
"Tapi dia tetap bisa di makamkan di tanah keluarganya bukan?"
Yang Mulia terdiam, di tatapnya lamat-lamat wajah Xiao Yi yang tersenyum itu, dia tulus dan tak membela siapaun bahkan meski dia pernah hampir mati di racun oleh ibu Suri Li Sui.
"Tak akan di setujui mengirimkan jasad pemberontak untuk di makamkan dengan hormat oleh keluarganya." Ucap Yang Mulia tajam.
"Yang Mulia, aku tak menyarankan Yang Mulia untuk melawan hukum Negara, biarlah negara menghukum kesalahannya selama hidup. Tetapi saat dia mati, tak ada yang harus kita takar lagi. Kesalahan badan ditanggung badan, tetapi kewajiban keluarga tetaplah kewajiban. Memaksa memakamkannya di pemakaman istana tentu saja menimbulkan gejolak bagi para lawan politik pendukung Yang Mulia? begitu pula dengan berlunak hati memberikan jasadnya kepada keluarga Bangsawan Zhao " Permaisuri berwajah tenang ini menaikkan alis hitam, seperti sedang berfikir.
"Tetapi Yang Mulia bisa memulangkan jenazahnya dengan cara lain?"
"Memulangkan jasad ibu suri dengan cara lain? Apa maksudmu, Chenxing?"
"Bukankah Yang Mulia bisa membuat surat pelepasan gelar ibu Suri dan memerintahkah Yang terhukum selama hidupnya Zhao Li Sui, dikembalikan oleh negara secara tidak hormat kepada keluarga Zhao dan memerintahkan mereka memakamnya di tanah keluarga Zhao tanpa boleh disembahyangi oleh rakyat biasa. Makam Zhao Li Sui hanya boleh di sambangi oleh keluarganya saja dan tidak menerima penghormatan negara."
"Apakah itu tidak terlalu kejam?" Yang Mulia terpana.
" Kejam? Kekejaman apa yang bisa di rasakan jadad tanpa nyawa? Yang perduli dengan kata kejam hanya orang-orang yang masih hidup. Bukankah itu hukuman yang setimpal di banding membiarkan jasadnya di makan oleh burung nasar?" Xiao Yi berucap lamat-lamat.
Yang Mulia Yan Yue terdiam, direnunginya setiap kalimat yang di ucapkan oleh Xiao Yi.
"Apakah Zhao Juren tidak akan membenciku karena ini?"
__ADS_1
"Tuan Zhao Juren telah mati." Xiao Yi menggigit bibirnya, suaranya terdengar tegas.
"Andaipun dia masih hidup, aku rasa dia mengerti, Yang Mulia memutuskan ini dengan kuasa tangan seorang raja bukan seorang saudara. Menjadi raja tentu saja tak bisa hanya menggunakan kata hati dan perasaan tetapi juga mengedepankan kebijakan. Mungkin tetap ada segelintir yang tak puas tetapi itu lebih baik dari pada banyak yang menentang."
Yang Mulia meresapi semua kalimat yang di ucapkan permaisurinya itu, kemudian dia mengerti Xiao Yi hanya mencoba memberinya jalan keluar yang baik, Xiao Yi tahu dia menyayangi Zhao Juren dan tentu saja menyakiti hati Zhao Juren biarpun dia telah mati jika ibunya tidak di makamkan dengan layak oleh keluarganya.
"Hukuman apa yang lebih besar dari sebuah penghinaan? Umumkan secara resmi kematian Zhao Li Sui hingga pelosok Negeri bahkan sampai negara tetangga, itu adalah hukuman baginya, supaya semua orang tahu, pengkhianat negara telah mati."
"Kenapa itu harus diumumkan secara resmi? Aku bisa meminta penyerahan jasad ibu suri secara tertutup dan rahasia. Bukankah itu lebih baik?" Yang Mulia mengerutkan alisnya.
