CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 90 TANGGUNG JAWAB


__ADS_3

Selang beberapa waktu kemudian dokter datang untuk mengecek kondisi kesehatan Arneta pagi ini. Dokter masuk berbarengan dengan dua orang perawat yang mendampingi.


"Saya periksa dulu ya sebelum pulang," ucap dokter. Arneta tersenyum dan mengiyakan ucap dokter itu.


Arneta membaringkan tubuhnya di atas kasur, dan dokter tersebut melakukan tugasnya. Abby memperhatikan setiap gerak dokter tersebut.


"Hari ini pasien sudah bisa pulang," ujar dokter setelah selesai memeriksa Arneta.


"Terimakasih dok," ucap Abby dan Arneta secara bersamaan. Abby dan Arneta merasa senang karena Arneta sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah.


Selesai Mela tugasnya dokter dan perawat itupun pamit keluar dari dalam ruangan Arneta untuk melanjutkan memeriksakan pasien lainnya.


"Neta aku ke admin dulu ya," ucap Abby. Abby membayar tagihan perawatan Arneta di rumah sakit.


"Iya.." jawab Arneta singkat.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Arneta Abby pun pamit keluar menuju bagian administrasi rumah sakit. Abby langsung menyelesaikan pembayaran biaya rawat Arneta.


Setelahnya Abby kembali keruangannya Arneta. Abby tiba di dalam ruangan tersebut, Abby melihat Arneta yang sedang duduk di atas kasurnya di depannya Arneta sudah disuguhkan makanan untuk sarapan pagi Arneta.


Abby duduk disebelah Arneta, menatap Arneta yang sedang makan.


"Enak ..?" tanya Abby penasaran.


"nggak...." jawab Arneta.


"Nanti pas pulang di jalan kita mampir untuk beli sarapan," tutur Abby.


Arneta hanya memakan beberapa potongan buah dan kue satu buah untuk mengisi perutnya pagi ini.


Karena semuanya sudah hadir Abby dan Arneta bersiap untuk pulang lebih rumah. Setelah mengecek tidak ada barang yang tertinggal Abby dan Arneta keluar dari ruangan tempat Arneta semalam di rawat.


Abby berjalan secara beriringan dengan Arneta, meskipun sebenarnya Abby ingin menggandeng tangan Arneta tapi Abby takut melakukannya. Abby dan Arneta tiba di lobby rumah sakit disana supir sudah menunggu. Arneta dan Abby langsung masuk kedalam mobil, Abby membukakan pintu mobil terlebih dahulu untuk Arneta. Ini pertama kalinya Abby melakukan hal itu.


Dalam perjalanan menuju kediaman mereka, di tengah jalan Arneta melihat sebuah gerobak penjualan bubur ayam.


"Abby aku mau sarapan bubur ayam," ucap Arneta. Keinginan ingin makan bubur ayam muncul begitu saja di benak Arneta.


"Iya nanti kita beli di restoran yang ada didepan," jawab Abby.


"Aku mau yang itu...," ujar Arneta sambil menunjuk gerobak penjualan bubur ayam.


"Abby kita kelewatan, bubur ayamnya aku kau yang itu," sambung Arneta.


"Kamu yakin mau makan makanan pinggir jalan?" ucap Abby tak yakin.


"Iya, aku mau bubur ayam yang itu, pasti enak," jawab Arneta. Posisi penjualan bubur ayam pun semakin menjauh karena mobil yang membawa Arneta dan Abby terus melaju.


"Stop.....," ucap Arneta meminta supir untuk berhenti. Supir pun menghentikan laju mobil.


Arneta memutar kepalanya kebelakang melihat kearah gerobak penjualan bubur ayam.


"Ya kita kejauhan..." ucap Arneta.

__ADS_1


"Pak putar balik...,' perintah Abby kepada supirnya. Supir pun langsung melakukan perintah Abby.


Setelah tiba di lokasi penjual bubur ayam Arneta segera turun dari dalam mobil dan langsung menghampiri pedagang bubur ayam.


Arneta berdiri menganti di belakang beberapa orang yang sudah mengantri terlebih dahulu.


Tiba giliran Arneta.


"Satu ya pak, toping lengkap," pesan Arneta. Arneta ragu-ragu untuk memesankan bubur ayam untuk Abby.


"Neta aku juga mau," ujar Abby.


"Yakin mau? aku pesan juga buat supir ya,"jawab Arneta.


"Iya, boleh," jawab Abby.


Arneta pun menambah jumlah pesanan bubur ayam.


"Pak, tolong bawa ke mobil itu aja ya..," ucap Abby kepada penjual bubur ayam.


"Iya neng...," tukang bubur ayam mengiyakan ucap Arneta.


