CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 24 HATIMU HANYA UNTUK KU


__ADS_3

Abby menyelesaikan urusan kantor lebih cepat dari biasanya. Hatinya yang di landa kegalauan yang luar biasa tiada henti melirik ke arah jam dinding yang terpajang di tembok.


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 4:38 menit, masih butuh kurang dari setengah jam lagi Abby akan bertemu dengan kekasihnya Gracia.


Abby saat ini sedang binggung mencoba menyusun kata-kata yang tepat dalam otaknya, berpikir kata yang mana yang akan lebih dulu di ucapkan pada Gracia.


Hari ini Abby memaksa Agar Gracia meluangkan waktu untuk bertemu dengannya. Abby ingin menyampaikan kondisi hubungan mereka saat ini, Abby juga akan mengatakan pada Gracia bahwa dirinya sudah di jodohkan dengan perempuan lain.


Sekali lagi mata Abby melirik jam terpasang di dinding, kini sudah tiba saatnya Abby keluar kantor dan bertemu dengan Gracia.


Sebelum pergi meninggalkan ruangannya Abby menyusun rapi map-map yang bergeletakan di atas meja kerjanya, setelahnya Abby melangkah pasti menuju lift yang akan mengantarkan Abby ke lantai dasar tempat mobilnya terparkir.


Sebelum Abby menyalakan mesin mobilnya handphone miliknya berbunyi. Abby segera mengeluarkan handphone miliknya dari dalam saku celana. Abby berharap bahwa yang menghubunginya adalah Gracia tapi itu hanyalah keinginan Abby, nyatanya di layar ponsel tertera nama orang lain bukan Gracia.


Abby menatap layar ponselnya dengan perasaan menciut setelah membaca nama yang menghubunginya. Dilayar handphone tertulis nama "macan kesayangan" itu artinya mamanya Abby yang menelpon.


"Aish kenapa mama telpon sekarang?" ujar Abby dalam hatinya.


Abby menimbang-nimbang apakah panggilan itu di jawab atau di abaikan saja. Sebelum memutuskan menolak panggilan tersebut Abby berpikir apa akibatnya jika panggilan telepon mamanya di abaikan itu berarti Abby akan menerima kemarahan mamanya


Dengan sigap jari Abby langsung memencet tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.


"Ya mah..." sapa Abby dengan suara lesu.


"Sudah punya jawabannya Abby?" ucap bu Maya daru balik benda pipi yang di pegang Abby.


Abby yang mengerti arah dari pertanyaan mamanya hatinya langsung nelangsa.


"Belum mah," jawab Abby jujur.


"Ingat waktu kamu tinggal hari ini, dan besok kamu sudah harus punya jawabannya," ujar bu Maya mengingatkan putranya.


"Iya mah, besok Abby pulang ke rumah sekaligus Abby akan memberikan jawaban Abby," balas Abby.


"Mama sama papa tunggu kamu besok di rumah, awas aja kalo bohong. Mama akan mencoret namamu dari kartu keluarga," ucap bu Maya kembali memberikan ancaman pada Abby. Setelah mengatakan kalimat itu bu Maya pun langsung memutuskan percakapan itu tanpa persetujuan Abby putranya.


Selesai berbicara dengan mamanya di telpon Abby segera menjalankan mobil BMW hitamnya menuju tempat Abby bertemu dengan Gracia. Di cafe yang dekat kantornya tempat Abby dan Gracia akan bertemu.

__ADS_1


Abby mengendarai mobilnya hanya butuh waktu lima menit saja untuk tiba di cafe yang di maksud. Abby mencari parkiran kosong untuk mobilnya. Setelah memarkirkan mobil Abby segera masuk ke dalam cafe.


Didepan pintu masuk mata Abby menyapu seluruh ruangan cafe tersebut mencari sosok yang di kenalinya. Tapi sejauh mata mata memandang Abby tidak menemukan sosok yang di maksud. Dia Adalah Gracia.


Karena tidak menemukan Gracia dalam ruangan cafe, Abby segera menghubungi Gracia lewat telpon.


Tut


Tut


Bunyi nada tersambung.


"Kamu dimana?" tanya Abby setelah mendengar suara Gracia.


"Sebentar lagi aku nyampe ," jawab Gracia. Panggilan pun berakhir.


