CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 28 HARI PERNIKAHAN


__ADS_3

Arneta kini sudah mengenakan gaun putih panjang berserta tudung kepala berwarna putih yang sangat tipis, samar-samar masih bisa memperlihatkan kecantikan Arneta.


Hari ini adalah Hari pernikahan antara Abby dan Arneta, meskipun mereka berdua menolak perjodohan ini namun nyatanya baik Abby dan Arneta tidak bisa menolak pernikahan ini.


Dengan anggun Arneta melangkah menujuh altar, di sana telah berdiri Abby dengan mengenakan jas putih dengan celana berwarna senada juga.


Pasangan ini terlihat sangat serasi, wanitanya terlihat sangat cantik dengan gaun pengantinnya sedangkan prianya terlihat gagah dengan setelah tuksedo berwarna putih seperti pangeran dati negri dongeng.


Upacara pernikahan pun di mulai, acara pemberkatan nikah pun berjalan dengan hikmat. Janji dan sumpah pernikahan kini telah terucap dari bibir Arneta dan Abby.


Abby dan Arneta kini sudah terikat oleh sebuah janji, janji suci pernikahan. Secara undangan-undangan pernikahan dan aturan agama Abby dan Arneta secara resmi menjadi sepasang suami dan istri.Setelah acara pemberkatan pernikahan Abby dan Arneta menuju gedung tempat resepsi pernikahan mereka.


Dalam perjalanan menuju tempat resepsi baik Abby maupun Arneta tidak saling bicara, mereka berdua bersikap layaknya orang asing yang hanya sekedar duduk bersebelahan. Tak ada niat untuk saling berbicara.


Arneta mengambil handphone miliknya dan menekan tombol on karena sedari pagi handphone miliknya di matikan. Setelah handphone miliknya menyala bunyi pemberitahuan bahwa pesan yang masuk.


Arneta memeriksa pesan-pesan yang masuk dan semua pesanan itu ternyata di kirim oleh Robby. Hati Arneta bergetar membaca pesan yang dikirimkan oleh Robby. Pesan yang dikirimkan Robby berisikan permintaan maaf dan ungkapan rasa rindu Robby terhadap Arneta.


Dengan perasaan yang semakin tak menentu Arneta membaca pesan yang terakhir di kirimkan oleh Robby,. Air mata Arneta kini sudah menggantung di pelupuk matanya setelah membaca pesan itu, tangan Arneta meremas handphone miliknya dengan sangat erat. Hati Arneta seperti terkena sebuah pukulan yang sangat kuat,


Dalam pesan terakhir yang dikirimkan oleh Robby menyatakan bahwa dua hari lagi dirinya akan ke Jakarta, dan di saat Robby datang ke Jakarta, Robby akan memanfaatkan waktu luang yang dimilikinya untuk bertemu dengan orang tua Arneta dan langsung melamarnya. Hati Arneta benar hancur saat ini. Saat ini Arneta mencobah menyembunyikan airmatanya dari hadapan Abby yang kini sudah menjadi suaminya.


Handphone milik Arneta berbunyi lagi ada panggilan masuk, Arneta segera memeriksa siapa yang meneleponnya. Tangan Arneta langsung gemetaran dan tubuhnya mendadak menegang setelah membaca sebuah nama yang tertera di layar handphone. Di layar handphone tertera nama Robby, Arneta menekan tombol power off tanpa menjawab panggilan Robby. Arneta tidak siap untuk berbicara dengan Robby saat ini.


Sebenarnya Abby memperhatikan sikap Arneta secara diam-diam akan tetapi Abby tak ingin ambil pusing karena Abby pun saat ini sedang sibuk chat dengan Gracia.


Tibalah di gedung tempat acara resepsi pernikahan, Abby dan Arneta turun dari mobil sambil dan memasuki gedung tersebut.


Kedatangan Abby dan Arneta di sambut dengan senyum bahagia seluruh keluarga dan para undangan sambil di iringi lantunan lagu romantis yang menyentuh hati.

__ADS_1


Acara resepsi pun di mulai, mulai dari pidato nasehat pernikahan sampai pesan-pesan yang di berikan oleh kedua orang tua Abby dan Arneta.


