CINTA SETELAH LUPA

CINTA SETELAH LUPA
Bab 17 JODOH UNTUK ABBY


__ADS_3

Jarak perjalanan menuju ke kantor hanya membutuhkan waktu lima belas menit, jalanan masih agak lengang karena waktu masi cukup pagi.


Abby dan Sarfa sengaja datang ke kantor lebih awal pertama tidak ingin terjebak dalam kemacetan dan kedua alasannya adalah agar setibanya di kantor masih memiliki sedikit waktu untuk memeriksa kembali laporan-laporan yang sudah mereka berdua tandatangani. Dan yang ketiga alasannya ingin memberikan contoh kepada karyawan lain supaya tidak terlambat datang kekantor.


Setibanya di ruangan kerjanya Abby, Abby segera duduk di kursi kebesarannya, tangan Abby langsung menyalakan komputer yang terletak di samping meja kerjanya. Jari-jari Abby mulai menari di atas tuts-tuts keyboard. Huruf-huruf demi huruf tersusun menjadi sebuah kalimat hingga muncullah kembar kerja yang berisikan tentang laporan yang di butuhkan Abby untuk bekerja.


Karena terlalu sibuk dan tenggelam dalam lembaran-lembaran kertas yang ada di atas meja kerjanya, Abby tidak menyadari saat ini sudah waktunya untuk makan siang. Abby baru tersadar setelah pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang dari luar.


Tok


Tok


Tok


Bunyi pintu di ketuk.


"Masuk.!" Seru Abby sambil mengangkat kepalanya menatap ke arah pintu.


Cek klek


Pintu pun terbuka dari luar, muncullah sesosok pria yang sangat akrab dengan abby.


"Bee nggak makan siang?" tanya Sarfa. Yang barusan masuk itu adalah Sarfa sahabat sekaligus asisten pribadi Abby.


"Ha...makan siang, emang jam berapa sekarang?" tanya Abby yang belum menyadari jika jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang.


"Udan jam dua belas Abby," jawab Sarfa sambil mendarat bokongnya di kursi yang terletak di depan meja kerjanya Abby.


"Oh..uda jam dua belas," Abby mengulangi ucap Sarfa.


"Iya, mau makan bareng nggak nih, aku udah lapar," ucap Sarfa.


"Eh tapi kamu lagi nggak janjian sama Gracia untuk makan siang bareng kan?" sambung Sarfa cepat sebelum pertanyaannya di jawab oleh Abby.


"Aku tidak janjian sama Cia, dia lagi ada pemotretan di Bandung," tutur Abby santai.


"Oh..ya sudah ayo kita makan, perutku sudah keroncong," ucap Sarfa.


"Ayo, kita makan di restoran biasa aja ya," ajak Abby.

__ADS_1


Tapi sebelum langkah Abby mencapai pintu handphone miliknya tiba-tiba berbunyi. Nada dering yang khusus Abby berikan kepada salah nomor jelas Abby langsung tahu siapa yang menghubunginya tanpa melihat nama yang tertera di layar handphone miliknya.


"Iya halo mah.." sapa Abby setelah menekan tombol hijau dan meletakkan handphone tersebut di samping telinga. Memang benar yang menghubungi Abby adalah mamanya, bu Maya.


"Bee kamu mau pulang jam berapa?" Terdengar suara dari balik benda pipi miliknya Abby.


"Mungkin malam ma," jawab Abby ngasal.


"Jangan terlalu malam, kalau bisa sore sudah ada di rumah, mama tunggu dan tidak ada alasan untuk tidak datang ke rumah," sebuah perintah langsung terlontar dari mulut bu Maya untuk Abby anaknya.


"Memang harus ya mah?" tanya Abby memelas. Sejujurnya Abby tidak ingin pulang kerumahnya Abby takut jika orang tua kembali membahas soal hubungannya dengan Gracia.


"Harus pulang titik," hubungan telpon pun langsung di putus sepihak oleh bu Maya begitu selesai mengucapkan kalimat perintah terakhirnya.


Abby langsung memasang wajah lesu setelah selesai berbicara dengan mamanya.


"Kenapa Bee?" tanya Sarfa setelah melihat raut wajah Abby yang berubah drastis.


