CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 43 ABBY CURHAT


__ADS_3

Abby terus berbicara dengan mamanya, Abby pun meminta agar rumah yang baru di bangun agar di percepat Abby benar-benar mulai tak nyaman tinggal di apartemen miliknya.


Abby mulai merasa terganggu dan tidak tenang di apartemen disebabkan oleh seorang pria yang berstatus duda kaya dan berparas tampan. Apalagi di tambah kedekatan antara Arneta istrinya dengan duda keren itu, jelas keterangan Abby terganggu.


Saat ini Abby sendiri tidak mengerti dengan apa yang dirasakan dalam hatinya, yang Abby rasakan saat ini adalah bahwa dirinya tidak suka melihat Arneta menjalin hubungan baik dengan orang luar apa lagi orang itu adalah kaum laki-laki. Abby tidak ingin mengakui perasaannya saat ini, Abby juga belum bisa memahami apa yang sebenarnya dirasakan oleh Abby untuk Arneta.


Abby masih terhubung dengan mamanya lewat sambungan telepon.


"Mah apa bisa di percepat pembangunan rumah itu?" tanya Abby tidak sabaran.


"Abby bangun rumah itu butuh ketelitian tidak boleh asal-asalan," jawab bu Maya.


"Tapi mah, .." ucap Abby menggantung.


"Memangnya kenapa kamu ingin buru-buru pindah,ada masalah?" tanya bu Maya dengan nada curiga.


"Itu mah, duda yang ada di sebelah apartemen Abby suka gangguin Arneta," jelas Abby.


Sebenarnya Heru tidaklah mengganggu Arneta, tapi justru Arneta dan Heru sama-sama sedang mencari orang yang bisa diajak berbicara saat mereka tinggal sendirian dalam ruang apartemen milik mereka.


"Kamu sedang cemburu ya Bee?" goda bu Maya kepada putranya.


"Ih mama apaan sie, nggak mungkinlah Abby cemburu," kila Abby.


"Terus maksudnya apa sampai ingin cepat pindah dari apartemen?" bu Maya kembali menggoda Abby dengan pertanyaan menyudutkan.


"Ya nggak apa-apa, cuma Abby nggak suka aja liat si duda dekat sama Neta," ujar Abby jujur.


"Itu namanya kamu cemburu Abby, jadi mulai cinta nie sama menantu mama yang cantik?" bu Maya masih saja menggoda Abby. Abby terdiam mendengarkan perkataan mamanya, Apa benar aku mulai suka sama wanita aneh itu?, rasanya nggak mungkin," kata Abby dalam hatinya.


Bu Maya yang tidak mendengarkan jawaban Abby kini kembali menggoda putrinya.

__ADS_1


"Cie cie yang sedang jatuh cinta," ucap bu.


"Mama..." proses Abby yang terus di goda oleh mamanya.


"Tinggal ngaku aja susah amat," balas bu Maya.


Rasanya Abby ingin marah tapi sayangnya Abby tidak bisa melakukannya, wanita paruh baya yang masih tetap terlihat cantik ini adalah wanita yang paling disayangi oleh Abby. Wanita itu di panggil oleh Abby dengan sebutan mama. Meskipun terkadang mamanya bersikap kekanak-kanakan pada dirinya, Abby tetap tidak akan pernah bisa marah apalagi sampai mengeluarkan kata-kata kasar untuk mamanya.


Bu Maya tidak ingin lagi menggoda putrinya, bu Maya tidak ingin apa yang dilakukannya justru akan membuat Abby membatasi dirinya dengan menantunya yaitu Arneta.


" Bee mama tanya dulu sama papa kapan rumah itu selesai," ujar bu Maya ingin menenangkan perasaan Abby.


"Jangan lama-lama ya mah," balas Abby.


"Jangan di tutup dulu telponnya, mana samperin papa sebentar," balas bu Maya.


Dan bu Maya pun langsung bergegas menghampiri suami tercintanya yang sedang berada di teras belakang rumah sedang menikmati semilir angin sepoi-sepoi. Setelah tiba di samping suaminya bu Maya langsung menyampaikan jika putra tercinta mereka sedang berbicara dengan bu Maya.