"Apa yang bisa di tutupi, dinding istana Weiyan lebih tipis dari awan. Kabar baik bisa menjadi buruk apalagi kabar buruk. Daripada menutupinya dan berkembang menjadi kesalahpahaman, bukankah yang terbaik adalah semua orang mengetahui, ibu suri mati karena bunuh diri?"
"Tidakkah nama keluarga Zhao akan tercoreng lebih buruk lagi?"
Yang Mulia tak berkedip menatap istrinya yang bijak itu. Dia merasa bersyukur ada seseorang yang selalu berada di sampingnya, meringankan semua bebannya dan menunjuk jalan padanya saat dia bahkan tak terfikirkan apapun.
"Chenxing...kenapa kamu selalu seperti kejora di saat bulan ini tak berwarna?" Yang Mulia menelan ludahnya, menarik jemari Xiao Yi yang ada di atas meja dan mengelus buku tangan istrinya yang dingin itu penuh cinta
Hujan malam halus, jatuh di bunga-bunga pir di luar aula, dupa dibakar dalam ruangan itu, asapnya dengan samar-samar memenuhi ruangan, tenang dan sunyi senyap. Tangan Xiao Yi dengan lembut mengelus sulaman di lengan baju Yang Mulia, lalu ia kembali berkata, "Chenxing adalah bintangmu Yang Mulia, dia akan selalu di samping Yue."
Ketika di tatapnya senyum Yang Mulia, dia menyadari cintanya pada raja ini tak pernah bisa dingin. Dia seumur hidup akan mengabdikan diri pada raja kesepian ini.
__ADS_1
Dalam relung hatinya terdalam, dia hanya bisa menyimpan sesal,
"Juren, maafkan aku tak bisa mengabarkan dengan benar kematian ibumu, karena aku tak tahu di mana sekarang dirimu berada pada belahan bumi musuh kita. Tetapi, aku tahu dengan begini kabar kematian ibumu akan sampai ke telingamu setelah ini, semoga kamu tidak terlalu bersedih dengan itu. Cara ini pilihan terbaik di antara yang terburuk. Kamu bisa pulang jika sempat untuk menghadiri pemakaman ibumu dengan diam-diam, setidaknya sebagai anak kamu mungkin masih bisa memberi penghormatan terakhir padanya. Kamu bisa terus menyambangi makamnya dengan bebas jika itu tidak di lingkungan istana. Semoga dengan begitu, aku bisa membalas kebaikanmu. Berdoalah padanya, kesalahan orangtua mungkin di tanggung anaknya tetapi doa anaknya akan membawa ketenangan pada orangtuanya meski berada di alam berbeda.Hanya ini yang bisa ku lakukan padamu, memperjuangkan jasad ibumu supaya bisa di makamkan dengan layak. Semoga kamu mengerti, Jasad tak perlu gelar dan kehormatan tetapi akan berarti jika menerima cinta dan penghormatan dari keluarganya. Jangan dendam pada Yang Mulia, dia telah berusaha menjalankan tugasnya. Jangan marah padaku, karena kematian seseorang tak ada yang tahu jalannya, tak ada yang berdaya mencegahnya."
Suara derai hujan di atas genting istana perlahan semakin menghilang, rengekan putri Yuhuan membuat mereka berdua yang saling pandang dalam diam, saling berusaha menguatkan itu tersadar.
"Yuhuan mungkin lapar." Senyum Yang Mulia merekah, dia beranjak dengan sedikit bersemangat. Sedari tadi dia menunggu putrinya itu bangun tetapi dia tak tega menganggunya.
"Aku akan menggendongnya sebentar sementara kamu menyiapkan susu untuknya." Bisik Yang Mulia.
Permaisuri Xiao Yi tersenyum lembut, matanya bersinar hangat, kepalanya terangguk halus.
Permaisuri Xiao Yi
Yang Mulia Yan Yue
...***...
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN, jangan lupa Vote dan dukungannya, ya🙏
...Kalian semua ter best pembaca kesayangan❤️...