
Setelah panggilan itu selesai perasaan Arneta menjadi lebih baik. Arneta pun tersenyum simpul setelah mengetahui bahwa Abby mencemaskan dirinya, Arneta tak menyangka jika Abby akan mengatakan bahwa dirinya tak bisa jauh darinya. Ada rasa bahagia menyentuh hati Arneta. Arneta ternyata diam-diam melihat kebaikan dan kesabaran Abby selama ini.
Abby setelah tau keberadaan Arneta menjadi sangat lega, ternyata kepergian Arneta bukan seperti yang ada dalam pikirannya. Abby berpikir jika Arneta pergi untuk meninggalkannya tapi ternyata itu hanyalah kecemasan Abby sendiri.
Abby menyerahkan kembali handphone milik Rika tanpa ada ucap basa-basi ataupun kata terimakasih. Abby langsung duduk berhadapan dengan Rika tanpa meminta ijin terlebih dahulu.
"Ayo kita pesan makanan, aku sudah sangat lapar sekarang," ujar Abby. Sementara itu Rika menatap Abby dengan tatapan binggung. Sarfa pun ikut bergabung dengan Abby, tapi Sarfa duduk persis di samping Rika.
Rika menyikut lengang Sarfa dan langsung memberikan kode agar Sarfa pindah tempat duduk. Sarfa bersikap biasa-biasa saja, Sarfa tak menghiraukan kode yang di berikan Rika padanya. Pada akhirnya Rika hanya bisa pasrah melihat dua pria yang duduk di tempatnya tanpa permisi. Rika hanya mampu memasang wajah cemberut sambil memajukan bibirnya ke depan.
Perut Abby yang mulai keroncongan membuat dirinya tak peka dengan keadaan sekitar.
"Ayo pesan makanan sekarang, mana pelayanannya?" ujar Abby. Sarfa pun segerah mengangkat tangannya dan melambai memanggil pelayan restoran tersebut.
Pelayanan yang di panggil Sarfa segera mendekat dan menyerahkan daftar menu restoran tersebut. Mereka bertiga langsung memeriksa daftar menu makanan.
"Silahkan, mau pesan apa?" ujar pelayanan.
"Aku mau pesan sup ayam bakar plus nasih, satu porsi kangkung tumis, cumi saus tiram sama satu lagi sup buntut sapi ya," Abby mengucapkan makan yang menurutnya menggugah selera.
Sementara itu Sarfa membulatkan matanya menatap Abby, Sarfa terkejut dengan jumlah makanan yang di pesan Abby.
"Bee, yakin kamu kau makan sebanyak itu?" ucap Sarfa.
__ADS_1
"Aku lapar, dari tadi pagi belum makan," jawab Abby santai. Sarfa menggelengkan kepalanya. Sarfa dan Rika pun ikut memesan makanan yang akan mereka santap siang ini. Mereka bertiga juga memesan minuman yang sama yaitu satu gelas jus jeruk.
Setelah mencatat semua pesanan pelayan itu pun segera kembali ketempat kasir untuk menyerahkan catatan menu. Beberapa saat lagi pelayanan itu kembali sambil membawa nampan yang berisikan makanan pesanan Abby Rika dan Sarfa.
Setelah meletakkan makanannya di tata di meja pelayanan itu mempersilahkan mereka bertiga untuk menikmati makan tersebut.
Abby tak bisa menahan rasa laparnya langsung menyantap makanannya di ikuti oleh Sarfa dan Rika. Setelah selesai dan sudah merasa kenyang kini giliran untuk membayar semua makanan yang mereka pesan tadi.
"Bayar..." ucap Abby sambil menatap Rika. Dari tatapan mata Abby Rika langsung mengerti jika dirinyalah yang harus membayar semua makanan tadi.
"Maksud mu...!" ucap Rika. Rika berpura-pura tidak mengerti dengan maksud Abby.
"Ya kamu bayar makanannya," jawab Abby menjelang lebih jelas lagi dengan maksudnya.
"Nggak bisa, kamu yang harus bayar makanan ini semua. Ingat ya kamu yang pesan makanan yang paling banyak di sini," jawab Rika mulai sewot. Rika tak terima jika dirinya yang harus membayar semua makanan yang mereka makan tadi.
Rika segera mengeluarkan dompetnya dari dalam tas dan langsung mengeluarkan beberapa lembar uang dalam bentuk pecahan ratusan.
