CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 85 KAKAKKU


__ADS_3

Tak ingin menguping lebih banyak lagi Abby memutuskan untuk pulang ke rumah. Abby pulang dengan perasaan di galau, sedih menjadi satu. Wajah Abby kini berubah murung, baru saja hubungannya dengan Arneta mulai membaik tiba-tiba Abby harus mendapatkan sebuah kenyataan pahit.


Hari semakin malam Arneta berpamitan untuk pulang ke rumah tempat tinggalnya kini. Arneta tidak bisa bermalam di rumah orangtuanya karena belum meminta ijin pada Abby.


Setibanya Arneta di rumah, Arneta tidak melihat keberadaan Abby di ruang tamu. Abby biasanya jika Arneta belum pulang Abby akan menunggu Arneta di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.


Arneta berpikir mungkin saja Abby sedang lelah jadi tidak menunggunya pulang. Arneta langsung menujuh ke kamarnya untuk beristirahat dan sebelum tidur pastinya Arneta mandi terlebih dahulu.


Keesokan harinya, hari masih pagi Arneta sudah bangun dan sudah berada di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan Abby. Karena hubungan Arneta dan Abby sudah mulai membaik Arneta kembali pada kegiatannya yang dulu yaitu menyimpan sarapan untuk Abby.


Abby turun dari lantai dua langsung menuju dapur, Abby ingin mengisi perutnya karena lapar. Semalam Abby tidak makan malam di karenakan perasaan Abby yang galau. Abby melihat Arneta yang sedang sibuk menata makanan di atas meja makan, Abby tersenyum getir.


"Pagi Abby..." sapa Arneta setelah melihat Abby. Abby hanya membalas salam Arneta dengan senyum sekedarnya.


Abby duduk di kursi yang biasa di tempatinya, Abby membalikkan piring makan yang sudah ada di depannya.


"Neta, hari ini kamu sibuk nggak?" tanya Abby sambil menyendok nasih goreng untuk dipindahkan kedalam piringnya.


"Ehm.... nggak kayanya sie. Ada apa Bee?" ucap Arneta.


"Nggak papa, aku cuma nanya," jawab Abby. Sebenarnya Abby ingin mengajak Arneta untuk makan siang bersama tapi niatnya itu diurungkan oleh Abby.


"Kamu sibuk ngga hari ini?" Arneta balik bertanya. Arneta pun sebenarnya ingin makan siang bersama dengan Abby hari ini, mumpung Arneta sedang tidak banyak kerjaan.


"Iya, hari ini ada banyak meeting," jawab Abby bohong.


"Oh...." hanya kata oh yang bisa diucapkan oleh Arneta. Sebenarnya Arneta merasa sedih tapi rasa sedihnya berhasil di tutupi dengan senyum manisnya.


Tak ada lagi percakapan antara Arneta dan Abby, mereka berdua tengelam dengan pemikiran mereka sendiri. Abby mengurungkan niatnya untuk mengajak Arneta makan siang karena takut di tolak, sedangkan yang di pikirkan oleh Arneta Abby sedang menjaga jarak dengannya. Sarapan pagi pun selesai Abby berangkat ke kantor begitu juga dengan Arneta kembali ke toko butiknya.


Satu minggu sudah berlalu, kini Arneta mulai sibuk kembali. Tapi kesibukan Arneta kali ini tidak ada sangkut pautnya dengan kerjaannya, melainkan Arneta sedang sibuk membantu orang tuanya untuk acara lamaran.


Arneta sudah memesan sebuah gaun untuk dirinya, Arneta juga memesan sebuah satu stelan jas untuk Abby. Abby memperhatikan kondisi Arneta setiap hari, Arneta terkadang pula ke rumah sudah malam dengan kondisi kelelahan. Tapi Abby tidak berani mengingatkan Arneta karena takut Arneta tersinggung.


Hari pertunangan pun tiba. Arneta sedang berdandan rapi tak lupa Arneta juga mengenakan gaun yang waktu itu dipesannya. Sedangkan Abby saat ini masih ogah-ogahan di dalam kamarnya, Abby tak ingin pergi. Bukan tanpa alasan mengapa Abby tak ingin pergi, Abby tak ingin melihat secara langsung pertunangan Arneta dengan laki-laki lain secara langsung. Hatinya sakit jika harus menyaksikan itu semua.

__ADS_1


Arneta sudah siap dengan segala pernak-pernik, Arneta keluar dari dalam kamarnya, Arneta terlihat sangat anggun dengan gaun yang dikenakannya. Arneta berdiri tepat di depan pintu kamar Abby.


Tok


Tok


Arneta mengetuk pintu kamar Abby.


"Abby, sudah siap belum?* tanya Arneta dari luar kamar.


"Aku nggak ikut...!" jawab Abby.


Arneta langsung membuka pintu kamar dan menerobos masuk ke dalam kamar tanpa minta ijin lagi pada Abby.


"Kenapa nggak jadi ikut?" tanya Arneta dengan raut wajah kecewa.


