CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 82 KAMU DIMANA


__ADS_3

Kepada Abby terduduk mendengar ucapan ayah mertuanya, yang bikin Abby tambah pusing Abby tidak tahu harus kemana mencari Arneta. Abby tidak tahu siapa saja temen deketnya Arneta selain Rika dan Gita, dan juga mantan kekasihnya Arneta. Selebihnya Abby benar-benar tidak tahu.


Jelas sekali terlihat kemarahan ayah mertuanya, wajah pak Jaya menjadi merah padam karena emosi, beruntung bu Nola bisa meredam amarah pak Jaya. Jika tidak bisa si pastikan Abby akan mendapatkan bogem mentah dari ayah mertuanya. Namun seandainya hal itu terjadi Abby pasrah menerimanya karena Abby sadar sudah terlalu banyak berbuat kesalahan, terlebih lagi pada Arneta.


Setelah mendapatkan ultimatum dari pak Jaya Abby pamit untuk kembali mencari Arneta.


"Ayah, Abby pamit dulu mau cari Neta," pamit Abby.


"Nak Abby, coba kamu cari ke teman-temannya Neta, mungkin mereka tahu kemana Neta pergi," ujat bu Nola.


"Baik bu, Abby akan coba cari Neta," jawab Abby.


"Bu, Abby boleh minta sesuatu, jika Neta telpon tolong kasih tahu Abby ya," sambung Abby. Setelahnya Abby pamit pergi.


Di tengah jalan Abby mencobah menebak-nebak kemana Arneta pergi tapi otaknya buntu. Abby tak tahu harus mencari Arneta kemana. Abby mengendarai mobilnya tanpa tujuan jelas. Abby baru teringat akan Sarfa setelah berkeliling di tempat yang tidak di ketahui nya.


Abby mengirim pesan singkat kepada Sarfa, meminta Sarfa bertemu dengannya di salah satu tempat yang sudah di tentukan oleh Abby.


Setelah mengirimkan pesan pada Sarfa Abby langsung melajukan mobilnya kearah tempat yang si maksud. Abby memintanya Sarfa untuk bertemu dengannya di sebuah cafe. Abby ingin mengisi perutnya yang masih kosong. Abby tadi hanya sarapan satu sendok nasi dan segelas air putih.


Sambil menunggu Sarfa datang Abby memesan menu sarapan untuk dirinya. Sambil menunggu Sarfa dan pesannya datang Abby kembali mengecek handphone miliknya berharap Arneta sudah membaca pesan yang sudah Abby kirim, tapi itu hanyalah harapan Abby. Pesan yang di kirim oleh Abby nyatanya belum juga di buka, itu terlihat dari centang satu dari aplikasinya. Abby menghembuskan nafas beratnya.


Beberapa saat kemudian pelayanan cafe mengantarkan makanan yang di pesan Abby, pelayanan itu menata makanan tersebut di atas meja, sebelum pergi pelayanan itu mempersilahkan Abby untuk menikmati makanannya.


Selang beberapa menit kemudian Sarfa tiba di cafe tersebut. Sarfa segera menghampiri Abby dan langsung duduk di samping Abby.


"Ada apa Bee?" tanya Sarfa tanpa basa-basi terlebih dahulu.


"Neta..... Neta pergi dari rumah," ucap Abby. Abby meletakkan sendok dan garpu di atas piring yang masih terisi penuh nasih goreng.

__ADS_1


"Kok bisa?" ucap Sarfa terkejut.


"Kapan Neta pergi kemana istri mu pergi Bee?" Sarfa melanjutkan pertanyaannya.


"Tadi pagi Neta pergi dari rumah, kalau aku tahu kemana Neta pergi tidak mungkin aku se-pusing ini Afa," ujar Abby. Abby menyenderkan tubuhnya di senderan kursinya.


"Kamu udah telpon Neta?" tanya Sarfa.


"Sudah berkali-kali Afa, bahkan aku juga sudah mengirimkan pesan pada Neta. Tapi belum ada jawaban. Jangankan jawaban di baca aja belum. Nomor Arneta tidak bisa di hubungi," jelas Abby. Sarfa pun terdiam.


Sarfa tak ingin Abby hanya duduk diam tak melakukan apapun untuk mencari Arneta.


"Bee, udah telpon mertua mu?" tanya Sarfa.


"Aku sudah datang ke rumah tapi Neta tidak ada di sana," jawab Abby.


"Udah coba cari di rumah temannya?" Sarfa kembali bertanya.