Tapi sebelum Rika menyerahkan uang tersebut pada Abby, Abby lebih dulu memotong pergerakan tangan Rika.
"Aku cuma becanda tadi, Siang ini aku yang terakhir," ucap Abby sambil tersenyum. Rika bukannya tersenyum bahagia tapi justru memajukan bibirnya sambil ngedumel.
"Bilang kek dari tadi," ucap Rika. Sarfa menjadi gemes melihat sikap Rika barusan. Ingin rasanya Sarfa menarik bibirnya Rika supaya menjadi lebih panjang lagi.
__ADS_1
Acara makan siang pun selesai, Abby dan Sarfa kembali kekantor. Sementara itu Rika pergi melanjutkan rencananya hari ini. Rika tersenyum sendiri di dalam mobil yang dikendarainya, Rika tak menyangka seorang Abby yang selalu bersikap kasar pada Arneta ternyata bisa menjadi bucin terhadap sahabatnya. Rika tidak akan percaya jika ada orang yang mengatakan bahwa Abby telah jatuh cinta dengan Arneta jika dirinya tidak melihatnya sendiri.
Beberapa hari kemudian Arneta sudah berada kembali di rumah, dan semenjak kejadian itu Arneta selalu memberitahukan Abby kemana Arneta pergi, hanya memberi tahu bukan meminta ijin. Tapi Abby tak merasa keberatan akan hal itu, cukup Arneta mengatakan kemana dirinya pergi Abby sudah merasa senang dan tak khawatir.
Seperti hari ini, Arneta memberitahukan kepada Abby jika dirinya setelah pulang kerja akan mampir ke rumah orangtuanya. Dan seperti yang dikatakan Arneta pada Abby Arneta mengunjungi rumah orangtuanya tapi hari ini sangat spesial, Arneta akan bertemu dengan seseorang yang dirindukannya dan juga sudah lama tidak bertemu.
Arneta tiba di rumah orangtuanya saat hari mulai menjelang sore. Dengan hati yang penuh rasa rindu Arneta segera turun dari dalam mobilnya. Tapi sebelum Arneta membuka pintu mobil dari jarak yang tidak begitu jauh Arneta bisa melihat sosok pria yang sudah di rindukannya telah berdiri di depan pintu rumah, seolah sedang menunggunya untuk segera memberikan sebuah pelukan hangat.
Arneta setengah berlari menghampiri sosok tersebut, setelah cukup dekat Arneta langsung memeluk orang tersebut dengan perasaan rindu yang sangat dalam. Setelah puas berpelukan orang itu memberikan satu kecupan sayang di pucuk kepala Arneta.
Arneta dan orang itu masuk kedalam rumah, Arneta bergelayut manja di tangan pria itu. Arneta tersenyum bahagia karena orang yang selalu menyayanginya sudah bertambah satu lagi setelah beberapa tahun menghilang.
Sementara itu Abby yang diam-diam mengamati Arneta dari dalam mobil langsung merasakan sakit di hatinya. Abby merasa cemburu. Pasalnya Abby tak pernah mengenal siapa pria yang akrab dengan Arneta tadi. Abby berniat untuk ikutan masuk dalam rumah mertuanya.
Dengan langkah berat Abby memasuki halaman rumah mertuanya, dari jarak jauh saja Abby bisa mendengar suara tawa Arneta, Arneta terdengar sangat bahagia. Nyali Abby langsung menciut setelah mendengar keceriaan Arneta dari luar rumah.
Diam-diam Abby mulai menguping dari balik tembok rumah.
"Oh jadi ini calon menantu ibu," ucap bu Nola.
"Kapan rencana lamarannya?" ujar pak Jaya.
"Pastinya sesegera mungkin kan, jangan lama-lama nanti keburu di ambil orang," ujar Arneta menimpali.
__ADS_1
Percakapan itu membuat hati Abby semakin tak karuan. Abby berpikir jika Arneta akan melangsungkan lamaran dengan pria yang di lihatnya tadi. Abby memutuskan untuk pulang tanpa masuk terlebih dahulu. Abby pulang dengan perasaan hancur, tapi meskipun demikian Abby tak bisa marah. Abby sadar selama ini sudah terlalu banyak menyakiti Arneta dan mengecewakan kedua mertuanya jadi wajar jika Arneta diijinkan menikah lagi dengan pria yang menurut Abby mencintai Arneta. Mungkin setelah Arneta pulang ke rumah Arneta akan langsung meminta cerai pada Abby, pikir Abby.
Bersambung