Abby mencari tempat duduk yang pas untuk dirinya dan Gracia. Abby menggambil posisi kursi yang terletak di salah satu sudut ruangan, tempat itu agak jauh jaraknya dari meja-meja lainnya.Abby duduk dan setelahnya memesan makanan dan minuman tanpa menunggu Gracia tiba.


Tak berselang lama kemudian Gracia segera masuk ke dalam kafe dan langsung duduk di hadapan Abby dengan wajah cemberut.


"Ada apa Bee, kenapa memaksa ku untuk bertemu?" ujar Gracia dengan nada protes. Tapi Abby mengabaikan nada bicara Gracia , bagi bagi Abby sudah bertemu dengan Gracia merupakan suatu kebahagiaan baginya.


"Makan dulu, habis itu kita bicara," ujar Abby sambil memberikan sendok dan garpu yang baru saja di lapnya menggunakan tisu.


"Kita bicara sekarang," balas Gracia masih dengan mode muka cemberut pipi mengembung.


Abby segera meletakkan alat makannya dan langsung menatap Gracia dengan tatapan serius.


"Cia dengarkan baik-baik ya, aku sudah di jodohkan," ucap Abby.


"Ha....kata pertama yang pertama keluar dari mulut Gracia. Jelas Gracia terkejut.


"Apa ngga salah Bee kamu di jodohkan?" tanya Gracia panik.


"Ngga salah, memang benar aku sudah di jodohkan," ulang Abby.


"Terus kamu menerima perjodohan itu?" ucap Garcia sambil berdoa dalam hatinya agar Abby menolak perjodohan itu.

__ADS_1


"Aku sudah menolaknya tapi...." Abby menggantung kata-katanya.


"Tapi apa Bee..? cecar Gracia.


"Kalo aku menolak perjodohan ini, itu artinya semua fasilitas yang aku punya sekarang akan di sira sama papa. Dan itu artinya aku tidak memiliki apa-apa lagi," jelas Abby dengan mimik sedih.


"What....?" ucap Gracia tak percaya apa yang barusan di dengarnya.


"Ngga bisa gitu Bee, terus kalo fasilitas kamu semuanya di ambil sama papa kamu aku gimana?" tanya Gracia spontan.


'Maksudnya ...?" Abby kini balik bertanya.


Gracia yang sadar bahwa dirinya sudah salah berbicara segera meralat kata-katanya tadi.


"Itu Bee maksudnya jika semuanya di ambil sama papa kamu, kamu nanti bagaimana?" ucap Gracia sedikit grogi.


"Oh...."ucap Abby menerima penjelasan Gracia.


"Bukan hanya itu saja Cia, jika aku menolak perjodohan ini itu artinya juga aku ngga akan tinggal di apartemen ku lagi tapi tinggal di rumah mama sama papa sebagai pengangguran," tutur Abby lagi.


Hati Gracia mulai tak tenang, pasalnya sumber keuangannya akan terhenti dan Gracia tebu tidak bisa menerima itu. Tapi Gracia yang pandai bersandiwara memasang sikap tenang seolah hal itu tidak mengganggunya.


"Apa sebaiknya aku tolak aja perjodohan ini?" kata Abby.


"Jangan..." spontan Gracia menolak ide Abby. Dan Abby pun langsung menyatukan kedua alisnya sambil menatap Gracia dalam.


"Maksud ku terima saja perjodohan ini, aku sama sekali tidak keberatan karena aku tahu kamu hanya mencintai ku," kata Gracia dengan sangat tenang.


"Terus hubungan kita gimana?" tanya Abby binggung.


"Ya kita tetap pacaran, masalah perempuan itu menjadi istrimu aku tidak peduli. Yang aku pedulikan adalah hati mu, selama hatimu milikku aku tidak keberatan," jelas Gracia.


"Kamu ngga keberatan Cia?" ucap Abby tak percaya dengan apa yang baru di jelaskan Gracia.


"Sebenarnya aku cemburu dan tidak ikhlas tapi mau bagaimana mana lagi, daripada kamu jadi pengganguran dan jadi anak durhaka mau tak mau aku menerima perjodohan kamu," jawab Gracia sambil memasang wajah sedih.


Tapi sebenarnya dalam hatinya Gracia berkata lain, ada kalimat yang tidak di ucapkan oleh Gracia cukup dalam hatinya saja.

__ADS_1


"Kalo kamu pengganguran sumber keuangan ku pasti putus, dan aku tidak bisa lagi berfoya-foya menikmati kekayaan keluarga mu Abby,"


Bersambung


__ADS_2