Jangan di tanya bagaimana wajah Arneta dan Abby saat ini, hampir tak ada senyum yang menghiasi wajah mereka berdua. Seandainya Fu ada senyuman fari Abby dan Arneta itu adalah senyum terpaksa, hanya sekedar basa-basi.


Di tempat yang agak jauh dari panggung pelaminan, dua sahabat Arneta sedang duduk menikmati acara pesta pernikahan Arneta sambil menikmati makanan yang tersaji secara prasmanan.


Rika meraih handphone miliknya setelah terdengar suara panggilan masuk, Rika mengerutkan keningnya setelah membaca nama seseorang yang sudah menghubunginya.


Rika menekan tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut.


"Halo Robby...." sapa Rika.


"Rika apa Arneta sedang bersama mu?" tanya Robby langsung.


"Iya Neta lagi di sini," jawab Rika.


"Oh kamu mau ucapin selamat ya buat Neta," kata Rika.


"Selamat? selamat untuk apa?" tanya Robby penasaran.


"Kan hari ini Neta nikah," ujar Rika.


"Apa...Neta nikah? ngga mungkin," kata Robby tak percaya.


"Kamu ngga tahu kalo hari ini Neta nikah?" tanya Riko binggung.


"Jangan becanda deh, ngga lucu tahu," ujar Robby lagi dengan nada mulai khawatir.


"Aku serius, hari ini Neta nikah," ucap Rika serius.

__ADS_1


"Rika... tolong katakan yang jujur, ngga mungkin Neta nikah sama orang lain," ujar Robby, dengan nada memohon.


"Robby tapi beneran Neta nikah hari ini, memang Neta ngga kasih tahu kamu?" tanya Rika.


"Neta pernah bilang kalau dia di jodohkan tapi aku pikir Neta hanya pura-pura karena ngambek sama aku," tutur Robby.


Robbyy ..!" teriak Rika tiba-tiba.Rika mulai terpancing emosi karena kesal setelah mendengar ucapan Robby.


Beruntung suara musik dalam ruangan tersebut di setel cukup kencang jadi teriakan Rika tertutup oleh alunan musik.


"Robby kamu benar-benar keterlaluan, kamu sudah buat Neta menerima perjodohan ini," ujar Rika.


"Rika aku sungguh tidak tahu kalo Neta di jodohkan," ujar Robby beralasan.


"Tapi Neta sudah pernah berkali-kali meminta kamu untuk bertemu dengan orang tuanya tapi kamu selalu mencari-cari alasan menghindar," ujar Rika.


"Karena aku belum siap..," balas Robby.


"Bukan karena tidak siap tapi kamu tidak peka dan egois," ujar Rika marah. Setelah mengucapkan kalimat biru Rika pun langsung memutuskan percakapan tersebut. Hati Rika benar-benar panas karena menahan amarahnya. Sedangkan Gita yang duduk di samping Rika tidak berani bertanya, Gita sudah paham apa yang terjadi saat ini terhadap Rika.


Gita memilih diam dan tak bertanya karena takut Rika semakin terpancing emosinya, dan jika Rika terpancing emosinya itu berarti keadaan darurat sebab Rika bisa mengamuk tanpa melihat dan memperhatikan kondisi.


Sementara itu itu di tempat yang berbeda, setelah selesai berbicara dengan Rika Robby kini sedang duduk terdiam karena shock setelah mendapat kabar bahwa orang yang dicintainya telah menikah dengan orang lain. Perasaan sakit dan penyesalan kini bergabung menjadi satu di hati Robby, dirinya tak menyangka bahwa perkataan Arneta kekasihnya waktu itu adalah sebuah kenyataan.


Di dalam ruangan kantornya Robby duduk terdiam, airmatanya menetes. Robby merasa apa yang dilakukannya saat ini semuanya adalah sia-sia saja. Robby rela bekerja di tempat yang jauh dari Arneta semua untuk masa depan dirinya dan Arneta. Robby tidak menyangka perjuangannya kini hanya akan menjadi sebuah kisah pahit dalam hidupnya.


Robby kini mengerti mengapa telponnya tak pernah di jawab oleh Arneta, pesan yang dikirimkannya pun tak pernah di balas.Menyesal pun kini tak ada gunanya. Saat ini Robby hanya ingin segera kembali ke Jakarta agar bisa bertemu dengan Arneta.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2