"Neta kan punya toko, coba aja dulu kita cari si sana," Sarfa memberikan saran pada Abby.


"Afa, aku nggak tahu di mana alamat butik Arneta. Neta pernah bilang tapi aku lupa," jelas Abby.


"Astaga Abby, kamu suaminya Neta tapi kamu nggak tahu apapun tentang Neta. Benar-benar keterlaluan kamu Bee," ucap Sarfa kesal.


Diam-diam Sarfa mengirimkan pesan singkat kepada seseorang untuk menanyakan tentang keberadaan Arneta. Sarfa yakin jika orang itu pasti tau dimana Arneta saat ini. Dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Rika. Pesan Sarfa pun langsung mendapatkan balasan dari Rika. Sarfa bukan hanya tau di mana Arneta berada saat ini, Sarfa juga tahu alasan kenapa Arneta pergi. Hei tunggu dulu sejak kapan Rika dan Sarfa saling berkomunikasi, jiwa kepo ku memanggil.


Sarfa tersenyum dalam hatinya. Ada ide untuk mengerjai Abby muncul di otaknya Sarfa. Sarfa ingin tahu sejauh mana Abby mencintai Arneta. Sarfa memutuskan untuk tidak memberi tahukan kepada Abby kemana Arneta pergi.


"Biar saja ini hukuman untuk Abby," ucap Sarfa dalam hati.

__ADS_1


"Bee, sudah selesai sarapannya?" tanya Sarfa.


"Sudah..." jawab Abby, Abby tak berselera untuk melanjutkan sarapannya. Sarfa pun langsung mengeluarkan selembar uang kertas dan meletakkannya di meja, setelah itu Abby dan Sarfa pergi meninggalkannya cafe tersebut.


Sudah hampir jam sepuluh namun belum ada tanda-tanda jika Arneta sudah memberikan kabar pada Abby. Abby semakin merasa tak tenang. Keinginan untuk menyalakan Rika muncul di pikiran Abby, Abby beranggapan jika Arneta pergi karena Abby sudah memberikan mobil baru untuk Arneta. Abby ingat saat itu Arneta sempat marah pada saat Abby menyerahkan kunci mobil pada Arneta.


Kebetulan tadi Sarfa tidak membawa mobilnya, jadi saat ini Sarfa yang mengendarai mobil Abby. Sarfa membawa Abby berkeliling tanpa tujuan di kota Jakarta. Sarfa sengaja melakukannya karena Sarfa sedang berpura-pura seakan ikut mencari Arneta.


"Afa, kita mampir dulu di mall itu," ucap Abby.


"Ngapain di sana Bee?" tanya Sarfa binggung kenapa Abby minta mampir si du mall.


"Mungkin Neta ada di sana," ucap Abby.


"Yakin mau mampir di mall itu?" ujar Sarfa yang tak yakin dengan idenya Abby.


"Mall itu sering di datangi Neta, mungkin saja Neta ada di sana," balas Abby. Meski Abby sendiri ragu jika Arneta ada si dalam mall tersebut tapi Abby tetap ingin meyakinkan hatinya bahwa Arneta memang tidak berada di sana.


Sarfa menuruti perintah Abby, Sarfa langsung membelokan arah mobil menujuh mall yang di maksudkan Abby. Sampai di dalam mall, Sarfa memarkirkan mobilnya dan langsung menemani Abby untuk berkeliling di dalam mall tersebut.


Jam sudah hampir menunjukkan jam makan siang tapi Abby dan Sarfa masih mengelilingi mall tanpa istirahat. Kaki Sarfa mulai terasa pegal, Abby pun ikut merasakan kakinya lelah. Sarfa mengusulkan agar mereka berdua mampir di sebuah restoran di ada dalam mall.


Abby menyetujui usul Sarfa, lagian perut Abby pun sudah mulai keroncongan akibat tadi Abby tidak mengisi perutnya dengan benar. Sarfa dan Abby masuk kedalam sebuah restoran yang menyediakan makanan khas Indonesia.


Saat masuk kedalam restoran tersebut langkah kakinya Abby terhenti setelah melihat seorang wanita yang ingin di temuinya , yaitu Rika.


Abby ingin menumpahkan kekesalannya pada Rika, Karena menurut Abby Rika merupakan biang kerok utama kenapa Arneta pergi.


Abby segera menghampiri Rika yang sedang duduk menunggu pesanan makanannya di antara oleh pelayan restoran tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2