan kadar, pikirannya langsung kacau. Abby tidak menyangka jika dirinya akan menghadapi masalah seberat ini. Abby berpikir dengan berjalannya waktu orang tuanya pasti akan merestui hubungannya dengan Gracia, Abby berharap orang tuanya akan luluh hatinya setelah melihat perjuangan Abby mempertahankan cintanya, nyatanya itu hanya dalam angan-angan Abby semata.
Abby tidak menyangka penolakan terhadap kehadiran Gracia disisinya justru membuat dirinya berada di posisi yang sulit.
"Bagaimana Bee, apa keputusan mu?" tanya pak Ady langsung pada intinya.
"Kasih Abby waktu untuk berpikir," ucap Abby dengan lesu.
"Baik, waktu kamu hanya satu minggu mulai dari sekarang," kata bu Maya.
Amarah kini tiba-tiba menelusup di hatinya Abby, Abby mulai menyalakan wanita yang akan di jodohkan dengan dirinya. Abby beranggapan jika saja wanita itu tidak hadir di kehidupan orang tuanya pasti perjodohan ini tidak akan pernah terjadi.
__ADS_1
Bersambung...