Arneta sengaja meminta supaya pedagang bubur ayam tersebut mengatakan pesan mereka ke mobil dikarenakan di tempat penjual bubur tersebut tidak ada tempat duduk lagi, banyak pembeli bubur ayam yang makan ditempat.


Tak berapa lama kemudian pedagang tersebut mengantarkan pesanan Arneta yang berupa tiga mangkok bubur ayam, untuk minum di dalam mobil sudah tersedia minum air mineral kemasan botol plastik jadi yok perlu mencari minuman lagi. Mereka bertiga langsung menikmati bubur ayam yang masih mengeluarkan uang panas.


Selesai sarapan bubur ayam Abby dan Arneta kembali melanjutkan perjalanan menuju ke rumah. Pagi ini Arneta dan Abby terlihat sangat ceria seolah tak ada masalah lagi antara mereka berdua.


Arneta dan Abby kekuar dari dalam mobil.


"Non, Non nggak apa-apa kan?" tanya bi Jum cemas.


"Aku nggak apa-apa bi, aki baik-baik saja," jawab Arneta.


Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah, Arneta menuju kamarnya dan begitu juga dengan Abby. Bi Jum kembali melanjutkan tugasnya bersih-bersih rumah.


Arneta masuk kedalam kamarnya dan langsung membuka lemari pakaian dan mengambil baju ganti untuk dirinya.


Arneta membersihkan dirinya dan langsung berganti pakaian.


Dilantai bawah sudah ada tamu yang tak diundang, dia adalah Gracia. Gracia pagi-pagi sudah berkunjung ke kediaman Abby karena ingin segera bertemu dengan Abby.


Bi Jum menghampiri Gracia yang sudah berdiri di depan pintu masuk rumah.


"Non mau cari siapa?" tanya bi Jum.


"Dimana Abby, aku ingin bertemu dengannya," jawab Gracia.


"Tuan...sebent...,' belum selesai bi Jum berbicara Gracia langsung menerobos masuk ke dalam rumah.


"Abby ....!" teriak Gracia memanggil Abby.


"Non, silahkan tunggu diluar dulu," ujar bi Jum.

__ADS_1


"Tidak bisa, aku tahu Abby ada di rumah," tolak Gracia.


"Abby....Abby...." Gracia kembali berteriak memanggil Abby. Gracia yakin bahwa Abby ada di rumah dilihat dari mobil Abby yang terparkir di halaman rumah.


Dari dalam kamar Abby bisa mendengarkan suara Gracia yang berteriak memanggilnya. Abby segera keluar dari dalam kamar dan langsung turun menemui Gracia.


"Kamu pikir ini dihutan, seenaknya kamu teriak di rumah orang!" bentak Abby.


"Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu,"ucap Gracia sambil tersenyum.


Abby langsung memasang wajah datar pada Gracia.


"Ada apa kamu mencari ku?" tanya Abby.


"Aku mencarimu karena aku hamil, hamil anakmu," jawab Gracia.


"Aku mau kamu tanggung jawab," sambung Gracia.


Hahaha


Abby tertawa mendengar pengakuan Gracia.


"Kamu yakin itu anak ku?" ucap Abby sambil menatap Gracia dengan tatapan merendahkan.


"Jelas ini anakmu," Gracia mempertegas pengakuannya.


"Dan kamu pikir aku percaya?" ujar Abby.


Arneta segera turun dari lantai dua. Arneta sudah mendengar ucapan Gracia tentang kehamilannya.


"Abby...!" panggil Arneta. Arneta menatap Abby dengan tatapan terluka.


"Neta, dia bohong. Jangan percaya," selah Abby. Abby tak ingin Arneta mempercayai pengakuan Gracia.


"Tapi dia hamil Bee, hamil anakmu!" ucap Arneta.


"Itu bukan anak ku. Aku bersumpah itu bukan anakku," Abby langsung membantah perkataan Gracia.


Gracia tersenyum puas melihat perdebatan antara Abby dan Arneta, pikirnya rencananya akan berjalan lancar.


Abby mendekati Gracia, raut wajah Abby memancarkan kemarahan yang luar biasa. Abby meraih tangan Gracia dengan kasar.


"Jangan pernah coba-coba menipu ku, aku bisa menghancurkan berkeping-keping," ujar Abby. Wajah Abby kini memerah karena menahan amarahnya. Gracia langsung bergetar ketakutan melihat Abby.


"Abby lepas, sakit," Gracia meringis kesakitan karena tangganya di remas Abby.


"Sekarang katakan bahwa itu bukan anakku,"ujar Abby. Rahangnya Abby mengeras memperlihatkan rahangnya yang kokoh.


"Tapi ini anak mu Bee," Gracia masih mengotot mengakui bahwa anak yang dikandungnya adalah anaknya Abby.


"Kamu harus menceraikan wanita itu dan menikahi aku," ujar Gracia dengan percaya diri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2