CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 32 SURAT PERJANJIAN


__ADS_3

Setelah berada dalam kamar tawa Arneta pun kembali pecah. Arneta tidak habis pikir mengapa Abby bisa berpikiran seperti itu dan sudah membayangkan dirinya akan menggunakan lingerie.


Selesai puas tertawa Arneta duduk di tepi ranjangnya sambil menatap baju-bajunya yang sudah berantakan dan berserakan di lantai. Arneta menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ada rasa jengkel tapi ada rasa geli yang mengeruk hatinya, Akhirnya Arneta tak jadi marah tapi justru tersenyum kecil.


Arneta segera berjongkok di dekat bajunya yang berserak di lantai, dengan cekatan Arneta menyusun rapi kembali baju-bajunya. Koper kembali diletakkan di atas lemari baju.


Setelah selesai Arneta menuju ke kamar mandi karena dirinya belum cuci muka apa lagi sikat gigi. Arneta langsung menyambar handuk yang tergantung di samping pintu kamar mandi. Arneta berniat mandi.


Sementara itu di luar, lebih tepatnya di ruang tengah Abby berdiri seperti patung hidup. Abby tak percaya bahwa dirinya baru saja mengakui perbuatan bodohnya, sungguh sangat merasa menyesal bukan karena sikapnya akan tetapi Abby menyesal karena sudah mengaku di hadapan Arneta.


Abby mendengarkan suara tawa Arneta membuat dirinya semakin merasa bodoh. Abby berjanji dalam hatinya bahwa dirinya tidak akan pernah mengulangi perbuatannya.


"Sial..." umpat Abby pada dirinya sendiri. Abby kembali masuk ke dalam kamar berencana melanjutkan disa tidurnya dan menyambung mimpi yang belum usai.


Di dalam kamar yang berbeda Arneta sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Perut Arneta merasa lapar karena dari tadi dirinya belum sempat sarapan.


Arneta keluar dari dalam kamarnya, matanya mencoba mencari Abby. Apakah Abby berada di ruang tengah. Arneta tersenyum manis karena Abby tidak ada. Langkah kaki Arneta segera menujuh ke arah dapur dengan niat hati ingin membuat sarapan pagi untuk dirinya.


Sesampainya di dapur Arneta langsung membuka kulkas. Arneta lupa jika di dalam kulkas hanya berisi beberapa butir telur dan minuman kaleng. Arneta mencoba membuka kitchen set tapi hasilnya sama, dirinya tidak menemukan bahan makanan yang bisa dia oleh untuk menjadi makanan.


Di karenakan perut Arneta semakin terasa lapar Arneta berinisiatif untuk mencari makanan di luar saja. Arneta segera balik ke dalam kamar mengambil dompet. Dan tanpa berpamitan pada Abby Arneta keluar dari apartemen yang di tempatinya, tentunya setelah Arneta menyandang sebagai istri dari Abby.


Setelah keluar dari dalam lift yang sudah berada di lantai satu, Arneta langsung melangkah kakinya menujuh meja resepsionis. Arneta ingin bertanya di mana kira-kira tempat yang dekat dari apartemen yang menjual makanan khusus di pagi hari.

__ADS_1


"Permisi mba, maaf saya mau tanya tempat yang menjual makanan di dekat sini sebelah mana ya?" ujar Arneta, setelah berdiri persis di depan mba resepsionis.


"Nanti mba keluar belok kanan, pedagang yang menjual makanan tidak jauh dari sini," jelas si mba resepsionisnya.


"Makasih mba, saya permisi dulu" pamit Arneta.


Setelah mendapatkan petunjuk arah dari mba yang tadi Arneta segera menujuh tempat yang di maksud. Benar saja pas keluar dari halaman gedung apartemen Arneta sudah bisa melihat jejeran pedagang kaki lima.


Arneta segera menujuh ke tempat parah pedagang, setelah tiba mata Arneta bisa menemukan aneka makanan. Mulai dari makanan ringan seperti aneka kue ada juga makanan berat berupa nas uduk sampai bubur ayam dan juga gado-gado.


Mata Arneta mencari kira-kira makanan mana yang ingin di belinya.


Pilih Arneta jatuh pada pedagang yang menjual soto ayam. Arneta merasa yakin jika soto itu rasanya enak itu terbukti dari antrian pembeli yang mengular panjang.