"Mama suruh aku pulang ke rumah," ucap Abby.


"Ya tinggal pulang,apa susahnya?" Sarfa dengan enteng mengucapkan kalimat itu.


"Terus sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini?" ucap Sarfa lagi.


"Ya sampai mama sama papa merestui hubungan ku dengan Cia," tutur Abby pasti.


Kruek


Kruek 


Terdengar bunyi yang sangat membuat Sarfa tak nyaman karena bunyi itu berasal dari perutnya.


"Uda lapar banget ya Fa?" tanya Abby sambil memandangi Sarfa dengan senyum geli.


"Uda tau masih nanya," Sarfa tak memberikan jawaban atas pertanyaan Abby tapi justru mempertegas kalimat Abby.


"Ayo kita makan sekarang," ajak Abby langsung membukanya pintu ruangannya.Abby dan Sarfa segera menujuh tempat restoran yang dimaksudkan oleh Abby tadi.


Setibanya di sana Sarfa dan Abby segera memesan makanan yang mereka inginkan. Abby saat makan siang tidak terlalu banyak bicara, matanya sesekali melirik ke arah handphone miliknya yang di letakkan di samping. Sarfa melihat tingkah Abby langsung mengerti jika Abby saat ini sedang menunggu seseorang untuk menghubunginya, orang itu tak lain dan tak bukan adalah Gracia. Tapi harapan itu hanya tinggal harapan Abby semata. Sampai selesai makan siang Gracia tidak sama sekali menghubungi Abby, jangankan menelpon pesan singkat pun tidak ada.

__ADS_1


      Jam makan siang pun selesai, Abby dan Sarfa segera kembali ke kantor melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


Waktu pun berjalan tumpukan kertas di atas meja Abby pun sudah lenyap tandanya kerjaan Abby sudah beres. Abby melirik jam tangan miliknya, waktu menunjukkan jam tiga lewat dua puluh menit. Abby mengingat pesan mamanya tadi di telpon. Dengan langkah berat Abby bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Abby tak perlu menunggu jam kantor usai untuk pulang karena dirinya adalah bos di perusahaan itu.


Abby segera menuju ke rumah orangtuanya walau dengan berat hati. Abby mampir sebentar di toko buah untuk membeli buah kesukaan mamanya. Setelah itu Abby melanjutkan perjalanan menuju ke ruang.


Hampir satu jam Abby berkendara akhirnya sampai juga di rumah. Abby segera turun dari mobilnya setelah memarkirkan mobilnya di garasi. Kedatangan Abby langsung di sambut oleh mamanya dengan wajah yang berseri, jelas terukir kebahagiaan di wajah bu Maya setelah melihat kedatangan putra kesayangannya.


"Ada apa mama maksa Abby untuk pulang?" Abby langsung bertanya pada intinya setelah duduk di ruang keluarganya.


"Sabar Bee, ngga sabaran amat ," ucap pak Ady yang sudah dari tadi duduk menunggu kedatangan anaknya.


"Abby penasaran aja pah," jawab Abby jujur.


"Mau bicara sekarang aja atau setelah makan malam?" tawar bu Maya.


"Sekarang aja mah, tapi kau mama sama papa ingin membicarakan soal Gracia Abby pulang sekarang," ucap Abby.


"Apa yang akan di bahas kali ini lebih dari itu," ucap tegas oleh pak Ady.


"Maksudnya apa?" tanya Abby semakin penasaran.


"Apakah kamu masih berhubungan dengan wanita itu?" tanya bu Maya.


"Mah...." ucap Abby memelas.


"Jawab aja pertanyaan mama," ucap bu Maya.


"Iya.." jawab singkat dan jujur Abby.


"Mulai saat ini lupakan perempuan itu, karena kamu sudah mama dan papa jodohkan dengan wanita yang lebih baik dari dia,"


Hahaha...tawa Abby yang terlihat jelas sangat di paksakan.


"Mama sama papa bercanda kan?" tanya Abby sambil menatap penuh harap jika itu benar-benar hanya gurawan.


"Mama sama papa serius Abby," ucap pak Ady tegas. Dan Abby pun terdiam, tak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya. Abby tak percaya jika dirinya di jodohkan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2