"Aku lagi nggak enak badan," Abby berkilah. Arneta maju mendekati Abby dan meletakkan satu tangannya di kening Abby.


"Nggak panas..." ucap Arneta sambil menatap Abby curiga. Abby yang sadar jika bohongnya di ketahui Arneta mencoba membelah diri.


"Harus, cepetan nanti kita terlambat. Pokoknya kamu harus ikut titik," ucap Arneta. Setelah mengatakan kalimat itu Arneta pergi meninggalkan Abby dan berniat menunggu Abby di bawah.


Abby dengan gaya ogah-ogahan mulai menganti pakainya dengan setelan jas yang diberikan Arneta kemarin. Setelah selesai mengenakan jas Abby segera turun kebawah menemui Arneta yang sudah menunggunya.


Tanpa membuang waktu lagi Abby dan Arneta segera menuju lokasi tempat acara pertunangan itu akan di langsungkan. Dalam perjalanan Arneta dan Abby saling diam tak ada satupun yang memulai obrolan. Hanya suara mesin mobil yang terdengar. Abby saat ini sedang mencoba menguatkan hatinya supaya mampu melihat kenyataan pahit.


Tiba di lokasi Arneta dan Abby segera masuk kedalam sebuah gedung yang sudah di sewa untuk acara pertunangan. Di sana sudah ada orang tuanya Arneta dan juga seorang pria yang dilihat Abby waktu itu. Pria itu sudah mengenakan setelan jas yang terlihat pas di tubuhnya. Arneta menghampiri orang tuanya, Abby mengekor di belakang Arneta.


Pria yang di lihat Abby tiba-tiba menghilangkan, Abby mencobah mencari kemana pria itu pergi. Abby mencoba mencari di toilet setelah Abby berkeliling ruangan pesta tapi tidak menemukan pria yang dimaksud. Dan benar saja pria itu sedang berada di dalam toilet. Abby menunggu pria itu keluar dari luar toilet.


Niat Abby menemui pria tersebut ingin meminta agar pria itu membatalkan rencana pertunangannya dengan Arneta. Tak berapa lama pria itupun keluar dari dalam toilet dan Abby langsung mencegatnya.


"Lepaskan istri ku, apa kamu kekurangan wanita hingga istri orang kamu embat juga, ha!" ujar Abby. Pria itu menatap Abby dengan tatapan binggung.


Otak pria itu bekerja mencoba mengingat siapa kira-kira Abby. Hingga akhirnya pria itu ingat siapa Abby. Ada niat usil terbersit di benaknya yaitu mengerjai Abby.

__ADS_1


"Kalau aku tidak mau, mau apa kamu!" pria itu justru menantang Abby.


Abby langsung mencengkram kerah baju pria tersebut dan mendorong tubuh pria itu hingga bersandar pada dinding.


"Aku bilang lepaskan istri ku atau kamu akan menerima akibatnya," Abby memberikan ancaman pada pria itu.


"Kamu pikir aku takut, aku tidak talut sama sekali dengan ancaman mu,"jawab pria tersebut.


Dan Abby pun semakin murka, Abby bersiap memberikan pelajaran kepada pria tersebut, Abby sudah mulai mengayunkan tangannya untuk memberi satu pukulan kepada pria tersebut.


"Stop....!" tiba-tiba terdengar suara teriakan Arneta. Tangan Abby terhenti di atas udara.


Dengan langkah cepat Arneta menghampiri Abby dan pria itu.


"Abby, apa yang kamu lakukan?" tanya Arneta yang tidak mengerti dengan situasi saat ini.


"Biar aku kasih pelajaran sama pria ini, beraninya dia mencoba merebut mu dariku!" ujar Abby. Arneta langsung terkejut dengan ucapan Abby. sedangkan pria itu hanya tersenyum kecil misinya berhasil.


"Apa kamu bilang, dia merebut siapa?" tanya Arneta semakin binggung.


"kalian berdua hari ini mau tunjangan kan!" ucap Abby.


"Abby apa kamu sadar dengan ucapan mu, aku ini masih istri mu jadi tidak mungkin aku tunangan dengan orang lain Abby!" ujar Arneta.


"Jadi maksudnya kalian berdua tidak akan tunangan?" ucap Abby mendadak binggung. Entah sejak kapan otak Abby menjadi lemot dalam berfikir.


"Abby dia ini kakak aku....," Arneta akhirnya memperkenalkan pria itu sebagai kakaknya.


"Ha, kakak.... bukannya kamu itu anak tunggal?" ucap Abby seolah tak percaya.


"Abby ini kakak kandung ku, dia selama ini tinggal di Amerika dan baru pulang. Saay ini kakak aku akan bertunangan dengan kekasihnya," jelas Arneta lagi. Abby langsung merasa malu. Bagaimana tidak selama ini Abby tidak tau jika istrinya ternyata memiliki seorang kakak laki-laki.


"Maaf, aku nggak tahu," hanya kata itu yang bisa diucapkan oleh Abby.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2