Dengan sabar Arneta ikut mengantri meskipun perutnya sudah berbunyi beberapa kali sangking lapar. Setelah tiba giliran Arneta, dirinya langsung memesan paket komplit. Bapak pedagang pun segerah menyiapkan pesanan Arneta. Setelah menerima pesanan sotonya Arneta mencari tempat duduk yang pas untuk dirinya. Setelah mendapatkan tempat duduk Arneta langsung menyantap soto tersebut dengan lahap.


Tak jauh dari tempat Arneta sarapan, Arneta melihat ada pedagang sayur. Arneta segera menghampiri pedagang sayur tersebut ingin berbelanja keperluan dapur. Arneta berpikir jika harus berbelanja di supermarket hari masih terlalu pagi tentunya belum ada supermarket yang buka.


Selesai berbelanja kebutuhan dapur Arneta segera kembali ke apartemen dengan berjalan kaki. Arneta agak kesusahan berjalan di karenakan barang belanjaannya lumayan banyak.


Setelah tiba di dalam apartemen Arneta segera menyusun rapi semua yang di belinya tadi. Arneta bersiap untuk memasak menu makan siang untuk dirinya dan Abby, sesuai dengan amanah dari sang ibu Arneta ingin belajar menjadi istri yang baik untuk Abby meskipun di hati Arneta belum ada cinta buat Abby suaminya.


Arneta yang sudah biasa berada di dapur dan membatu ibunya memasak jadi Arneta tidak canggung untuk berada di dapur apa lagi memasak. Dengan tangan terampilnya Arneta berhasil membuat satu set makanan berupa sop daging , perkedel kentang tak lupa sambel sebagai pelengkap.

__ADS_1


Akhirnya kegiatan Arneta di dapur pun selesai, Arneta merapikan peralatan dapur yang di gunakan tadi serta menata makanan yang di masaknya tadi di atas meja makan. Setelahnya Arneta masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri sambil menunggu Abby bangun.


Hari semakin siang akhirnya Abby keluar dari dalam kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi, sudah mandi dan menggunakan celana jins dan kaos berwarna navy. Dari penampilan Abby Arneta sudah bisa menebak jika suaminya akan pergi, tapi itu bukan masalah untuk Arneta.


"Bee makan dulu yuk.." ajak Arneta sambil memasang senyum manisnya.


"Aku tidak butuh makan saat ini, tapi aku butuh tandatangan kamu," balas Abby dengan wajah datar.


Jujur hati Arneta sedikit merasa sakit atas jawabannya Abby tapu Arneta berusaha bersikap biasa-biasa saja.


Setelah mengatakan kalimat itu Abby langsung menyerahkan selembar kertas putih yang sudah banyak tulisan. Arneta meraih kertas itu dan membacanya.


"Apa maksudnya ini...?" tanya Arneta sambil mengerutkan keningnya.


"Itu surat perjanjian pernikahan kita, aku rasa kamu tentu belum lupa kita menikah bukan karena cinta. Jadi surat perjanjian ini aku buat agar kita berdua tahu dan sadar akan posisi kita masing-masing.


Ingin rasanya Arneta merobek kertas perjanjian itu tapi Arneta berpikir bahwa perjanjian itu ada baiknya untuk dirinya sebagai pegangan untuk melindungi dirinya. Arneta membaca kembali setiap poin perjanjian tersebut. Di dalam perjanjian ada tertulis jika mereka berdua tidak boleh ikut campur urusan pribadi masing-masing, di pon berikutnya mereka berdua tidak akan saling kontak fisik apa lagi mereka berdua tidak saling mencintai, poin berikutnya juga tertulis bahwa pernikahan mereka akan berakhir dalam satu tahun dan Abby akan memberikan kompensasi kepada Arneta atas perceraian tersebut. Tanpa ragu Arneta langsung menandatangani surat perjanjian tersebut tapi sebelum Arneta mencoret kalimat yang berisikan bahwa Abby akan memberikan kompensasi untuk dirinya jika sudah bercerai.


Setelah selesai menandatangani surat perjanjian itu Arneta kembali menawarkan Abby untuk makan.


"Bee kita makan dulu yuk sebelum kamu pergi,' ujar Arneta.


"Sudah aku bilang tadi aku tidak butuh makan. Dan mulai dari sekarang kamu tidak perlu memasak untuk ku.Aku tidak perlu dan tidak butuh perhatian mu yang hanya pura-pura," balas Abby dengan nada ketus. Setelah mengatakan itu Abby pergi meninggalkan Arneta.

__ADS_1


Jangan ditanya bagaimana perasaan Arneta saat ini sudah pasti merasa sakit hati, Arneta hanya ingin Abby menghargai apa yang di lakukan Arneta saat ini.


Bersambung...


__ADS_2