"Pah ini ada anakmu ingin bicara ," ucap bu Maya sambil menyerahkan hanphon miliknya.


"Abby itu anak kita berdua mama, kalau cuma anak papa mana bisa kab harus ada mama," ujar pak Ady justru menggoda istrinya.


"Papa apaan sie, itu Abby dengar lagi," protes bu Maya, Bu Maya merasa malu Abby bisa mendengarkan ucapan suaminya yang juga adalah papa dari putranya.


"Abby itu sudah besar, sudah nikah lagi jadi nggak usah malu lagi, Abby pasti mengerti," balas pak Ady tak ingin istrinya protes.


"Lagian kan Abby itu bisa ada karena kita berdua kerja sama," sambung pak Ady lagi dan itu sukses membuat bu Maya mukanya memerah.


Jangan ditanya bagaimana hubungan antara pak Ady dan istrinya bu Maya, siapa pun pasti akan iri melihat kemesraan sepasang suami istri ini. Pak Ady tidak pernah sungkan untuk bersikap romantis kepada istrinya meskipun itu berada di tempat umum dan di saksikan oleh banyak orang.


Sementara itu Abby yang berada di sebrang telpon hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, itu karena Abby sudah terbiasa menyaksikan keromantisan kedua orang tuanya. Abby pun berharap jika suatu saat nanti ketika dirinya menikah dengan Gracia hubungan romantis antara papa dan mamanya bisa dirasakan oleh Abby juga. Akan tetapi untuk menikah dengan Gracia Abby rasa itu akan sangat sulit di tambah lagi kini dirinya sudah menikah dengan Arneta wanita yang d jodohkan dengan dirinya.i Abby merasa iri dengan hubungan romantis kedua orang tuanya karena dirinya sadar tidak mungkin bagi Abby untuk bersilaturahmi romantis kepada Arneta karena mereka berdua menikah bukan karena cinta.

__ADS_1


Tak ingin membuang waktu lagi pak Ady pun segera berbicara dengan Abby lewat telepon.


"Abby ada apa" tanya pak Ady tanpa basa-basi.


"Tanya kabar dulu dong pah masa langsung pada intinya," balas Abby, Abby merasa jika dirinya terabaikan oleh papanya.


"Karena papa tahu kamu baik-baik saja, apa lagi sudah diurus sama istri mu," kara pak Ady santai.


"Pah kapan rumahnya jadi?" tanya Abby pun langsung pada intinya.


"Masih dua Minggu lagi," kara pak Ady.


"Memangnya kenapa?" tanya pak Ady.


"Abby pingin cepat pindah, nggak betah tinggal di sini," jawab Abby jujur.


"Ada apa, ada masalah di apartemen?" tanya pak Ady.


"Oh ya, gimana kabarnya menantunya papa, baik-baik ajakan, kalian berdua akur-akur ajakan?" pertanyaan beruntun pun langsung terucap oleh pak Ady.


"Neta justru lagi seneng banget ini pah," jawab Abby dengan wajah kembali cemberut.


"Hebat kamu sudah bisa buat menantu papa senang," ucap pak Ady sambil tersenyum bahagia.


"Justru sekarang Neta sedang bahagia karena duda sebelah habis nganterin martabat buat Neta,"ujar Abby dengan nada kesal


"Cie cemburu..." kini bukan hanya mamanya yang menggoda Abby tapi papanya kini pun ikut-ikutan. Abby pun kesal tapi tak berdaya.


Abby tidak ingin dirinya terus di goda oleh papanya pun langsung menanyakan tentang rumah yang sedang di perbincangkan.


"Papa bisa di percepat ngga" tanya Abby ingin kepastian.

__ADS_1


"Seharusnya bisa, rumah itu tinggal di cat sama masang perlengkapan dapur, yang lainnya sudah selesai," jawab pak Ady.. Dan Abby pun langsung merasa lega mendengarkan jawaban papanya.


Bersambung


__ADS_2